Akan Kembali Normal Setelah Diobati, Ini Beberapa Penyebab Penis Kesemutan

(0)
16 Sep 2020|Azelia Trifiana
Penyebab penis kesemutan bisa berasal dari beberapa faktorUntuk memahami penyebab penis kesemutar, Anda wajib ke dokter
Penis merupakan salah satu bagian tubuh paling sensitif milik seorang pria. Meski demikian, seseorang bisa saja mengalami penis kesemutan dan tak merasakan sensasi normal. Jika dibiarkan, hal ini dapat berpengaruh terhadap kehidupan seksual seseorang.Untuk mendapatkan diagnosis pasti penyebab penis kesemutan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan meninjau riwayat kesehatan. Umumnya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan kadar hormon testosteron untuk menganalisis penyebab permasalahannya.

Penyebab penis kesemutan

Saat seseorang mengalami penis kesemutan, sensasi yang muncul seakan penis terlelap dan tidak merasakan apapun. Selain itu, bisa muncul beberapa gejala lainnya seperti:
  • Kulit penis menjadi kebiruan
  • Sensasi terbakar hingga dingin
  • Sensasi seperti ditusuk-tusuk
  • Rasa kebas di penis
Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab penis kesemutan adalah:

1. Cedera atau tekanan berlebih

Dalam studi tahun 2001, ditemukan fakta bahwa 61% pesepeda pria merasakan penis kesemutan, utamanya bagi mereka yang rutin bersepeda jarak jauh. Penis kesemutan terjadi karena sadel memberi tekanan pada area perineum, bagian antara skrotum dan anus.Tekanan terus menerus ini dapat menyebabkan pembuluh darah dan saraf terjepit. Jika terus menerus dibiarkan, bukan tidak mungkin hal ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi.Tak hanya itu, cedera akibat menggunakan alat vakum demi mencapai ereksi juga bisa menyebabkan penis kesemutan. Cara kerja pompa penis ini adalah menyedot aliran darah ke penis dan menyebabkan penis kesemutan sementara. Biasanya, gejalanya disertai dengan luka dan nyeri di permukaan kulit.

2. Penyakit dan efek samping obat

Penyakit yang berhubungan dengan saraf atau neuropati juga bisa berkontribusi terhadap sensasi yang dirasakan di penis. Contohnya diabetes dan multiple sclerosis yang bisa memicu kerusakan saraf serta sensitivitas area penis. Selain itu, Peyronie’s disease berupa terbentuknya jaringan parut di penis juga bisa berdampak pada sensasi di penis.Konsumsi obat untuk mengatasi Parkinson’s disease seperti selegiline juga bisa menyebabkan efek samping berupa hilangnya sensasi di penis. Konsultasikan dengan dokter apabila obat yang dikonsumsi menyebabkan hilangnya sensitivitas di penis.

3. Kadar testosteron rendah

Sebagai hormon yang berperan besar dalam kehidupan seksual termasuk produksi sperma seorang pria, testosteron juga bisa menjadi penyebab penis kesemutan. Seiring dengan bertambahnya usia, kadar hormon testosteron perlahan menurun.Tak hanya berpengaruh terhadap mood, energi, hasrat seksual, menurunnya hormon testosteron juga membuat seseorang tak lagi responsif terhadap stimulasi seksual.

Cara diagnosis penis kesemutan

Apabila seseorang kerap merasakan penis kesemutan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan peninjauan riwayat medis demi mendapat diagnosis pasti. Dokter juga akan menanyakan beberapa hal seperti kapan penis kesemutan mulai terjadi, sensasi lain apa yang muncul, apa pemicu penis kesemutan membaik atau memburuk, serta dampaknya terhadap kehidupan seksual.Selain itu, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan bergantung pada kondisi pasien, di antaranya:
  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hormon testosteron
  • Pemindaian seperti MRI untuk mengetahui adakah masalah di otak dan sumsum tulang belakang
  • Ultrasound untuk mendeteksi adakah jaringan parut dan memantau aliran darah ke penis
Setelah mengetahui diagnosis pasti penyebab penis kesemutan, dokter akan melakukan beberapa penanganan yang tepat, seperti:

1. Mengurangi durasi bersepeda

Apabila penis kesemutan terjadi karena cedera atau tekanan terus menerus saat bersepeda, dokter akan meminta pasien mengurangi durasi bersepeda. Selain itu, dokter juga bisa meminta berhenti bersepeda selama beberapa minggu jika kondisinya cukup parah.Alternatif lain selain berhenti bersepeda adalah:
  • Memakai sadel berukuran lebih besar dan bisa dipasangi extra padding
  • Mengenakan celana khusus dengan lapisan (padded bike shorts)
  • Membuat sudut sadel lebih tinggi sehingga tekanan di perineum berkurang
  • Mengambil jeda sesekali ketika bersepeda jarak jauh

2. Mengobati penyakit pemicu

Apabila penis kesemutan terjadi karena ada penyakit lain, maka dokter akan mengambil langkah penanganan yang sesuai.Contohnya seperti:
  • Penderita diabetes harus memastikan kadar gula darah terkendali lewat konsumsi obat, menjaga pola makan, dan juga berolahraga
  • Orang yang memiliki multiple sclerosis akan memberikan steroid atau obat lain yang dapat mengendalikan gejalanya
  • Penderita Peyronie’s disease disarankan mengonsumsi clostridium histolyticum untuk memecah kolagen penyebab akumulasi jaringan parut di penis

3. Terapi hormon testosteron

Jika penis kesemutan terjadi karena rendahnya hormon testosteron, dokter dapat melakukan terapi hormon testosteron. Ada beberapa jenisnya mulai dari pemakaian patch, konsumsi pil, gel dioleskan langsung ke kulit, atau injeksi. Idealnya, terapi hormon testosteron akan memperbaiki sensitivitas penis seseorang.Bergantung pada apa pemicu penis kesemutan, seseorang akan kembali merasakan sensasi normal setelah langkah penanganan ditempuh. Namun jika sensasi penis kesemutan terus menerus muncul bahkan mengganggu kehidupan seksual, konsultasikan kembali kepada dokter.
kesehatan organ intimhidup sehatkesehatan pria
Healthline. https://www.healthline.com/health/numb-penis
Diakses pada 31 Agustus 2020
NIH. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11531032/
Diakses pada 31 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322694
Diakses pada 31 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait