Ada di Telur Hingga Daging, Waspadai Bakteri Salmonella pada Makanan

Bakteri salmonella bisa menyebabkan diare, tifus, hingga infeksi salmonellosis
Bakteri salmonella bisa menyebabkan infeksi yang disebut salmonellosis

Bakteri salmonella adalah sekelompok jenis bakteri yang menjadi penyebab berbagai infeksi umum, seperti diare, keracunan makanan, hingga demam tifoid. Bakteri ini, juga bisa menyebabkan suatu kondisi infeksi yang disebut salmonellosis.

Gejala penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella sebenarnya tidak jauh berbeda satu sama lain. Demam, mual dan gangguan pencernaan, selalu menjadi bagian di dalamnya.

Gangguan yang ditimbulkan oleh bakteri salmonella umumnya bersifat ringan. Namun, pada beberapa kasus, infeksi yang terjadi bisa berkembang menjadi parah, bahkan hingga mengancam nyawa. Oleh karena itu, kontaminasi salmonella perlu dihindari.

Bakteri salmonella ada di sekitar kita

Salah satu faktor yang membuat infeksi salmonella umum terjadi adalah karena bakteri ini mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari. Berikut ini, hal-hal yang bisa menjadi sumber infeksi salmonella.

1. Daging hewan

Bakteri salmonella yang terdapat pada daging hewan, bisa masuk ke tubuh dan menyebabkan infeksi, terutama apabila daging tidak dimasak dengan sempurna. Beberapa jenis daging yang dimaksud antara lain daging sapi, daging unggas, dan daging babi.

Selain daging, bakteri ini juga terdapat di telur dan susu. Apabila telur dan susu yang Anda konsumsi terkontaminasi bakteri ini, maka infeksi bisa muncul.

2. Cara mengolah makanan

Cara Anda mengolah makanan juga bisa memengaruhi risiko infeksi bakteri salmonella. Apabila ada bagian ayam atau daging yang terkontaminasi bakteri ini, yang menyentuh sayuran dan buah-buahan yang sedang Anda siapkan, maka infeksi bisa terjadi.

3. Tidak cuci tangan setelah buang air

Setelah buang air besar atau mengganti popok bayi, segeralah mencuci tangan. Sebab jika tidak, bakteri yang ada pada kotoran bisa menimbulkan gangguan kesehatan, seperti infeksi.

4. Pestisida

Anda juga dapat terinfeksi salmonella apabila buah dan sayur yang Anda makan, terkontaminasi bakteri ini dari pestisida yang digunakan. Sebab, ada beberapa jenis pestisida yang mengandung kotoran hewan di dalamnya. Kotoran tersebut merupakan tempat bakteri ini berdiam.

5. Air

Air yang digunakan untuk menyiram tumbuhan yang kita konsumsi, seperti sayur dan buah juga bisa menjadi sumber penyebaran bakteri ini. Sebab, air bisa saja terkontaminasi dari kotoran hewan yang berada dekat sumber air tersebut.

6. Hewan peliharaan

Hewan peliharaan seperti anjing, kucing, burung, dan reptil seperti kadal, ular, atau kura-kura, juga bisa menjadi sumber infeksi bakteri salmonella. Hewan bisa menyebarkan bakteri ini melalui kotorannya, yang bisa menempel pada bulu, kandang, maupun tubuhnya.

Infeksi bisa terjadi apabila Anda memasukkan tangan ke mulut tanpa mencuci tangan sebelumnya, setelah bermain dengan hewan peliharaan.

Gejala infeksi bakteri salmonella

Gejala infeksi bakteri salmonella bisa muncul beberapa jam hingga dua hari setelah paparan terjadi. Gejala yang muncul di antaranya:

  • Mual
  • Muntah
  • Kram perut
  • Diare
  • Demam
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Feses berdarah

Gejala ini umumnya akan terjadi selama dua hingga tujuh hari. Sementara itu, diare bisa bertahan hingga 10 hari, dan butuh beberapa bulan hingga sistem pencernaan bisa kembali bekerja secara normal.

Perawatan infeksi bakteri salmonella

Pada banyak kasus, infeksi bakteri salmonella bisa sembuh dengan sendirinya setelah satu minggu. Namun pada beberapa kondisi, pasien membutuhkan perawatan yang lebih intensif akibat infeksi yang lebih parah, seperti berikut ini.

• Pemberian infus

Apabila diare yang terjadi cukup parah hingga menyebabkan dehidrasi, maka pemberian infus mungkin akan dilakukan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang secara cepat.

• Konsumsi antibiotik

Antibiotik baru akan diberikan oleh dokter apabila gejala yang dialami sudah cukup parah. Antibiotik juga direkomendasikan, apabila bakteri sudah atau akan memasuki aliran darah.

• Obat antimotilitas

Obat ini bisa menghentikan diare dan meredakan kram perut yang muncul.

Cara mencegah terjadinya infeksi bakteri salmonella

Cara paling mudah dan efektif untuk mencegah infeksi bakteri salmonella adalah dengan rajin mencuci tangan. Selain itu, cara-cara di bawah ini, juga bisa dilakukan untuk mencegah infeksi bakteri salmonella.

• Masak daging hingga matang

Bakteri salmonella yang ada di daging hewan, bisa mati apabila daging tersebut dimasak dengan suhu tinggi hingga matang. Untuk menghindari infeksi salmonella, sebaiknya jangan makan daging yang dimasak setengah matang.

Menghangatkan makanan dengan microwave bukan cara efektif untuk membunuh salmonella. Oleh karena itu, sebaiknya makanan dimasak menggunakan api di kompor.

• Berhati-hati saat mengolah telur

Telur juga bisa menjadi sumber infeksi bakteri salmonella. Sehingga, lebih baik tidak mengonsumsi telur setengah matang, atau bahkan mentah, terlebih jika kebersihannya tidak terjamin.

• Bersihkan dapur secara berkala

Bersihkan dapur untuk meminimalisir risiko penyebaran bakteri salmonella. Jangan menyimpan daging mentah di dekat makanan matang, atau sayuran yang akan diolah.

Sebelum dan setelah memasak, pastikan Anda mencuci tangan hingga bersih. Lalu, bersihkan juga alas potong, pisau, serta alat masak lainnya yang sudah bersentuhan dengan daging mentah. Jangan gunakan pisau dan alas potong yang telah digunakan pada daging mentah, untuk memotong sayuran atau buah.

• Jaga kebersihan hewan peliharaan

Bersihkan hewan peliharaan Anda secara berkala, baik tubuh, kotoran, maupun kandangnya. Cuci tangan setelah bersentuhan dengan hewan peliharaan, sebelum Anda melakukan kegiatan lainnya.

• Simpan makanan sisa di kulkas

Setelah dimasak, jangan membiarkan makanan berada selama lebih dari dua jam di atas meja. Sebaiknya, jika ada yang tersisa, segera masukkan ke kulkas.

Infeksi bakteri salmonella mudah terjadi. Sehingga, kita harus lebih waspada saat mengolah maupun mengonsumsi makanan. Ikuti langkah-langkah pencegahan di atas, agar tubuh terlindungi dari bakteri ini.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/salmonella/symptoms-causes/syc-20355329
Diakses pada 28 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/food-recipes/food-poisoning/what-is-salmonella#1
Diakses pada 28 November 2019

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/salmonella-(non-typhoidal)
Diakses pada 28 November 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/salmonellosis.html
Diakses pada 28 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/160942.php
Diakses pada 28 November 2019

Artikel Terkait