Penyebab Penis Kesemutan dan Cara Mengobatinya


Penis merupakan salah satu bagian tubuh paling sensitif milik seorang pria. Meski demikian, seseorang bisa saja mengalami penis kesemutan dan tak merasakan sensasi normal. Jika dibiarkan, hal ini dapat berpengaruh terhadap kehidupan seksual seseorang.

(0)
16 Sep 2020|Azelia Trifiana
Penyebab penis kesemutan bisa berasal dari beberapa faktorUntuk memastikan penyebab penis kesemutan, Anda perlu periksa ke dokter
Sama seperti beberapa anggota tubuh lainnya, penis pria juga bisa mengalami kesemutan. Penis kesemutan bisa terjadi karena beberapa penyebab. Jika dibiarkan, hal ini dapat berpengaruh terhadap kehidupan seksual seseorang.

Gejala penis kesemutan

Saat seseorang mengalami penis kesemutan, sensasi yang muncul seakan organ intim ini "mati rasa". Beberapa tanda yang bisa muncul saat penis Anda kebas, antara lain:
  • Kulit penis menjadi kebiruan
  • Sensasi terbakar hingga dingin
  • Sensasi seperti ditusuk-tusuk
  • Rasa kebas di penis
Mungkin tidak semua gejala akan Anda rasakan. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin akan merasakan satu atau dua gejala saat merasa organ intim kesemutan.

Penyebab penis kesemutan

Kondisi penis kebas atau bahkan mati rasa bisa disebabkan oleh beberapa hal. Berikut beberapa kondisi yang menyebabkan penis kesemutan:

1. Bersepeda terlalu lama

Mengendarai sepeda akan memberikan tekanan pada pembuluh darah perineum yang terletak di antara skrotum (kantung buah zakar) dan anus. Menurut penelitian, Hal ini akan menyebabkan aliran darah ke penis menjadi tidak lancar. Kondisi ini biasanya dirasakan saat bersepeda dalam durasi lama.Akibatnya, penis jadi terasa kebas. Kondisi penis kebas akibat tekanan pada perineum juga bisa terjadi pada mereka yang selalu bepergian dengan mengendarai sepeda motor. Jika terus-menerus dibiarkan, bukan tidak mungkin hal ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

2. Pakaian yang terlalu ketat

Celana yang terlalu ketat dan berbahan kasar juga bisa melukai penis. Apalagi jika Anda menggunakan pakaian ketat dalam jangka waktu lama. Selain iritasi dan kemerahan, celana dalam dan celana jins yang terlalu ketat juga bisa memberikan efek kebas pada penis, khususnya pada bagian ujung alias kepala penis. Celana ketat juga akan menghambat aliran darah ke penis serta area di sekitar paha.

3. Cedera pada penis

Gangguan pada penis juga bisa bisa terjadi akibat cedera karena aktivitas tertentu. Beberapa orang menggunakan alat vakum atau penyedot penis untuk meningkatkan performa seksnya. Masalahnya, penggunaan alat ini memiliki efek samping pada organ intim pria.Cedera akibat menggunakan alat vakum demi mencapai ereksi juga bisa menyebabkan penis kesemutan. Cara kerja pompa penis ini adalah menyedot aliran darah ke penis dan menyebabkan organ intim pria tidak bisa ereksi sementara. Biasanya, gejalanya disertai dengan luka dan nyeri di permukaan kulit.

4. Aktivitas seksual yang kasar

Munculnya rasa kesemutan pada organ intim pria juga bisa karena aktivitas seksual yang kasar, entah itu masturbasi atau hubungan seks.Saat ereksi, penis menjadi tidak fleksibel. Apabila penis mengalami gesekan yang terlalu intens, hal ini bisa berujung pada cedera. Cedera inilah yang kemudian memicu rasa kesemutan.Oleh sebab itu, sebaiknya Anda tetap berhati-hati ketika melakukan masturbasi atau berhubungan seks.

5. Gangguan saraf

Penyakit yang berhubungan dengan saraf atau neuropati juga bisa berkontribusi terhadap rasa kebas pada penis, seperti:
  • Diabetes 
  • Multiple sclerosis 
  • Lupus
  • Penyakit kardiovaskular

6. Penyakit Peyronie

Penyebab penis kebas lainnya adalah penyakit Peyronie. Ini adalah kondisi ketika pada batang penis tumbuh jaringan parut. Adanya jaringan parut tersebutlah yang disebut-sebut dapat memicu penurunan sensitivitas pada alat vital pria tersebut. Alhasil, penis terasa seperti kesemutan bahkan mati rasa. Kendati demikian, kasus penis kebas yang disebabkan oleh penyakit Peyronie termasuk jarang terjadi.

7. Uretritis

Uretritis juga menjadi penyebab penis Anda kesemutan. Uretritis sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus.Infeksi tersebut lantas mengakibatkan saluran kemih (uretra) meradang. Peradangan inilah yang kemudian memicu sensasi kebas pada penis Anda.

8. Efek samping obat-obatan

Konsumsi obat untuk mengatasi Parkinson’s disease seperti selegiline juga bisa menyebabkan efek samping berupa penis kebas atau mati rasa. Konsultasikan dengan dokter apabila obat yang dikonsumsi menyebabkan kebas atau penis mati rasa.

9. Kadar testosteron rendah

Sebagai hormon yang berperan besar dalam kehidupan seksual termasuk produksi sperma (spermatogenesis) seorang pria, testosteron ternyata juga bisa berpengaruh terhadap munculnya gejala kesemutan pada penis apabila kadarnya terlalu rendah.Pasalnya, rendahnya kadar testosteron disebut turut mengurangi aliran darah menuju penis. Kurangnya aliran darah inilah yang kemudian menciptakan sensasi mati rasa pada penis Anda.

Cara mengatasi penis kesemutan

Jika kondisi ini sering Anda alami, ada beberapa cara untuk menghilangkan gejalanya. Berikut cara mengatasi kesemutan pada penis, antara lain:

1. Mengurangi durasi bersepeda

Apabila penis kesemutan terjadi karena cedera atau tekanan terus-menerus saat bersepeda, dokter akan meminta Anda mengurangi durasi bersepeda. Selain itu, dokter juga bisa meminta berhenti bersepeda selama beberapa minggu jika kondisinya cukup parah.Alternatif lain selain berhenti bersepeda untuk mencegah mati rasa pada penis, adalah:
  • Memakai sadel berukuran lebih besar dan bisa dipasangi extra padding
  • Mengenakan celana khusus dengan lapisan (padded bike shorts)
  • Membuat sudut sadel lebih tinggi sehingga tekanan di pembuluh darah perineum berkurang
  • Mengambil jeda sesekali ketika bersepeda jarak jauh

2. Mengobati penyakit pemicu

Penanganan terbaik untuk mengatasi penis kebas adalah mengobati penyakit yang menjadi penyebabnya. Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut:
  • Penderita diabetes harus memastikan kadar gula darah terkendali lewat konsumsi obat, menjaga pola makan, dan juga berolahraga
  • Orang yang memiliki multiple sclerosis akan memberikan steroid atau obat lain yang dapat mengendalikan gejalanya
  • Penderita Peyronie’s disease disarankan mengonsumsi clostridium histolyticum untuk memecah kolagen penyebab akumulasi jaringan parut di penis

3. Terapi hormon testosteron

Jika penis mati rasa terjadi karena rendahnya hormon testosteron, dokter dapat melakukan terapi hormon testosteron. Ada beberapa jenisnya mulai dari pemakaian patch, konsumsi pil, gel dioleskan langsung ke kulit, atau injeksi. Idealnya, terapi hormon testosteron akan memperbaiki sensitivitas penis seseorang.Bergantung pada apa pemicunya, seseorang akan kembali merasakan sensasi normal setelah langkah penanganan ditempuh. Jika sensasi penis kesemutan terus muncul bahkan mengganggu kehidupan seksual, konsultasikan kembali kepada dokter.

Catatan dari SehatQ

Mengalami kebas pada penis bahkan sampai kebiruan bisa terjadi lantaran Anda terlalu lama bersepeda atau mengendarai motor. Mengurangi durasi bersepeda serta melakukan terapi untuk meningkatkan hormon testosteron bisa membantu Anda meredakan gejalanya.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang penis kesemutan, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan organ intimkesehatan priakelamin laki-lakikesemutan
FairView. https://www.fairview.org/sitecore/content/Fairview/Home/Patient-Education/Articles/English/u/r/e/t/h/Urethritis_in_Men_40446 Diakses pada 24 Maret 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/numb-penis
Diakses pada 31 Agustus 2020
NIH. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11531032/
Diakses pada 31 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322694
Diakses pada 31 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait