Agar Proses Spermatogenesis Lancar, Jangan Sampai Gerah di Bawah Sana!

Idealnya, setiap kali ejakulasi seorang pria akan mengeluarkan 20 juta sperma setiap mililiter
Tahapan produksi sperma terjadi dalam proses spermatogenesis di dalam testis

Setidaknya ada 20 juta/mililiter sperma yang dikeluarkan setiap kali seorang pria ejakulasi. Sperma terbentuk di dalam testis lewat proses spermatogenesis. Dalam proses ini, sel induk sperma akan memperbanyak diri lewat mitosis dan miosis.

Mungkin persepsi yang selama ini terbentuk soal sistem reproduksi pria sangatlah sederhana: sperma keluar dari penis, masuk ke vagina, dan berenang hingga bertemu dengan sel telur. Dari situ, ovulasi bisa terjadi atau tidak.

Rupanya, ada konsep yang jauh lebih kompleks dari itu. Tidak hanya mitos seputar penis, konsep pembuahan oleh sperma juga memiliki banyak mitos sejak dulu.

Tahap paling awal yang perlu diketahui adalah pembuatan sel sperma, yaitu proses spermatogenesis.

Proses spermatogenesis

Sistem reproduksi pria memang dirancang secara spesifik untuk memproduksi, menyimpan, dan mengeluarkan sperma. Bagian-bagian sistem reproduksi pria adalah testis, saluran sperma, vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan penis itu sendiri.

Tahapan produksi sperma terjadi dalam proses spermatogenesis di dalam testis. Ketika seseorang mencapai usia pubertas, ia akan memproduksi jutaan sel sperma setiap harinya.

Di dalam testis, ada tabung-tabung kecil yaitu tubulus seminiferus yang menjadi rumah bagi hormon testosteron. Tak ketinggalan, ada sel germinal yang membelah diri dan terus berubah hingga berbentuk seperti sperma: kepala dan ekor memanjang.

Bagian kepala sperma ini mengandung kromosom dengan struktur badan berupa akrosom. Di dalamnya, ada enzim proteinase dan hialuronidase, senjata sperma untuk bisa menembus lapisan sel telur.

Bagian ekor dari sel sperma ini yang kemudian mendorong sperma ke dalam tabung di belakang testis, yaitu epididimis. Proses pertumbuhan sperma terus berlangsung selama sekitar 5 pekan. Jika rampung, sperma akan berpindah ke vas deferens.

Bergeraknya ekor sperma bisa terwujud berkat energi dari mitokondria kecil. Lokasinya terletak di bagian tengah akrosom. Mitokondria adalah semacam mesin penggerak fungsi sel.

Seluruh bagian sperma dari kepala hingga ekornya tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Ukurannya sangat kecil, sekitar 0,05 milimeter dari kepala hingga bagian ekor. 

Ketika seorang pria mendapatkan stimulus seksual, sperma akan bercampur dengan cairan dari kelenjar prostat dan vesikula seminalis menjadi air mani. 

Saat ejakulasi terjadi, air mani yang bisa mengandung antara 20-300 juta sel sperma akan keluar dari penis melalui uretra.

Itulah tahapan proses spermatogenesis hingga sel sperma siap untuk berenang mencapai sel telur dan melakukan pembuahan.

Penentuan sehat tidaknya sperma

Tidak semua pria memiliki sperma yang sehat. Sperma dengan volume melimpah, bisa jadi. Tapi sehat? Belum tentu. Setidaknya ada 3 indikator yang mendefinisikan sehat tidaknya sperma, yaitu:

  • Kuantitas

Idealnya, setiap kali ejakulasi seorang pria akan mengeluarkan 20 juta sperma setiap mililiter. Sel sperma ini akan keluar bersamaan dengan air mani setelah proses spermatogenesis rampung dilakukan.

Jika kuantitas sperma terlalu sedikit, kemungkinan terjadinya pembuahan juga rendah. Kandidat sperma heroik yang bisa berhasil mencapai sel telur semakin kecil.

  • Motilitas atau gerakan sperma

Untuk bisa mencapai sel telur, setidaknya 40% sel sperma yang keluar dalam satu ejakulasi harus bisa berenang lurus menuju sel telur. 

Perjalanannya pun tidak sederhana. Sel sperma harus melewati serviks, uterus, dan juga tuba falopi sebelum bisa bertemu dengan sel telur.

Jika sperma bisa berenang dengan aktif, disebut progressive. Namun jika gerakannya tidak bisa lurus, disebut non-progressive. Satu lagi istilahnya adalah immotile, jika sel sperma tidak mampu berenang mencapai sel telur.

  • Morfologi

Satu lagi indikator sehat tidaknya sperma adalah morfologi atau strukturnya. Normalnya, usai proses spermatogenesis, sperma akan terbentuk dengan struktur kepala dan ekor. Semakin banyak sel sperma dengan morfologi yang normal, tingkat kesuburan bisa meningkat.

Tentunya, proses spermatogenesis tidak akan sukses jika tidak didukung dengan gaya hidup sehat dari pemiliknya. Cara-caranya sebenarnya sederhana, seperti menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bernutrisi, mengelola stres, dan aktif bergerak.

Selain itu, Anda juga harus menghindari konsumsi alkohol, merokok, dan tak kalah penting pastikan suhu di bawah sana tidak terlalu tinggi. Untuk bisa memproduksi sperma secara optimal, testis perlu berada di suhu sekitar 34,4 derajat Celsius, lebih dingin dari suhu tubuh secara keseluruhan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-is-sperm-produced#takeaway
Diakses 29 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/sperm-myth-and-facts#4.-Sperm-only-needs-to-go-straight-for-the-egg
Diakses 29 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/fertility/art-20047584
Diakses 29 Oktober 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed