Berbagai Akibat Dehidrasi yang Dapat Membahayakan Tubuh

(0)
24 Apr 2019|Giovanni Jessica
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Akibat dehidrasi adalah mudah lelah, lesu, dan depresiDehidrasi dapat berpengaruh buruk pada tubuh manusia
Sekitar dua per tiga tubuh manusia terdiri dari air. Untuk menjaga fungsi dan cairan tubuh, manusia perlu mengonsumsi setidaknya 8 gelas air setiap hari. Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh, mulai dari gangguan ringan hingga gangguan berat yang mengancam nyawa. Pada dehidrasi berat, Anda perlu datang ke rumah sakit agar mendapat pertolongan melalui pemberian cairan infus.Semua orang berisiko mengalami dehidrasi. Bayi, anak, dan lansia merupakan kelompok yang lebih rentan terhadap kondisi ini. Dehidrasi dapat terjadi karena kurangnya cairan yang masuk dan terlalu banyak cairan yang keluar dari tubuh, seperti muntah, diare, demam, dan keringat berlebih pada cuaca yang sangat panas.

Akibat dehidrasi pada tubuh manusia

Dampak buruk akibat dehidrasi yang dialami bergantung pada tingkat keparahan dehidrasi tersebut. Dehidrasi ringan dapat membaik dengan meminum banyak air, sedangkan dehidrasi berat merupakan suatu kondisi gawat darurat yang mengancam nyawa dan membutuhkan pertolongan segera. Akibat dehidrasi yang dapat terjadi pada berbagai organ tubuh, di antaranya adalah:
  1. Kram otot. Kondisi dehidrasi menyebabkan hipersensitivitas pada otot dan kontraksi involunter.

  2. Kekurangan cairan tubuh juga berpengaruh pada otak. Otak merupakan salah satu organ yang membutuhkan cairan dalam jumlah banyak. Kekurangan cairan dalam sel otak menyebabkan tidak cukupnya pasokan energi untuk memenuhi fungsi tubuh sehari-hari. Hal ini membuat seseorang menjadi mudah lelah, lesu, dan depresi.

  3. Dehidrasi juga menyebabkan gangguan pada pencernaan. Ketika tubuh kekurangan cairan, tubuh akan menyerap cairan dari usus, sehingga sisa makanan yang ada di usus hanya mengandung sedikit cairan dan menjadi keras.

  4. Peningkatan tekanan darah sering terjadi pada orang dengan dehidrasi kronis. Saat tubuh kurang cairan, otak akan mengirimkan sinyal ke kelenjar pituitari untuk memproduksi hormon vasopresin. Hormon ini menyebabkan retensi cairan dalam tubuh, juga konstriksi pembuluh darah. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya hipertensi.

  5. Penyakit ginjal. Ginjal merupakan organ yang berfungsi memproduksi urine (air seni). Pada kondisi dehidrasi, ginjal akan mengurangi produksi urine lewat konstriksi pada pembuluh darah. Adanya retensi urine dan hipertensi yang terjadi dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Selain itu, peningkatan konsentrasi urine saat dehidrasi dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal.

  6. Dalam keadaan normal, produk uremium akan dibuang lewat ginjal. Pembuangan produk sisa lewat ginjal dibantu dengan adanya cairan yang cukup untuk mendilusi urine. Kurangnya cairan tubuh menyebabkan ureum tidak dapat dikeluarkan dan beredar di sirkulasi darah.

  7. Gangguan elektrolit. Dehidrasi dapat menyebabkan terjadinya hipernatremia ataupun hiponatremia.

  8. Setiap sel dalam tubuh membutuhkan cairan untuk tetap berfungsi baik. Dehidrasi berat dapat berakibat fatal apabila tidak segera mendapat terapi cairan.
Dehidrasi juga rentan terjadi pada anak. Segera berobat ke dokter apabila anak Anda mengalami kondisi-kondisi berikut:
  • Diare lebih dari 5 kali dalam sehari
  • Muntah lebih dari 12 jam pada anak <1 tahun
  • Muntah lebih dari 24 jam pada anak <2 tahun
  • Muntah lebih dari 48 jam pada usia >2 tahun
Untuk orang dewasa, Anda dapat berobat ke dokter apabila mengalami diare lebih dari 10 hari atau muntah terus menerus selama lebih dari dua hari.

Gejala dehidrasi pada tubuh manusia

Dehidrasi pada manusia sering kali muncul dengan berbagai macam gejala yang mudah untuk dikenali, seperti:
  • Rasa haus yang meningkat
  • Mulut terasa kering
  • Jarang buang air kecil
  • Kulit terasa kering
  • Terlihat kelelahan
  • Sakit kepala
Warna urin juga dapat menjadi indikator umum dari status hidrasi. Secara umum, semakin pucat warnanya, menandakan Anda cukup terhidrasi. Sebaliknya, apabila warna urin menjadi lebih pekat, kemungkinan Anda sedang mengalami dehidrasi.Jika Anda mengalami rasa haus berlebih, lesu, kebingungan, tidak buang air kecil dalam 8 jam, detak jantung cepat, dan pusing ketika berdiri, yang tidak menghilang dalam beberapa detik, sebaiknya Anda segera berkonsultasi kepada dokter.
dehidrasi
Family Doctor. https://familydoctor.org/dehydration/
Diakses pada April 2019
Nidirect. https://www.nidirect.gov.uk/conditions/dehydration
Diakses pada April 2019
Medical West Hospital. http://www.medicalwesthospital.org/the-dangers-of-dehydration.php
Diakses pada April 2019
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/how-to-rehydrate#5.-Oral-hydration-solutions
Diakses 24 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait