Adakah Susu untuk Program Hamil yang Bikin Makin Subur?

Pilih susu segar bila Anda ingin minum susu untuk meningkatkan kesuburan kandungan
Sebenarnya tidak ada susu khusus untuk meningkatkan peluang hamil

Untuk memaksimalkan kesuburan seseorang, tentu ada jenis makanan dan minuman tertentu yang perlu diberi perhatian khusus. Bagaimana dengan susu untuk program hamil? Benarkah ada susu yang khusus membuat seorang wanita bisa lebih cepat hamil?

Selain buah untuk program hamil, mengonsumsi susu tertentu juga kerap disebut membantu menambah kesuburan seseorang. Sebenarnya, bukan jenis susu tertentu yang bisa membantu seorang wanita berhasil hamil, namun kembali lagi pada kondisi tubuh seseorang. Ada banyak faktor yang perlu diperhitungkan.

Olahan susu rendah lemak mengganggu kesuburan?

Sebelum membahas tentang susu untuk program hamil, menarik kita tengok penelitian dari Harvard School of Publich Health berkolaborasi dengan Brigham and Women’s Hospital. Mereka menemukan fakta bahwa produk olahan susu rendah lemak berpengaruh terhadap menurunnya kesuburan wanita.

Sebanyak 18,555 wanita berusia 24-42 tahun menjadi responden dalam penelitian ini. Tidak ada satupun di antara mereka yang pernah mengalami keluhan terkait infertilitas sebelumnya. 

Pengamatan dilakukan dalam rentang waktu yang cukup panjang yaitu 8 tahun mulai 1991 hingga 1999. Hasilnya, wanita yang mengonsumsi 2 porsi olahan susu rendah lemak 85% lebih berisiko mengalami ketidaksuburan ketimbang yang hanya mengonsumsi seminggu sekali.

Sebaliknya, wanita yang mengonsumsi produk olahan susu berlemak seperti es krim 25% tidak berisiko mengalami ketidaksuburan. 

Ada banyak penelitian serupa, namun hasilnya belum menunjukkan tren yang konsisten. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah konsumsi makanan olahan produk susu rendah lemak bisa meningkatkan risiko infertilitas seseorang.

Adakah susu untuk program hamil?

Kesimpulan yang juga kerap muncul adalah ketika seorang wanita tidak mengonsumsi susu sama sekali, keseimbangan hormon mereka membaik. Bisa jadi, kaitannya adalah risiko produksi lendir berlebih terutama bagi mereka dengan alergi laktosa.

Kelebihan produksi lendir ini diklaim mengganggu sistem produksi sehingga motilitas sperma berkurang. Selain itu, konsumsi susu juga kerap dihubungkan dengan gangguan sistem pencernaan sehingga nutrisi tidak dapat terserap secara maksimal.

Namun lagi-lagi, hal ini bisa berbeda antara satu orang dan lainnya. Sebisa mungkin, seorang wanita yang ingin memiliki keturunan perlu mengonsumsi susu untuk program hamil dengan beberapa syarat tertentu, seperti:

  • Konsumsi susu segar

Mengonsumsi susu yang masih segar atau terpasteurisasi dengan suhu tidak terlalu tinggi bisa jadi pilihan tepat bagi wanita yang ingin memiliki keturunan. Tujuannya tentu saja memastikan agar susu masih mengandung enzim dan nutrisi yang diperlukan tubuh.

Mengonsumsi susu segar juga tidak masalah selama sumbernya dari sapi yang diberi makan rumput (grass-fed cow) dan bukan makanan olahan sehingga proteinnya cukup baik. 

  • Alternatif susu kambing

Jenis susu yang paling populer adalah susu sapi. Meski demikian, susu untuk program hamil juga bisa diganti dengan susu kambing. Struktur susu kambing paling mirip dengan susu yang dihasilkan manusia.

Artinya, susu kambing lebih mudah terserap ketimbang susu sapi. Hanya perlu waktu 30 menit untuk mencerna susu kambing, sementara susu sapi perlu waktu sekitar 2-3 jam karena kadar lemaknya yang lebih tinggi.

Tak hanya itu, kandungan asam lemak dalam susu kambing juga lebih tinggi, sekitar 35%. Susu sapi hanya mengandung 17%. Susu kambing juga kerap menjadi pilihan bagi mereka memiliki alergi laktosa.

  • Berpengaruh terhadap hormon

Kandungan lemak dalam susu juga bisa menjadi stimulus ovulasi karena meningkatkan hormon estrogen dalam tubuh. Semakin tinggi kadar estrogen dalam tubuh, semakin rendah hormon insulin-like growth factor (IGF-1). Hasilnya, semakin besar kemungkinan terjadinya ovulasi.

Menjaga berat badan ideal

Menelusuri benang merah seputar topik susu untuk program hamil, rupanya tak ada satu jenis susu tertentu yang meningkatkan kesuburan seorang wanita. Justru yang lebih berperan dan penting adalah memastikan mengonsumsi makanan penyubur kandungan sehingga nutrisi yang diperlukan benar-benar tercukupi.

Tak kalah penting, pastikan berat badan Anda ideal. Tidak terlalu gemuk, tidak juga terlalu kurus. Wanita dengan indeks massa tubuh ideal punya kemungkinan lebih besar melihat dua garis di testpack mereka.

Sementara wanita kelebihan berat badan perlu waktu 2 kali lebih lama untuk bisa hamil. Di sisi lain, wanita yang berat badannya di bawah normal perlu waktu 4 kali lebih lama untuk hamil.

Kaitannya adalah terlalu banyak lemak dalam tubuh menyebabkan hormon estrogen berlebih. Kondisi ini dapat mengintervensi proses ovulasi. Jadi, jika Anda sedang dalam usaha memiliki keturunan, tak perlu berpatokan pada susu untuk program hamil tertentu. Tugas yang lebih penting: pastikan mengonsumsi makanan bergizi dan bernutrisi.

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/planning/get-pregnant-naturally/
Diakses 21 Oktober 2019

Live Science. https://www.livescience.com/44221-how-to-get-pregnant.html
Diakses 21 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/64192.php#2
Diakses 21 Oktober 2019

Romper. https://www.romper.com/p/best-milk-to-drink-when-trying-to-get-pregnant-turns-out-there-is-one-8498999
Diakses 21 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed