Ada Benjolan di Payudara? Waspadai dengan Kenali Ciri-ciri Benjolan Berbahaya

Mengenali ciri-ciri benjolan berbahaya di payudara sangat penting untuk mewaspadai kanker payudara
Benjoan payudara bisa muncul dengan berbagai ukuran

Benjolan di payudara bisa disebabkan oleh berbagai macam kondisi. Tanpa pemeriksaan medis, agak sulit bagi orang awam untuk memastikan apakah sebenarnya benjolan itu.

Meski demikian, tidak semua benjolan pasti mengancam nyawa. Ada juga perbedaan pada ciri-ciri benjolan berbahaya dan tidak berbahaya. Mulai dari kondisi benjolan hingga rasa sakit yang muncul atau tidak. Mari simak penjelasannya di bawah ini!

Ciri-ciri benjolan berbahaya vs tidak berbahaya

Ukuran benjolan pada payudara, bahkan benjolan yang merupakan kanker, bisa berbeda-beda tergantung kasusnya. Karena itu, susah untuk dijadikan patokan apakah benjolan tersebut berbahaya atau tidak. Bagaimanakah membedakannya?

1. Pergerakan benjolan

Pergerakan benjolan bisa menjadi salah satu pertimbangan. Ciri-ciri benjolan berbahaya, antara lain terasa keras dan menetap di bawah kulit. Jika benjolan bisa digeser atau berpindah-pindah di bawah kulit, kemungkinan ini bukan benjolan kanker.

2. Tidak terasa sakit

Ciri-ciri benjolan berbahaya lainnya adalah ketiadaan rasa sakit. Di tahap awal, benjolan kanker payudara biasanya tidak terasa sakit. Sedangkan beberapa benjolan tumor jinak ada yang terasa sakit.

Walau demikian, belum tentu juga benjolan yang tidak sakit pasti kanker. Pasalnya, benjolan fibroadenoma pun tidak menimbulkan rasa sakit. 

Fibroadenoma adalah tumor jinak yang tumbuh di payudara dan penyebabnya tidak diketahui dengan pasti. Ukuran benjolan ini sangat bervariasi.

Ada yang sangat kecil sampai tak terasa jika diraba, dan ada yang besar dan mudah terasa. Benjolan fibroadenoma yang bisa teraba umumnya terasa seperti bulatan cukup padat dan bisa digeser-geser di bawah kulit.

Jumlah benjolan fibroadenoma juga bisa muncul lebih dari satu pada payudara, dengan ukuran yang berbeda-beda. Selain itu, hampir tidak ada kejadian di mana benjolan fibroadenoma yang kemudian menjadi kanker. 

3. Benjolan yang hilang dan timbul

Benjolan seperti ini bukanlah benjolan yang berbahaya. Benjolan seperti kista (kantung yang berisi cairan) di dalam payudara, bisa hilang dan timbul seiring fluktuasi hormon pada siklus menstruasi.

Pemeriksaan kondisi payudara yang cermat bisa menjadi langkah awal untuk pendeteksian benjolan pada payudara. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah.

SADARI untuk deteksi benjolan pada payudara

Kebanyakan benjolan yang muncul di payudara termasuk dalam tumor jinak yang sangat berkaitan dengan siklus menstruasi. Fluktuasi hormon dan penumpukan cairan yang terjadi sebelum masa menstruasi akan memengaruhi jaringan-jaringan di dalam payudara dan bisa menyebabkan benjolan muncul.

Karena itulah, pemerintah Indonesia mengalakkan program SADARI. Dalam program ini, kaum wanita dianjurkan untuk melakukan periksa payudara sendiri (SADARI).

Langkah ini sebaiknya dilakukan pada waktu yang sama tiap bulan. Misalnya, tiap tujuh sampai sepuluh hari setelah menstruasi selesai.

Benjolan payudara yang dicurigai sebagai kanker

Jika Anda merasakan ada benjolan di payudara, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut yang bisa menjadi penyerta ciri-ciri benjolan berbahaya:

  • Perhatikan lokasi benjolan, contohnya di payudara, di dekat ketiak atau di bagian dada lain. Kemudian cermati apakah ada kondisi tak biasa pada payudara, seperti ada atau tidaknya penebalan jaringan yang tidak kunjung hilang.
  • Perhatikan apakah ada perubahan pada bentuk dan ukuran payudara. Misalnya salah satu payudara menjadi lebih besar daripada yang satunya, atau posisi salah satu payudara terlihat lebih turun. 
  • Ada atau tidaknya perubahan warna payudara. Contohnya, kulit payudara nampak lebih kemerahan seperti kena radang.
  • Ada atau tidaknya perubahan tekstur kulit payudara. Misalnya, tampilan kulit payudara menjadi seperti kulit jeruk, atau seakan-akan ada selulit di payudara Anda. 
  • Perhatikan area puting. Contohnya, perubahan seperti puting susu yang tampak tertarik masuk ke dalam payudara, padahal sebelumnya menonjol keluar, munculnya ruam atau kerak-kerak di area sekitar puting, keluarnya cairan dari puting meski tidak sedang menyusui.

Jika ada benjolan pada payudara yang disertai salah satu atau beberapa tanda di atas, segera konsultasikan dan periksakan ke dokter. Kanker payudara sejatinya dapat diobati hingga sembuh jika terdeteksi sejak dini.

Setiap wanita memiliki payudara dengan bentuk dan ukuran berbeda. Oleh sebab itu, mengenali kondisi payudara Anda secara jeli akan membantu Anda agar bisa segera tahu jika ada perubahan abnormal pada payudara. Anda bisa memulainya dengan mempraktekkan SADARI di rumah.

Secara umum, payudara pada tiap wanita pasti berubah seiring pertambahan usia dan perubahan hormon. Bukan tidak mungkin perubahannya akan menampakkan ciri-ciri benjolan berbahaya.

Untuk memastikan apakah benjolan tersebut berbahaya atau tidak, hanya bisa dilakukan melalui pemeriksaan secara medis. Jadi, selain rajin memeriksa payudara sendiri, tak ada salahnya untuk rutin memeriksakan kondisi payudara Anda ke dokter. Dengan ini, kondisi yang mencurigakan bisa segera dideteksi dan ditangani sedini mungkin.

Medical news today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323951.php
Diakses pada 19 Juli 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/womens-health/when-to-worry-about-breast-lumps.aspx
Diakses pada 19 Juli 2019

Breast Cancer Now. https://breastcancernow.org/about-breast-cancer/want-to-know-about-breast-cancer/what-are-the-signs-of-breast-cancer
Diakses pada 19 Juli 2019

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://p2ptm.depkes.go.id/artikel-sehat/enam-langkah-sadari-untuk-deteksi-dini-kanker-payudara
Diakses pada 30 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed