Ada di Dalam Obat hingga Kosmetik, Apakah Ethanol Berbahaya?


Ethanol adalah cairan tanpa warna dan merupakan turunan dari alkohol. Ini menjawab apakah ethanol berbahaya karena mudah terbakar. Bahkan, mengonsumsi zat ini bisa menyebabkan koma dan kematian.

(0)
15 Dec 2020|Azelia Trifiana
Ethanol sering digunakan untuk kosmetikEthanol adalah cairan turunan dari alkohol
Ethanol adalah cairan tanpa warna dan merupakan turunan dari alkohol. Ini menjawab apakah ethanol berbahaya karena mudah terbakar. Bahkan, mengonsumsi zat ini bisa menyebabkan koma dan kematian.Sejak berabad silam, ethanol telah digunakan untuk campuran formulasi air dan juga bahan lain seperti klorida dan hidrokarbon. Tak hanya untuk minuman beralkohol, cairan ini juga digunakan dalam produk lain seperti parfum, obat-obatan, hingga produk pembersih rumah tangga.

Apakah ethanol berbahaya?

Campuran ethanol yang paling sering digunakan adalah E85, terdiri dari 85% bahan bakar ethanol denatured (bukan untuk dikonsumsi) serta 15% gasoline atau hidrokarbon lainnya.Penggunaannya untuk produk-produk seperti:
  • Pembersih kutek
  • Parfum
  • Biofuel
  • Pengawet gasoline
  • Pengawet untuk sampel produk biokimia
  • Obat-obatan
  • Produk pembersih rumah tangga
  • Produk kecantikan
Terlepas dari betapa umumnya ethanol digunakan, ini termasuk zat yang berbahaya. Ethanol sangat mudah terbakar sehingga penggunanya harus tahu betul flash point atau temperatur saat bahan bakar bisa menghasilkan api.Mengonsumsi ethanol sembarangan bisa menyebabkan koma dan kematian. Selain itu, ethanol juga berpotensi memiliki sifat karsinogenik.Beberapa risiko bahaya itu membuat ethanol harus disimpan dan diolah dengan sangat hati-hati, baik untuk pekerjaan maupun rumah tangga.

Dampak ethanol terhadap tubuh

Ethanol adalah cairan tanpa warna yang mudah larut dalam air. Penyerapan ethanol utamanya pada usus halus. Mengonsumsi alkohol dalam waktu singkat atau kuantitas terlalu banyak dapat meningkatkan kadar konsentrasi alkohol dalam darah.Proses metabolisme alkohol atau ethanol adalah di dalam hati. Enzim dehidrogenase mengubah alkohol menjadi acetaldehyde, jenis zat yang menimbulkan dampak hangover. Kemudian, racun acetaldehyde ini akan diubah lagi menjadi asam asetat sebelum akhirnya menjadi karbon dioksida dan air. Proses pembuangan alkohol terjadi melalui urine, napas, dan juga keringat.Selain itu, konsumsi alkohol dan ethanol juga berdampak pada kinerja gamma-aminobutyric acid, neurotransmitter yang menghambat respons neurologis tak menguntungkan. Akibatnya, alkohol membuat sistem saraf pusat tak terlalu responsif. Kapasitas fisik dan kognitif pun menurun.Perlu diingat pula reaksi ini akan muncul bahkan ketika konsumsi alkohol hanya dalam jumlah sedikit. Sensasi euforia saat mengonsumsi sedikit alkohol bisa saja berubah menjadi depresi ketika kadar alkohol yang dikonsumsi terlalu banyak.Ethanol yang dikonsumsi dalam alkohol dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan toleransi meningkat. Artinya, perlu lebih banyak jumlah alkohol untuk bisa mendapatkan sensasi sesuai ekspektasi.Ketika tubuh mulai bergantung pada alkohol, penghentian mendadak akan menimbulkan gejala-gejala withdrawal. Jangan diremehkan karena proses withdrawal ini bisa menimbulkan kecemasan berlebih, tremor, halusinasi, kejang, hingga mengancam nyawa seseorang.

Mencegah paparan ethanol

Setelah memahami bahwa ethanol bisa diolah dalam alkohol atau produk lainnya, penting untuk tahu bagaimana cara aman terpapar zat ini. Paparan bisa terjadi lewat inhalasi, kontak dengan kulit, hingga menelan. Seluruh kondisi ini sangatlah serius dan harus dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan bahaya.Ketika harus menggunakan ethanol secara langsung, sebaiknya gunakan alat pelindung pernapasan, sepatu boots, sarung tangan karet, apron khusus industri, overall, kacamata pengaman, dan juga face shield.Lalu, apa yang harus dilakukan ketika tanpa sengaja terpapar ethanol?
  • Inhalasi

Setelah tanpa sengaja menghirup ethanol, segera cari area dengan ventilasi baik agar bisa mendapatkan udara segar. Selain itu, kontak tenaga medis untuk mendapatkan penanganan lebih jauh.
  • Kontak kulit

Orang yang terpapar ethanol lewat kontak kulit harus segera mencucinya dengan air hangat serta sabun. Jika iritasi masih terjadi, cari bantuan medis.
  • Kontak dengan mata

Tanpa sengaja terkena cipratan ethanol harus segera ditangani dengan membasuh mata setidaknya selama 15 menit tanpa henti. Kontak pula tenaga medis darurat.
  • Tertelan

Jika tertelan, segera berbaring dan hubungi tenaga medis. Jangan minum apapun karena bisa menimbulkan dampak lebih buruk. Memaksa agar muntah juga tidak disarankan karena bisa berbahaya.Menyimpan bahan ethanol juga tidak bisa sembarangan karena sifatnya yang korosif. Tempat penyimpanan yang paling disarankan adalah dari bahan stainless steel karena tidak rentan mengalami korosi.

Ethanol adalah zat yang ada di sekitar kita. Jika tanpa sengaja terkena kontak langsung di tempat kerja atau rumah, segera lakukan langkah penanganan yang tepat.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar langkah-langkah penanganan serta cara aman mengelola ethanol, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kesehatanhidup sehatpola hidup sehat
MSDS Online. https://www.msdsonline.com/2014/04/21/ethanol-versatile-common-and-potentially-dangerous/Drugs. https://www.drugs.com/alcohol.html
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait