Ada 10 Golongan Antibiotik yang Bisa Digunakan, Apa Bedanya?

Ada 10 golongan antibiotik yang bisa dipilih sesuai kondisi penyakit
Golongan antibiotik ada beragam, bisa dipilih sesuai kebutuhan

Antibiotik memang ampuh untuk membasmi berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Namun, obat ini tidak bisa diminum sembarangan karena ada berbagai macam golongan antibiotik yang spesifik digunakan untuk penyakit tertentu. Sehingga, penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.

Aturan penggunaan antibiotik berbeda dari obat kebanyakan. Sebab jika digunakan terlalu sering dan dengan cara yang tidak tepat, antibiotik bisa menimbulkan resistensi atau kekebalan bakteri terhadap obat.

Jika bakteri di tubuh sudah resisten atau kebal terhadap obat, tentu akan lebih sulit untuk mebunuhnya dan Anda pun akan semakin sulit sembuh. Maka dari itu, Anda perlu mengenali lebih jauh jenis atau golongan antibiotik yang ada beserta penggunaannya. Dengan begitu, Anda diharapkan tidak lagi menggunakan obat ini secara sembarangan tanpa resep dokter.

Sekilas tentang antibiotik

Antibiotik adalah obat untuk menyingkirkan infeksi bakteri. Jadi, penggunaan obat ini tidak akan ampuh untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu atau Covid-19.

Bakteri sendiri pun terdiri dari berbagai jenis, seperti aerob (bakteri yang hanya bisa hidup jika ada oksigen dan anerob (bakteri yang bisa hidup tanpa oksigen), serta gram positif maupun gram negatif.

Perbedaan jenis ini membuat tidak semua obat efektif untuk membasminya. Karena itu, berbagai golongan antibiotik dibuat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Antibiotik tersedia dalam spektrum sempit dan luas. Antibiotik spektrum sempit menyasar bakteri spesifik, sedangkan antibiotik spektrum luas digunakan untuk membasmi banyak jenis bakteri sekaligus.

Dalam aturan penggunaan antibiotik, obat spektrum sempit sebisa mungkin dipilih sebelum meresepkan antibiotik spektrum luas. Sebab, jika spektrum luas terlalu sering digunakan, maka resistensi bakteri akan semakin mudah terjadi.

Golongan antibiotik yang bermacam-macam, baik spektrum luas maupun sempit, memungkinkan dokter untuk meresepkannya sesuai kebutuhan. Selain itu, pilihan yang ada juga bisa dijadikan alternatif saat seseorang alergi terhadap jenis antibiotik tertentu.

Mengenal golongan antibiotik

Berikut ini, golongan antibiotik yang dapat diresepkan oleh dokter.

1. Penicillin

Penicllin adalah salah satu golongan antibiotik yang paling sering digunakan. Beberapa obat yang masuk ke dalam golongan ini antara lain adalah amoxicillin dan ampicilin.

Penicillin termasuk sebagai obat antibiotik spektrum luas dan merupakan antibiotik pertama yang ditemukan di dunia.

2. Tetracycline

Tetracycline juga termasuk sebagai obat antibiotik spektrum luas yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit, di antaranya:

Penggunaan tetracycline dalam jangka waktu lama bisa membuat gigi mengalami perubahan warna menjadi gelap atau abu-abu. Sehingga, penggunaan obat ini sekarang sudah cukup dibatasi.

Contoh obat yang masuk dalam golongan tetracycline antara lain:

3. Cephalosporin

Cephalosporin adalah antibiotik yang biasanya digunakan untuk membunuh berbagai jenis bakteri, termasuk bakteri gram negatif. Obat ini biasanya diresepkan untuk mengobati berbagai penyakit seperti:

Contoh obat yang masuk dalam golongan cephalosporin antara lain:

  • Cefotaxime
  • Ceftazidime
  • Cefuroxime

4. Quinolon

Antibiotik golongan quinolone atau yang sering juga disebut sebagai fluoroquinone, merupakan antibiotik spektrum luas yang bisa digunakan untuk mengobat berbagai kondisi, seperti:

  • Pneumonia nosokomial
  • Prostatitis bakteri
  • Antraks

Contoh obat yang masuk dalam golongan quinolon antara lain:

5. Lincomycins

Lyncomycin efektif untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif aerob dan anaerob, serta bakteri gram negatif anaerob. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi infeksi yang parah seperti:

Contoh obat yang termasuk dalam golongan lyncomycin adalah clyndamycin dan lincomycin.

6. Macrolid

Golongan antibiotik macrolid dapat digunakan untuk mengatasi penyakit seperti:

Contoh obat yang termasuk dalam golongan ini antara lain:

7. Sulfonamid

Sulfonamid efektif digunakan untuk mengobati bakteri gram positif maupun negatif. Namun resistensi bakteri akan obat ini sudah banyak terjadi. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kemih, pneumonia pneumocystis, dan infeksi telinga.

Contoh obat yang termasuk dalam golongan ini antara lain sulfamethoxazole dan trimethoprim, serta sulfasalazine.

8. Glikopeptid

Obat yang masuk dalam golongan antibiotik ini dapat digunakan untuk mengatasi infeksi methicillin-resistant staphyloccus aureus (MRSA). Selain itu, glycopeptid juga dapat menyembuhkan infeksi kulit yang berat hingga endokarditis.

Contoh obat yang masuk dalam golongan ini antara lain dalbavancin, oritavancin, telavancin, dan vancomycin.

9. Aminoglikosida

Berbeda dari antibiotik lain yang lebih sering dikonsumsi secara oral, aminoglikosida lebih sering diberikan secara injeksi atau suntikan, langsung ke pembuluh darah. Contoh obat yang masuk dalam golongan antibiotik ini antara lain gentamicin, tobramycin, amikacin.

10. Carbapenem

Carbapenem adalah antibiotik spektrum luas yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi parah yang sudah membahayakan nyawa, seperti infeksi lambung, infeksi ginjal, pneumonia, dan infeksi yang didapat dari rumah sakit yang resisten terhadap banyak jenis obat.

Obat ini biasanya baru akan digunakan jika antibiotik lainnya benar-benar sudah tidak mampu membunuh bakteri penyebab penyakit. Yang termasuk obat golongan ini antara lain:

  • Imipenem dan cilastatin
  • Meropenem
  • Doripenem
  • Ertapenem

Dari sekian banyak golongan antibiotik yang ada, dokter akan memilih jenis yang paling tepat sesuai kondisi Anda. Sehingga, jangan sekali-kali mengonsumsi antibiotik tanpa resep dan anjuran dari dokter.
Jika tidak sesuai anjuran, konsumsi antibiotik tidak menyembuhkan penyakit Anda dan malah akan memperparah kondisi karena bakteri semakin sulit dibasmi.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3031442/
Diakses pada 9 Juni 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/216798
Diakses pada 9 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/article/antibiotics.html#a6
Diakses pada 9 Juni 2020

Artikel Terkait