Agar Tidak Sering Kambuh, Kenali 7 Penyebab Asam Urat Ini

Penyebab asam urat perlu dikenali, untuk mencegah kekambuhan.
Penyebab asam urat adalah penumpukan kadar asam urat dalam darah, yang kemudian menyebabkan munculnya kristal.

Asam urat bisa dibilang penyakit merakyat. Saking lumrahnya penyakit ini, informasi yang beredar tentang penyebab asam urat mulai dari mandi malam hingga makan emping begitu cepat terserap masyarakat.

Banyak orang yang masih salah kaprah tentang penyakit ini. Tidak hanya dalam hal penyebab, asam urat juga kerap dianggap sebagai kondisi yang sama dengan radang sendi (rheumatoid arthritis).

[[artikel-terkait]]

Bedanya penyebab asam urat dan radang sendi

Memahami lebih jauh mengenai penyebab asam urat, bisa membuat Anda lebih siap, jika suatu saat menerima informasi dari grup di media sosial.

Radang sendi disebabkan oleh kondisi autoimun. Kondisi ini bisa terjadi saat sistem imun di tubuh, mengalami gangguan fungsi sehingga justru menyerang sel yang sehat.

Saat hal ini terjadi, akan muncul gejala yang memang serupa dengan asam urat seperti peradangan, nyeri, dan pembengkakan di sendi. Gejala tersebut bisa muncul di pergelangan tangan, lutut, dan lengan di kedua sisi tubuh.

Sementara itu, penyebab asam urat bukanlah kondisi autoimun. Asam urat disebabkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah. Saat kadar asam urat tinggi, maka akan terjadi penumpukan, yang kemudian akan membentuk kristal padat. Penumpukan kadar asam urat ini umumnya terjadi di siku, kaki, dan tangan.

Kenali faktor risiko penyebab asam urat berikut ini

Penumpukan asam urat di tubuh tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa hal yang bisa memicu hal ini, menjadikan seseorang lebih berisiko terkena asam urat, di antaranya:

1. Pola makan

Jika punya kebiasaan sering mengonsumsi makanan yang berbahan dasar daging dan seafood, maka Anda perlu lebih berhati-hati dan membatasi konsumsinya. Selain itu, kurangi juga konsumsi makanan dan minuman, yang mengandung banyak gula.

2. Umur dan jenis kelamin

Asam urat lebih umum terjadi pada laki-laki. Selain itu, laki-laki juga biasanya mengalami kondisi ini lebih awal, yaitu mulai dari usia 30 tahun. Meski begitu, wanita yang sudah memasuki usia menopause, memiliki risiko yang sama tingginya dengan laki-laki.

3. Konsumsi obat-obatan

Beberapa jenis obat bisa meningkatkan kadar asam urat di tubuh. Jenis obat yang bisa menimbulkan efek ini, di antaranya adalah obat diuretik dan obat yang mengandung salisilat.

4. Kelebihan berat badan

Kadar asam urat pada orang yang mengalami kelebihan berat badan, akan lebih tinggi. Selain itu, ginjal pada penderita obesitas juga tidak bisa bekerja optimal, untuk mengeluarkan kelebihan kadar asam urat di tubuh.

5. Riwayat penyakit tertentu

Kondisi seperti tingginya tekanan darah, diabetes, gangguan pada hati, kelenjar tiroid yang kurang aktif, dan penyakit ginjal bisa meningkatkan risiko seseorang terkena asam urat.

6. Pola hidup yang kurang sehat

Kebiasaan mengonsumsi alkohol dan menjalani diet yang tidak seimbang, juga merupakan faktor risiko yang memicu timbulnya penyebab asam urat. Sebab, alkohol akan mengurangi kemampuan tubuh untuk mengeluarkan kadar asam urat berlebih.

7. Riwayat keluarga

Jika anggota keluarga memiliki riwayat menderita asam urat, maka risiko Anda untuk terkena penyakit serupa juga akan meningkat.

Beberapa faktor risiko penyebab asam urat di atas, seperti riwayat keluarga, memang tidak bisa dicegah. Namun, penyebab lainnya seperti pola makan yang kurang sehat serta kebiasaan mengonsumsi alkohol, tentu bisa dihindari, untuk mencegah kambuhnya asam urat.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/144827.php
Diakses pada 19 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gout/symptoms-causes/syc-20372897
Diakses pada 19 Juni 2019

Arthritis Foundation. https://www.arthritis.org/about-arthritis/types/gout/causes.php
Diakses pada 19 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323421.php
Diakses pada 19 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed