Agnosia adalah Penyakit yang Belum Ada Obatnya, Seperti Ini Gejalanya


Agnosia adalah gangguan sistem saraf yang bisa membuat penderitanya kesulitan mengenali berbagai benda. Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan kelainan tersebut.

(0)
03 Nov 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Agnosia adalah kelainan saraf yang bisa menyulitkan seseorang dalam mengenali sesuatuAgnosia adalah gangguan saraf yang belum bisa disembuhkan dengan obat
Agnosia adalah kelainan saraf yang mengakibatkan penderitanya tidak bisa mengenali barang-barang yang terlihat sederhana, seperti kunci atau apel. Penderita agnosia juga tidak mampu mengenal orang lain, mencium aroma, atau mengenali suara tertentu.Meskipun demikian, agnosia tidak sama dengan amnesia. Penderitanya juga masih memiliki fungsi indra penglihatan, pendengaran, dan penciuman yang normal, meski tidak bisa melakukan hal-hal yang disebutkan di atas.Mengapa bisa seperti itu? Bagaimana cara mengenali gejala agnosia? Lalu, apa yang harus Anda lakukan ketika merasa mengalami agnosia? Berikut ini penjelasannya dari sisi medis.

Agnosia adalah kelainan yang bisa muncul akibat kondisi ini

Agnosia bisa dipicu oleh kanker otak
Agnosia bisa muncul ketika ada kerusakan pada saraf tertentu di otak yang mengatur proses sensori pada manusia. Saraf yang biasanya terganggu ialah yang terletak pada otak bagian lobus parietal, temporal, atau oksipital.Fungsi utama bagian-bagian otak tersebut adalah menyimpan informasi dan mengidentifikasi objek tertentu, serta memengaruhi kemampuan Anda dalam berbahasa. Kerusakan pada bagian tertentu akan mengakibatkan seseorang kehilangan kemampuan untuk melakukan semua hal tersebut.Stroke, trauma di kepala, dan radang otak (ensefalitis) bisa mengakibatkan kerusakan saraf yang dimaksud. Selain itu, masalah lain yang dapat merusak otak antara lain:
  • Kanker otak
  • Demensia
  • Anoxia (terganggunya suplai oksigen ke otak) level tinggi, misalnya karena keracunan karbon monoksida
Pada beberapa penderita agnosia, penyebab terjadinya kerusakan otak tidak diketahui. Gejala agnosia yang ditunjukkan oleh tiap orang pun bisa berbeda, tergantung bagian otak yang rusak.

Gejala agnosia berdasarkan tipenya

Gejala agnosia dikelompokkan berdasarkan tipenya, yaitu sebagai berikut ini.

1. Agnosia auditori (pendengaran)

Gejala penderita auditory agnosia adalah tidak bisa mengenali benda berdasarkan suaranya karena kerusakan lobus temporal pada otak. Misalnya, seseorang tidak bisa mengenali telepon ketika benda itu berdering.

2. Agnosia gustatori (rasa)

Pada agnosia ini, lobus temporal juga rusak, dan mengakibatkan seseorang tidak bisa mengenali rasa ketika mencicipinya. Penderita agnosia ini bisa merasakan rasa asin, manis, pedas, dan sebagainya, tapi tidak bisa menjelaskannya ketika ditanya oleh orang lain.

3. Agnosia olfaktori (penciuman)

Penderita agnosia ini tidak mampu mengidentifikasi bau, sekalipun bisa menciumnya. Kondisi ini terjadi ketika bagian depan lobus temporal mengalami kerusakan.

4. Agnosia somatosensori (peraba)

Gejala somatosensory agnosia adalah tidak bisa mengenali benda ketika menyentuhnya karena rusaknya lobus parietal otak rusak. Orang dengan kondisi agnosia ini tidak mampu membedakan kunci dan peniti hanya dengan menyentuhnya, namun meski bisa mengenali ketika melihatnya.

5. Agnosia visual (penglihatan)

Penderita agnosia visual tidak bisa mengenali benda hanya dengan melihat, tapi harus meraba atau menciumnya. Kondisi ini bisa terjadi saat lobus oksipital otak rusak.

Agnosia dan pengaruhnya pada indra manusia

Penderita agnosia tidak bisa melihat banyak barang sekaligus
Biasanya, agnosia adalah kondisi yang hanya memengaruhi satu indra saja. Bahkan dalam beberapa kasus, agnosia hanya memengaruhi hal yang sangat spesifik, seperti:
  • Agnosia lingkungan: tidak bisa mengenali lingkungan yang familiar
  • Prosopagnosia: tidak bisa mengenali wajah yang familiar
  • Akromatopsia: buta warna
  • Anosognosia: bersikeras tidak ada masalah yang sedang terjadi, bahkan tidak akan sadar sekalipun separuh badan telah lumpuh
  • Simultanagnosia: tidak mampu melihat banyak hal sekaligus. Misalnya saat ada piring, sendok, dan garpu di meja makan, mereka penderitanya mungkin hanya akan melihat garpu.

Agnosia adalah penyakit yang belum ada obatnya

Meski penelitian dalam dunia medis terus berkembang, hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkan agnosia. Kendati demikian, beberapa perawatan berikut ini yang mungkin dapat meringankan gejala agnosia.

1. Menyembuhkan penyebab kerusakan otak

Perawatan pasien agnosia akan berfokus pada untuk menemukan penyebab terjadinya kerusakan otak di bagian tertentu. Setelah itu, dokter akan menentukan langkah untuk menyembuhkannya jika memungkinkan.Misalnya, Anda akan diminta untuk melakukan menjalani pemindaian kepala dengan MRI untuk menemukan ada atau tidaknya tumor ataupun kanker otak. Jika ada, dokter akan menyarankan Anda untuk dioperasi atau menjalanimerekomendasikan operasi maupun terapi radiasi dengan harapan saat kondisi itu sembuh, agnosia Anda juga akan menghilang.

2. Memaksimalkan fungsi indra lainnya

Hidup berdampingan dengan agnosia adalah hal yang tidak mudah. Namun, beberapa pasien agnosia terbukti bisa melakukannya dengan memaksimalkan fungsi indra yang tidak terpengaruh. Misalnya, pasien agnosia visual bisa mengenali benda lewat indra peraba atau penciumannya.Jangan sungkan untuk meminta bantuan orang lain, seperti keluarga, pasangan, maupun saudara untuk membantu Anda dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Bila perlu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter maupun ahli kejiwaan untuk mengindari stres hingga depresi akibat agnosia.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang agnosia, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah sarafsaraf tulang belakangsaraf terjepitcedera saraf tulang belakangsistem saraf
National Aphasia Association. https://www.aphasia.org/aphasia-resources/agnosia/
Diakses pada 18 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/agnosia
Diakses pada 18 Oktober 2020
Rare Diseases. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/8/agnosia
Diakses pada 18 Oktober 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/brain,-spinal-cord,-and-nerve-disorders/brain-dysfunction/agnosia
Diakses pada 18 Oktober 2020
Health Direct Australia. https://www.healthdirect.gov.au/agnosia
Diakses pada 18 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait