Menilik Spermatogenesis, Proses Pembentukan Sperma dalam Tubuh


Proses spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma dari sejak pria memasuki usia pubertas. Agar sperma yang dihasilkan berkualitas, spermatogenesis perlu didukung dengan gaya hidup sehat.

(0)
06 Nov 2019|Azelia Trifiana
Proses spermatogenesis pada priaTahapan produksi sperma terjadi dalam proses spermatogenesis di dalam testis
Terdapat sekitar 15-20 juta sel sperma per mililiter air mani setiap kali seorang pria ejakulasi. Sperma sendiri terbentuk di dalam testis lewat proses yang disebut dengan spermatogenesis. Dalam proses ini, sel induk sperma akan memperbanyak diri lewat mitosis dan miosis.Selama ini, sel sperma indentik dengan kegiatan "berenang" menuju sel telur dan terjadilah pembuahan. Padahal, sebelum keluar dari penis dan membuahi sel telur, ada serangkaian proses kompleks terbentuknya sel sperma.

Proses spermatogenesis, pembentukan sel sperma dalam tubuh

Sistem reproduksi pria memang dirancang secara spesifik untuk memproduksi, menyimpan, dan mengeluarkan sel sperma. Bagian-bagian sistem reproduksi pria adalah testis, saluran sperma, vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan penis itu sendiri.Produksi sel sperma (spermatozoa) dalam spermatogenesis terjadi di dalam testis. Ketika seseorang mencapai usia pubertas, ia akan memproduksi jutaan sel sperma. Proses pembentukan sperma ini juga tidak lepas dari peran hormon testosteron, sebagaimana dilansir dari National Institutes of Health (NIH)Pada testis terdapat tabung-tabung kecil, yang disebut dengan tubulus seminiferus. Tabung-tabung inilah yang menjadi tempat bagi hormon testosteron. Tak ketinggalan, ada sel germinal yang membelah diri dan terus berubah hingga berbentuk seperti sperma: kepala berbentuk lonjong dan ekor memanjang.Bagian kepala sperma ini mengandung kromosom dengan struktur badan berupa akrosom. Di dalamnya, ada enzim proteinase dan hialuronidase yang merupakan "senjata" sel reproduksi pria tersebut untuk bisa menembus lapisan sel telur.Bagian ekor dari sel sperma ini yang kemudian mendorong sperma ke dalam tabung di belakang testis, yaitu epididimis. Epidimis adalah tempat di mana sperma akan mengalami proses pematangan. Ya, sperma membutuhkan waktu sekitar 74 hari hingga benar-benar matang dan siap membuahi sel telur. Jika rampung, sperma akan berpindah ke vas deferens.
spermatogenesis
Saat ejakulasi, pria mengeluarkan 20-300 juta sel sperma
Bergeraknya ekor sperma bisa terwujud berkat energi dari mitokondria kecil. Lokasinya terletak di bagian tengah akrosom. Mitokondria adalah semacam mesin penggerak fungsi sel.Seluruh bagian sperma dari kepala hingga ekornya tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Ukurannya sangat kecil, sekitar 0,05 milimeter dari kepala hingga bagian ekor. Ketika seorang pria mendapatkan stimulus seksual, sperma akan bercampur dengan cairan dari kelenjar prostat dan vesikula seminalis menjadi air mani. Saat ejakulasi terjadi, air mani yang bisa mengandung antara 20-300 juta sel sperma akan keluar dari penis melalui uretra.Itulah tahapan proses spermatogenesis hingga spermatozoa siap untuk berenang mencapai sel telur dan melakukan pembuahan.

Penentuan sehat tidaknya sperma

Tidak semua pria memiliki sperma yang sehat. Sperma dengan volume melimpah, bisa jadi. Tapi sehat? Belum tentu. Setidaknya ada 3 indikator yang mendefinisikan sehat tidaknya sperma, yaitu:

1. Kuantitas

Idealnya, setiap kali ejakulasi seorang pria akan mengeluarkan 20 juta sperma setiap mililiter. Sel sperma ini akan keluar bersamaan dengan air mani setelah proses spermatogenesis rampung dilakukan.Jika jumlah sperma terlalu sedikit, kemungkinan terjadinya pembuahan juga rendah. Kandidat sperma heroik yang bisa berhasil mencapai sel telur semakin kecil.

2. Motilitas atau gerakan sperma

Agar proses pembuahan bisa terjadi, setidaknya 40% sel sperma yang keluar dalam satu ejakulasi harus bisa berenang lurus menuju sel telur. Perjalanannya pun tidak sederhana. Sel sperma harus melewati serviks, uterus, dan juga tuba falopi sebelum bisa bertemu dengan sel telur.Jika sperma bisa berenang dengan aktif, disebut progressive. Namun jika gerakannya tidak bisa lurus, disebut non-progressive. Satu lagi istilahnya adalah immotile, jika sel sperma tidak mampu berenang mencapai sel telur.

3. Morfologi

Satu lagi indikator sehat tidaknya sperma adalah morfologi atau strukturnya. Normalnya, usai proses spermatogenesis, sperma akan terbentuk dengan struktur kepala dan ekor. Semakin banyak sel sperma dengan morfologi yang normal, tingkat kesuburan bisa meningkat.

Cara meningkatkan kualitas sperma

Proses pembentukan sel sperma tidak akan berjalan dengan lancar jika tidak didukung dengan gaya hidup sehat. Berikut sejumlah gaya hidup sehat yang dapat Anda terapkan sebagai cara meningkatkan kualitas sperma yang dihasilkan oleh proses spermatogenesis:Untuk bisa memproduksi sperma secara optimal, testis perlu berada di suhu sekitar 34,4 derajat Celsius, lebih dingin dari suhu tubuh secara keseluruhan.Sampaikan pertanyaan Anda seputar kesehatan reproduksi pria kepada dokter terbaik di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Dengan fitur chat dokter, konsultasi medis jadi semakin mudah dan cepat! Download sekarang juga di App Store dan Google Play
meningkatkan kesuburanspermakesehatan priareproduksi pria
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-is-sperm-produced#takeaway
Diakses 29 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/sperm-myth-and-facts#4.-Sperm-only-needs-to-go-straight-for-the-egg
Diakses 29 Oktober 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/fertility/art-20047584
Diakses 29 Oktober 2019
National Institutes of Health. https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/understanding-how-testosterone-affects-men#:~:text=Testosterone%20is%20a%20sex%20hormone,red%20blood%20cells%20and%20sperm. Diakses pada 24 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait