Ada Dalam Cairan Pembersih, Ini Bahaya Gas Amonia Bagi Tubuh

Gunakan sarung tangan saat akan menyikat lantai kamar mandi dengan cairan pembersih yang mengandung gas amonia
Gas amonia yang terkandung dalam cairan pembersih kamar mandi biasanya memiliki kadar sedikit dan tetap aman

Belakangan ini, masyarakat semakin akrab dengan berbagai produk pembersih sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit. Salah satu kandungan yang cukup umum ada dalam produk pembersih adalah gas amonia. 

Sebenarnya, amonia memiliki banyak manfaat dan peran dalam industri kimia. Namun tentu saja ada sisi bahaya dari amonia yang perlu kita waspadai. 

Apa itu gas amonia?

Amonia (NH3) adalah senyawa kimia dalam bentuk gas yang tidak berwarna. Di alam, amonia diproduksi di tanah. Amonia juga diproduksi secara alami hasil penguraian bahan organik seperti tanaman, hewan, dan kotoran hewan.

Karakteristik kimia dan fisik dari gas amonia:

  • Pada suhu ruang, amonia berbentuk gas yang tidak berwarna, bersifat sangat mengiritasi dengan bau yang menyengat dan menyesakkan.
  • Bentuk murni dari amonia disebut amonia anhidrat yang memiliki sifat higroskopis (mudah menyerap kelembapan).
  • Amonia memiliki sifat alkali dan korosif.
  • Gas amonia mudah dikompresi dan membentuk cairan bening di bawah tekanan.
  • Amonia tidak mudah terbakar, tetapi wadah amonia bisa meledak jika terkena panas tinggi.

Manfaat dan kegunaan gas amonia

Sekitar 80% amonia yang diproduksi oleh industri digunakan untuk keperluan pertanian sebagai pupuk. Zat ini juga digunakan sebagai gas pendingin untuk memurnikan air. Selain itu, amonia digunakan dalam pembuatan plastik, sebagai bahan peledak, tekstil, pestisida, pewarna dan bahan kimia lainnya. 

Amonia juga banyak ditemukan dalam cairan pembersih rumah tangga. Biasanya produk amonia untuk peralatan rumah tangga memiliki kadar 5 sampai 10 persen. 

Amonia efektif untuk membersihkan berbagai permukaan benda, mulai dari bak mandi, wastafel, toilet, meja, dan ubin kamar mandi. Karena menguap dengan cepat, gas amonia kerap digunakan dalam larutan pembersih kaca yang efektif untuk membersihkan tanpa meninggalkan goresan.

Efek gas amonia yang membahayakan

Meskipun banyak manfaatnya, gas amonia juga menyimpan sejumlah bahaya, diantaranya adalah:

  • Efek amonia yang terhirup di saluran napas

Karena amonia dapat menguap dengan cepat, potensi untuk terhirupnya pun sangat besar. Amonia bersifat iritan dan korosif. Paparan amonia dengan konsentrasi tinggi di udara dapat menyebabkan sensasi terbakar pada hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. 

Hal ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga kerusakan saluran napas. Amonia pada konsentrasi yang lebih rendah dapat menyebabkan batuk dan iritasi hidung serta tenggorokan. Bau gas amonia memang menyengat tetapi jika terus-menerus terpapar, hidung akan terbiasa. Akibatnya, penciuman pun tidak bisa lagi mendeteksi adanya bau amonia yang seharusnya dihindari. 

  • Efek amonia pada kulit atau mata

Paparan gas amonia kadar rendah dari udara atau larutan pembersih pada kulit atau mata dapat menghasilkan reaksi iritasi. Konsentrasi amonia yang lebih tinggi dapat menyebabkan cedera parah dan luka bakar. Laporan menyebutkan adanya kasus kerusakan mata permanen atau kebutaan akibat paparan gas amonia. Cedera pada mata mungkin tidak terlihat sampai satu minggu setelah paparan. 

  • Efek amonia pada sistem pencernaan jika tertelan

Jika amonia tertelan, maka akan terjadi kerusakan korosif pada mulut, tenggorokan, dan perut. Apabila paparan terjadi terus-menerus, kadar amonia dalam tubuh akan menumpuk. Fungsi metabolisme tubuh pun dapat terganggu dan berdampak buruk bagi sel saraf otak. 

Amonia yang tertelan dalam jumlah sedikit biasanya tidak menyebabkan keracunan sistemik. Namun jika tertelan dalam jumlah banyak, efek sistemik seperti kejang hingga koma bisa saja terjadi. 

Cara menangani paparan gas amonia pada tubuh

Tidak ada obat khusus untuk keracunan amonia, tetapi lakukan pertolongan pertama berikut ini:

  • Jika terkena mata dan kulit, segera alirkan air mengalir dalam jumlah banyak.
  • Jika terhirup, berikan tabung oksigen untuk membantu pernapasan dan pastikan jalur pernapasan tidak terhambat.
  • Jika amonia tertelan, maka segera minum air putih yang banyak atau susu untuk menetralkan sistem pencernaan.

Cara aman menggunakan produk yang mengandung amonia

Untuk menghindari bahaya amonia di atas, ada baiknya untuk menggunakannya dengan cara yang benar. Ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan ketika harus menggunakan produk yang mengandung gas amonia, yakni:

  • Ikuti petunjuk penggunaan yang ada pada label kemasan produk pembersih yang mengandung gas amonia. 
  • Sebelum produk digunakan, pastikan ventilasi udara lancar. Anda dapat membuka jendela atau pintu saat membersihkan dengan produk amonia.
  • Gunakan sarung tangan, masker, pakaian yang tertutup atau kacamata pelindung saat menggunakan produk tersebut untuk mencegah terpaparnya amonia pada saluran pernapasan, kulit, dan mata.
  • Jangan mencampurkan amonia dengan pemutih klorin karena dapat menghasilkan gas beracun yang disebut kloramin.
  • Setelah digunakan, simpan produk pembersih yang mengandung amonia tersebut di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Mencegah lebih baik dari mengobati, ikuti tips di atas agar terhindar dari bahaya gas amonia. Jika terjadi situasi darurat terkait penggunaan amonia seperti keracunan, Anda dapat menghubungi pusat informasi keracunan BPOM di 1500-533. 

Health. https://www.health.ny.gov/environmental/emergency/chemical_terrorism/ammonia_tech.htm
Diakses pada 14 April 2020

Chemical Safety Facts. https://www.chemicalsafetyfacts.org/ammonia/
Diakses pada 14 April 2020

BPOM. http://ik.pom.go.id/v2016/
Diakses pada 14 April 2020

Artikel Terkait