Fungsi usus buntu adalah menjaga sistem pencernaan dengan menjadi tempat berkembang biak bakteri baik
Usus buntu terletak di perut bagian kanan bawah, tepat di titik pertemuan usus halus dan usus besar

Jika mendengar kata usus buntu, tentu yang terlintas di kepala adalah sesuatu yang harus dibuang lewat prosedur operasi. Bahkan, perlu dipertanyakan apakah ada fungsi usus buntu untuk sistem pencernaan atau tubuh manusia. Jika dulu usus buntu dianggap tak berguna, banyak penelitian membuktikan sebaliknya.

Biasanya, orang memberi “perhatian” pada usus buntu ketika ada masalah. Tanda-tandanya adalah nyeri tak tertahankan pada perut bagian kanan bawah. Di situlah letak usus buntu, tepat di titik pertemuan usus halus dan usus besar.

Apa fungsi usus buntu?

Usus buntu adalah bagian tubuh berbentuk tabung dengan panjang sekitar 10 cm. Posisinya melekat pada bagian awal usus besar. Beberapa fungsi usus buntu di antaranya:

1. Tempat bakteri baik berkembang

Banyak yang meyakini bahwa fungsi usus buntu yang paling utama adalah menjadi tempat berkembangnya bakteri baik. Dengan adanya bakteri baik, sistem pencernaan akan semakin lancar. 

2. Organ pendukung sistem imun

Tim peneliti dari University Arizona College of Osteopathic Medicine meneliti bahwa fungsi usus buntu bisa jadi merupakan organ pendukung sistem imun. Tak hanya itu, usus buntu juga mengandung jaringan tertentu yang berhubungan dengan sistem limfatik dan membawa sel darah putih, yang bertugas menangkal infeksi. 

3. Menjaga sistem pencernaan

Masih berhubungan dengan fungsi usus buntu sebagai “safe house” untuk bakteri baik, hal ini juga berhubungan dengan kesehatan sistem pencernaan. Contohnya ketika sistem cerna seseorang mengalami masalah seperti diare atau penyakit lain, bakteri baik dari usus buntu dapat mengambil alih sistem cerna dan melindungi dinding usus.

Mengapa usus buntu bisa bermasalah?

Bermasalahnya usus buntu seperti mengalami peradangan hingga infeksi membuatnya terkadang harus diangkat lewat prosedur operasi. Walaupun ada risikonya, operasi usus buntu tidak menimbulkan dampak negatif pada kesehatan.

Umumnya, kondisi usus buntu atau apendisitis terjadi karena infeksi abdominal yang meluas hingga menutup jalur usus. Beberapa penyebab penyumbatan ini adalah:

  • Konstipasi
  • Parasit
  • Menelan objek keras yang kemudian terperangkap di dalam usus buntu
  • Trauma abdominal
  • Jaringan limfatik usus buntu membesar

Ketika terjadi infeksi, maka bakteri di usus buntu akan berkembang tanpa terkendali. Akibatnya, organ ini bisa membengkak dan berisi nanah. Itulah mengapa orang yang mengalami masalah pada usus buntu bisa merasakan nyeri hebat di perut kanan bawah, muntah, hingga diare.

Untuk mengatasinya, pemberian antibiotik bisa dilakukan untuk mengatasi infeksi. Namun jika kondisinya sudah parah, maka perlu ada prosedur intervensi berupa operasi, bergantung pada seberapa parah kondisinya. Faktor medis setiap individu juga perlu dipertimbangkan sebelum mengambil langkah medis.

Jika dibiarkan tanpa diobati sama sekali, masalah pada usus buntu dapat membuatnya pecah. Isi dari usus buntu ini bisa menyebar ke perut, utamanya menyebabkan infeksi pada peritoneum, membran serupa sutra yang melindungi rongga perut.

Ketika usus buntu pecah, maka bisa terjadi komplikasi berupa sepsis atau infeksi pada darah. Kondisi ini bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Inovasi medis mengatasi masalah usus buntu

Inovasi medis dari waktu ke waktu membuat operasi usus buntu kini bisa menjadi lebih sederhana. Jika sebelumnya operasinya cukup besar, kini hanya perlu operasi minimal yaitu laparoskopi.

Untuk melakukan laparoskopi, dokter hanya perlu melakukan 2 insisi berukuran kecil, tidak perlu insisi besar. Dengan demikian, prosedur ini lebih tidak menyakitkan ketimbang operasi biasa.

Tak hanya itu, proses pemulihan dan kebutuhan untuk menginap di rumah sakit juga lebih singkat. Laparoskopi untuk mengatasi masalah usus buntu juga tercatat lebih rendah menyebabkan komplikasi.

Bahkan, bukan tidak mungkin tak perlu dilakukan operasi laparoskopi sekalipun. Dalam penelitian yang dirilis di British Medical Journal, antibiotik saja bisa jadi langkah penanganan terbaik untuk masalah usus buntu yang sederhana.

Pengobatan dengan antibiotik bisa mengurangi risiko komplikasi hingga 31%. Artinya, ini bisa jadi pilihan pengobatan yang aman dan efektif.

Namun tentunya, pengobatan tanpa harus melalui prosedur operasi hanya bisa dilakukan jika tidak menimbulkan gejala yang mengganggu dan segera hilang. Untuk itu, jika kerap merasakan nyeri pada perut kanan bawah, tak ada salahnya segera memeriksakan diri ke dokter.

Healthline. https://www.healthline.com/health/what-does-the-appendix-do#outlook
Diakses 15 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/news/20071012/appendix-may-have-purpose#2
Diakses 15 Maret 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/appendicitis/guide/appendix/
Diakses 15 Maret 2020

BMJ. https://www.bmj.com/content/344/bmj.e2156
Diakses 15 Maret 2020

Artikel Terkait