Ear candle dimasukkan ke dalam telinga untuk menarik kotoran yang ada
Ear candle menggunkan lilin khusus berbentuk kerucut

Ketika kotoran telinga sudah terasa penuh, tentu saja Anda akan merasa tidak nyaman. Sebagian orang pun mencoba manfaat ear candle di klinik kecantikan, tempat spa maupun salon.

Ear candle adalah salah satu teknik yang digunakan untuk membersihkan kotoran telinga menggunakan lilin khusus. Bahkan dipercaya terdapat berbagai manfaat ear candle lainnya. Namun benarkah terapi ini aman dilakukan?

Apa manfaat ear candle?

Dalam terapi ear candle, lilin yang digunakan merupakan lilin berongga berbentuk kerucut. Lilin khusus ini berukuran 10 inci yang terbuat dari linen, serta dilapisi oleh parafin dan beeswax. Lilin juga mungkin mengandung rosemary, sage, madu, atau minyak esensial. Umumnya, terdapat piring dari kertas yang sudah dilubangi untuk memasukkan lilin guna mencegah cairan lilin panas menetes pada kulit.

Terapis pun akan memasukkan lilin tersebut ke dalam lubang telinga Anda, sehingga Anda diharuskan tidur dengan posisi menyamping untuk memudahkannya. Selanjutnya, lilin akan dibakar pada ujung yang terluas selama 10-20 menit. 

Panas dari lilin dipercaya dapat menarik kotoran telinga. Setelah selesai melakukan perawatan, terapis akan menunjukkan kotoran telinga yang berhasil diangkat. Selain membantu membersihkan kotoran telinga, terdapat beberapa manfaat ear candle yang lain seperti:

  • Menghilangkan bakteri dan kotoran lainnya dari saluran telinga
  • Mengobati infeksi telinga
  • Meningkatkan kemampuan pendengaran
  • Mengatasi infeksi sinus
  • Meredakan sakit tenggorokan
  • Mengobati masuk angin dan flu
  • Mengurangi vertigo
  • Mengontrol tekanan darah dan stres

Sayangnya, tak ada bukti ilmiah yang valid mengenai manfaat ear candle. Faktanya, dokter pun tidak merekomendasikan praktik ini karena dianggap dapat berbahaya dan tidak efektif. 

Risiko bahaya ear candle

Food and Drug Administration (FDA) Amerika memperingatkan bahwa ear candle tidaklah aman. Sebab di samping tak adanya manfaat yang terbukti, terapi tersebut juga dapat menyebabkan penumpukan kotoran telinga yang lebih buruk atau bahkan cedera fisik yang serius.

Dalam sebuah studi tahun 2016, seorang anak laki-laki berusia 16 tahun melakukan terapi ear candle untuk alerginya. Namun, ia mulai mengalami rasa sakit di telinganya dan kemampuan mendengarnya pun berkurang. Dokter pun mengeluarkan puing-puing sisa pembakaran lilin dari gendang telinganya.  Adapun risiko bahaya potensial yang dapat ditimbulkan akibat ear candle, yaitu:

  • Terbakarnya saluran telinga, telinga tengah, gendang telinga, leher atau wajah
  • Menghalangi dan menyakiti gendang telinga
  • Cedera telinga
  • Mengalami gangguan pendengaran 
  • Mengembangkan otitis eksterna (infeksi telinga luar)
  • Menyebabkan kerusakan pada telinga tengah
  • Pendarahan telinga

Anak-anak memiliki saluran telinga yang jauh lebih kecil daripada orang dewasa sehingga membuatnya lebih rentan terkena penyumbatan akibat ear candle. Selain itu, orang dengan infeksi telinga yang melakukan terapi ini justru kondisinya bisa semakin memburuk.

Pilihan tepat membersihkan telinga

Pilihan yang paling tepat dan aman untuk membersihkan telinga tentu saja dengan pergi ke dokter. Dokter akan membersihkan telinga menggunakan sendok serumen, perangkat hisap, forseps, dan irigasi sehingga telinga Anda terbebas dari kotoran yang menumpuk. Namun, Anda juga dapat melakukan perawatan di rumah dengan cara yang lebih aman daripada ear candle, sebagai berikut:

  • Obat tetes telinga

Obat tetes telinga dapat melembutkan dan mengeluarkan kotoran dari telinga. Obat ini umumnya mengandung hidrogen peroksida, saline, asam asetat, natrium bikarbonat, dan gliserin. Anda hanya cukup meneteskannya pada telinga sesuai dengan petunjuk penggunaan, baik mengenai berapa tetes dan berapa lama harus menunggu.

  • Minyak tertentu

Anda juga dapat menggunakan minyak tertentu, seperti baby oil, minyak zaitun, dan minyak mineral untuk melunakkan kotoran telinga. Anda dapat meneteskan minyak pada telinga menggunakan pipet untuk mengeluarkan kotoran yang mengganggu. Penggunaan minyak tersebut tidak boleh dilakukan jika telinga Anda mengalami cedera serius.

  • Hidrogen peroksida

Anda juga dapat menggunakan hidrogen peroksida 3% sebagai tetes telinga. Hidrogen peroksida dipercaya dapat memecah kotoran telinga. Anda dapat mengisi pipet dengan bahan tersebut dan meneteskannya pada telinga.

Meski tidak seberbahaya ear candle, Anda tetap harus berhati-hati ketika melakukan berbagai cara tersebut. Jika tak dapat membersihkan telinga sendiri atau memiliki keluhan yang berkaitan dengan telinga, jangan ragu untuk memeriksakan diri pada dokter THT agar Anda mendapat penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/the-truth-about-ear-candles#better-options
Diakses pada 17 April 2020.
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323685#risks-and-side-effects
Diakses pada 17 April 2020.

Artikel Terkait