Benjolan kulit, terutama yang muncul di area yang terlihat, tentu sangat mengganggu penampilan
Benjolan di kulit tidak selalu indikasi penyakit berbahaya

Benjolan di kulit mungkin membuat Anda paranoid. Salah satu kemungkinan mengerikan adalah gejala kanker kulit. Namun, tidak semua benjolan di kulit merupakan pertanda bahaya.

Beberapa benjolan di kulit memang berpotensi menjadi penyakit yang serius dan membahayakan. Namun beberapa benjolan, seperti keratosis pilaris, kapalan, dan sebagainya umumnya tidak berbahaya.

Apa saja jenis-jenis benjolan yang tidak berbahaya?

Berbagai macam benjolan di kulit bisa terjadi secara tiba-tiba ataupun berkembang secara perlahan. Bila Anda tidak yakin dan merasa resah dengan benjolan yang dialami, Anda dapat berkunjung ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

1. Keratosis pilaris

Keratosis pilaris adalah salah satu kondisi kulit yang umum terjadi dan tidak berbahaya. Biasanya keratosis pilaris akan menghilang saat berusia 30 tahun.

Keratosis pilaris muncul pada daerah paha, bokong, pipi, dan lengan bagian atas. Kondisi kulit ini tidak bisa dicegah dan diobati, tetapi penampilannya dapat diatasi dengan pelembab dan krim dokter. 

Keratosis pilaris dipicu karena penumpukan keratin atau protein yang keras pada kulit untuk melindungi kulit dari infeksi. Keratin tersebut menumpuk dan menyumbat folikel rambut.

Ciri-ciri dari keratosis pilaris adalah kulit kering dengan bercak-bercak kasar dan benjolan-benjolan kecil yang tidak gatal dan sakit. Ciri khasnya inilah yang membuatnya dikenal dengan istilah penyakit kulit ayam.

2. Kutil

Kutil sudah merupakan salah satu gangguan dari benjolan di kulit yang tidak berbahaya. Kutil disebabkan oleh virus HPV dan bisa menular ke orang lain saat kontak kulit terjadi. Umumnya kutil muncul pada tangan dan kaki.

Penampakan kutil adalah benjolan kasar atau halus yang berwarna kulit, cokelat, abu-abu, atau memiliki bintik hitam. Namun, biasanya benjolan berwarna kulit. Kutil dapat dihilangkan di rumah atau dengan bantuan dokter.

3. Kapalan

Selain kutil, kapalan adalah salah satu kondisi kulit yang juga tidak berbahaya dan dapat ditangani dengan bahan-bahan di sekitar rumah. Kapalan umumnya muncul di jari kaki atau tangan, kaki, dan tangan.

Ciri utama dari kapalan adalah adanya benjolan yang keras dan tebal serta kasar dengan kulit yang kering dan terasa seperti lilin. Terkadang kapalan menimbulkan rasa sakit dan terasa lunak ketika disentuh.

Anda bisa mengunjungi dokter bila kapalan yang dimiliki terasa mengganggu dan menyakitkan.

4. Skin tag (acrochordon)

Skin tag adalah salah satu benjolan kecil yang halus dan berwarna kulit dan terkadang mencuat keluar, serta tidak berbahaya. Sebenarnya skin tag adalah tumor jinak yang tidak menimbulkan gejala apapun.

Terkadang, kemunculan skin tag bahkan tidak disadari dan bisa lepas atau pecah di bawah tekanan. Skin tag muncul pada daerah dada bagian atas, ketiak, leher, di bawah payudara, kelopak mata, dan selangkangan.

5. Keratosis seboroik

Sama seperti keratosis pilaris, keratosis seboroik adalah kondisi kulit yang tidak berbahaya dan umum terjadi. Keratosis seboroik kebanyakan muncul di kaum lansia dan timbul berupa benjolan yang terlihat seperti kutil atau berupa bercak berwarna cokelat.

Meskipun demikian, benjolan keratosis seboroik bisa berwarna seperti kulit, hitam ataupun putih. Umumnya, benjolan ini timbul di daerah punggung, kepala, dada, dan leher. 

Namun, akan lebih baik jika Anda memastikan lebih lanjut apakah benjolan yang dimiliki adalah kondisi keratosis seboroik atau kanker kulit, karena sekilas keduanya memiliki penampakan yang sama.

6. Lipoma

Lipoma ditandai dengan adanya benjolan yang bertambah besar dan dapat berpindah tempat saat ditekan-tekan. Meskipun demikian, benjolan ini tidak berbahaya dan merupakan tumpukan lemak yang terletak diantara kulit dan otot.

Lipoma biasanya muncul di usia dewasa muda dan berukuran sebesar lima sentimeter dan biasanya muncul di bagian bahu, punggung, paha, perut, lengan, dan leher di mana banyak terdapat gesekan atau tekanan. Terkadang benjolan terasa sakit dan mengganggu.

Anda bisa mengunjungi dokter untuk memastikan apakah yang dialami adalah lipoma atau masalah medis lainnya. Lipoma juga dapat dihilangkan bila terasa menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

7. Cherry angioma

Ciri khas dari benjolan merah yang terlihat membuat kondisi kulit ini dikenal sebagai cherry angioma. Benjolan tersebut merupakan kumpulan pembuluh darah di bawah kulit yang tidak berbahaya. 

Cherry angioma kebanyakan dialami oleh orang yang berusia di atas 30 tahun dan biasanya timbul di paha, badan, bahu, dan lengan.

8. Memar

Bila Anda baru saja terbentur, maka benjolan yang terjadi diakibatkan oleh benturan tersebut dan menghasilkan memar

Benjolan karena memar timbul karena pembuluh darah yang rusak dan terkumpul di bawah kulit. Memar memunculkan benjolan yang berwarna hitam ataupun biru dan merupakan bagian alami dari proses pemulihan tubuh.

9. Hematoma

Hematoma terlihat seperti memar dan sama-sama merupakan kerusakan di pembuluh darah. 

Hanya saja benjolan bengkak yang muncul diakibatkan oleh kerusakan pada pembuluh darah yang besar, sementara memar merupakan kerusakan pada pembuluh darah yang kecil. Warna yang muncul bisa biru tua atau hitam.

Bila Anda tidak yakin dengan benjolan yang Anda miliki, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengecek apakah benjolan di kulit termasuk berbahaya atau tidak.

AAD. https://www.aad.org/public/diseases/contagious-skin-diseases/warts
Diakses pada 28 Juni 2019

AAD. https://www.aad.org/public/diseases/bumps-and-growths/seborrheic-keratoses
Diakses pada 28 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/cherry-angioma
Diakses pada 28 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/corns-and-calluses/symptoms-causes/syc-20355946
Diakses pada 28 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/keratosis-pilaris/symptoms-causes/syc-20351149
Diakses pada 28 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lipoma/symptoms-causes/syc-20374470
Diakses pada 28 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324831.php
Diakses pada 28 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/67317.php
Diakses pada 28 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/67317.php
Diakses pada 28 Juni 2019

Reader’s Digest. https://www.rd.com/health/conditions/lumps-bumps-on-skin-explained/
Diakses pada 28 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/bruises-article#1
Diakses pada 28 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed