Pengobatan Hipertensi agar Terhindar dari Komplikasi


Pengobatan hipertensi meliputi perubahan gaya hidup dan konsumsi obat agar tidak sampai menyebabkan komplikasi. Komplikasi hipertensi bisa menyebabkan masalah pada jantung, otak, dan ginjal.

(0)
25 Nov 2019|Azelia Trifiana
Salah satu langkah pengobatan hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah secara berkalaPenderita hipertensi harus memantau tekanan darahnya secara berkala
Komplikasi adalah bayang-bayang yang selalu menghantui penderita tekanan darah tinggi. Jika pengobatan hipertensi tidak tepat, bukan tidak mungkin terjadi masalah di organ tubuh lainnya.Melakukan gaya hidup sehat dan penggunaan obat-obatan tertentu menjadi pilihan yang tepat untuk menangani hipertensi. Setiap orang memiliki faktor risiko penyebab tekanan darah tinggi yang berbeda-beda, mulai dari usia, riwayat medis, atau faktor genetik.Ada beberapa faktor risiko yang tidak mudah dikendalikan, seperti penuaan atau genetik. Itu sebabnya, pengobatan hipertensi harus fokus pada kedisiplinan menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

Pilihan pengobatan hipertensi

Terdapat dua penyebab hipertensi, yaitu primer dan sekunder. Belum diketahui apa yang menyebabkan hipertensi primer. Sementara, hipertensi sekunder terjadi karena adanya masalah kesehatan tertentu yang menyebabkannya.Keduanya memiliki metode penanganan yang serupa. Untuk menangani kondisi tersebut agar tidak menjadi komplikasi, berikut pilihan pengobatan hipertensi yang bisa Anda ikuti:

1. Perubahan gaya hidup sehat

Melakukan perubahan gaya hidup sehat ini dapat membantu mengandalikan tekanan darah.
  • Menjaga berat badan ideal
    Ketika berurusan dengan pengobatan hipertensi, berat badan adalah hal yang krusial. Orang yang menderita obesitas harus mengurangi berat badan mereka.

    Sementara orang dengan berat badan ideal, sebisa mungkin hindari penambahan berat badan. Bahkan mengurangi berat badan sebanyak 4-5 kg bisa mencegah kenaikan tekanan darah.

    Untuk mengetahui berat badan ideal, cari tahu indeks massa tubuh yang tepat atau konsultasikan pada dokter.
  • Konsumsi makanan bernutrisi
    Penting juga untuk menyaring apa saja makanan yang masuk ke tubuh Anda. Jangan mengonsumsi makanan yang lezat saja namun tidak bersahabat bagi tubuh.

    Akan jauh lebih baik mengonsumsi makanan bernutrisi untuk menjaga tekanan darah tetap normal. Anda bisa mengonsumsi buah dan sayuran, terutama makanan yang tinggi potasium. Hindari juga konsumsi kalori, lemak, dan gula berlebih.
  • Kurangi garam
    Makanan gurih dan lezat memang menggiurkan. Namun, mengurangi garam menjadi salah satu cara pengobatan hipertensi demi tekanan darah tinggi bisa kembali normal.

    Pengobatan hipertensi dengan mengonsumsi menu yang rendah sodium adalah langkah yang tepat. Sebisa mungkin hindari makanan yang diproses berlebih dan tidak perlu menambahkan ekstra garam di makanan Anda.
  • Berolahraga teratur
    Pilih jenis olahraga yang Anda sukai juga menjadi cara penanganan hipertensi. Cari olahraga yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

    Olahraga bisa membantu menjaga tekanan darah tetap normal. Bagi yang baru memulai, cobalah berolahraga 30 menit setidaknya 2-3 kali per minggu.
  • Pantau tekanan darah
    Bagi penderita hipertensi, sebaiknya selalu menyediakan alat pengukur tekanan darah untuk memantau kondisi tekanan darah Anda. Biasanya, tekanan darah tinggi terjadi tanpa ada gejala sebelumnya.
  • Kurangi konsumsi alkohol
    Mengonsumsi terlalu banyak alkohol juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi naik. Mengurangi atau bahkan berhenti konsumsi alkohol adalah pilihan yang bijak.
  • Stop merokok
    Untuk membantu Anda mengatasi hipertensi, berhentilah merokok! Berhenti merokok menjadi salah satu cara menangani hipertensi atau tekanan darah tinggi yang alami.

    Faktanya, berhenti merokok bisa menurunkan tekanan darah menjadi normal, sehingga meminimalisir risiko penyakit jantung serta meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.
  • Hindari stres
    Percaya tak percaya, stres bisa menjadi penyebab hipertensi yang harus dihindari. Saat tubuh mengalami stres, Anda akan cenderung melakukan aktivitas berisiko, seperti merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi makanan tak sehat.
Berbagai cara di atas dapat dilakukan dengan atau tanpa dibarengi konsumsi obat anti hipertensi. Melakukan gaya hidup sehat sedini mungkin bisa membuat Anda terhindar dari konsumsi obat tersebut.

2. Penggunaan obat-obatan

Dalam beberapa kasus, penderita hipertensi harus minum obat darah tinggi untuk seumur hidup. Dokter mungkin saja menurunkan dosis atau menghentikan pengobatan apabila perubahan gaya hidup sehat sudah mampu mengendalikan tekanan darah.Beberapa jenis obat hipertensi, antara lain:
  • Diuretik
    Obat diuretik bekerja pada ginjal untuk membantu membuang kelebihan garam dan cairan di tubuh lewat urine. Itu sebabnya, konsumsi obat ini akan membuat Anda lebih sering buang air kecil. Chlorthalidone atau hydrochlorothiazide merupakan obat diuretik yang umum digunakan.
  • Antagonis kalsium
    Antagonis kalsium bekerja dengan cara menghambat masuknya kalsium ke sel jantung dan dinding pembuluh darah. Dengan begitu, dinding pembuluh darah akan mengendur dan menurunkan tekanan darah. Beberapa contoh obat ini, antara lain amlodipine dan diltiazem.
  • Beta blocker
    Obat ini berfungsi menurunkan tekanan darah dengan mengurangi beban kerja jantung dan melebarkan pembuluh darah sehingga jantung berdetak lebih lambat. Acebutolol dan atenolol adalah contoh beta blocker yang kerap digunakan.
  • ACE inhibitor
    ACE inhibitor membantu mengendurkan dinding pembuluh darah dengan menghalangi pembentukan bahan kimia alami yang mempersempit pembuluh darah. Obat golongan ini, termasuk lisinopril, benazepril, dan kaptopril.
  • Angiotensin-2 receptor blockers
    Fungsi obat ini menurunkan tekanan darah dengan membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks. Contoh obat ini, yaitu candesartan dan losartan.
  • Renin inhibitor
    Obat ini berfungsi menghambat kerja renin, yaitu enzim yang dihasilkan ginjal dan dapat meningkatkan tekanan darah. Contoh renin inhibitor, yaitu aliskiren.
Pastikan Anda mengonsumsi obat sesuai resep dokter, dan konsultasikan apabila ada efek samping yang muncul.

Komplikasi akibat hipertensi

Tekanan darah tinggi bisa memicu berbagai masalah pada jantung, otak, ginjal, juga pembuluh darah. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi di antaranya:
  • Penyempitan pembuluh darah
  • Melemah dan membengkaknya pembuluh darah (aneurysm)
  • Serangan jantung
  • Pembengkakan jantung
  • Gagal jantung
  • Transient ischemic attack
  • Stroke
  • Demensia
  • Gangguan kognitif
  • Gagal ginjal
Tak hanya beberapa risiko komplikasi di atas, hipertensi bahkan bisa menyebabkan masalah pada retina seperti retinopathy, penumpukan cairan di bawah retina, hingga kerusakan saraf mata.Penderita hipertensi kronis juga bisa mengalami gangguan fungsi seksual seperti disfungsi ereksi hingga gairah seksual menurun drastis.Jika Anda mendeteksi tekanan darah tinggi yang tidak kunjung turun, ada baiknya berkaca kembali apa yang salah dari gaya hidup Anda selama ini. Apakah faktor makanan yang dikonsumsi? Atau kurang beraktivitas dan berolahraga?Mencatat apa saja pemicunya, termasuk makanan yang menyebabkan hipertensi, bisa membantu Anda untuk mengetahui sebab tekanan darah meningkat. Jangan abaikan tekanan darah dan jadikan gaya hidup sehat sebagai kebiasaan.Wajar jika awalnya menjalani gaya hidup sehat terasa berat terutama jika belum terbiasa. Namun seiring dengan waktu, tubuh – termasuk tekanan darah Anda – akan mendapatkan manfaatnya yang jauh lebih bermanfaat untuk jangka panjang.
penyakit jantunghipertensitekanan darah tinggipembuluh darahstrokedarah tinggi
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/bloodpressure/healthy_living.htm
Diakses 21 November 2019
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/hypertension/preventing.aspx
Diakses 21 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure/art-20045868
Diakses 21 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/diagnosis-treatment/drc-20373417
Diakses pada 11 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait