Benjolan di dahi bisa disebabkan oleh lipoma
Benjolan di dahi bisa disebabkan oleh lemak atau indikasi penyakit lain

Benjol atau bengkak dapat terjadi di daerah tubuh mana saja, termasuk pada bagian dahi. Benjolan di jidat tentunya dapat merusak penampilan dan membuat Anda tidak percaya diri. Namun, benjolan di dahi bisa saja tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi merupakan sinyal dari adanya kondisi medis tertentu.

Umumnya, benjolan di dahi terjadi karena adanya cedera di kepala yang ringan. Bengkak tersebut muncul karena pembuluh darah yang pecah di bawah kulit dan terjadi penggumpalan darah. Akan tetapi, tidak semua penyebab benjolan di jidat diakibatkan oleh benturan di kepala.

Penyebab benjolan di dahi

Benjolan di dahi dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari yang ringan sampai yang serius. Kira-kira apa saja penyebab benjolan di jidat? Berikut adalah beberapa penyebab dari benjolan di dahi.

  • Cedera

Cedera adalah penyebab benjolan di jidat yang paling umum terjadi. Cedera dapat menimbulkan memar di dahi yang akan berubah warna menjadi biru atau hitam sehari atau dua hari seusai cedera.

Meskipun hanya menimbulkan memar, benjolan di dahi akibat cedera masih perlu diawasi selama beberapa hari untuk melihat apakah masih terdapat gejala lain yang terjadi.

Akan tetapi, benjolan di dahi akibat cedera biasanya akan menghilang dengan sendirinya dan hanya membutuhkan penanganan berupa kompresan kain berisi es batu untuk mengurangi pembengkakan.

  • Gigitan atau sengatan

Benjolan di jidat juga bisa diakibatkan oleh gigitan atau sengatan hewan. Umumnya, benjolan di dahi yang disebabkan oleh gigitan atau sengatan hewan akan berupa benjolan kecil berwarna merah dan memiliki mata bekas gigitan.

Benjolan tersebut dapat hilang dengan sendirinya, untuk mengatasi pembengkakan dan rasa gatal akibat gigitan atau sengatan serangga, Anda dapat mengonsumsi antihistamin.

  • Lipoma

Lipoma muncul dalam bentuk benjolan di jidat dan merupakan kumpulan jaringan lemak yang bertumbuh di bawah kulit. Lipoma akan terasa lunak dan jarang terasa sakit, kecuali jika menyentuh saraf di sekitarnya. Namun, lipoma tergolong tidak berbahaya dan tidak berpotensi menjadi kanker.

  • Osteoma

Berbeda dengan lipoma, osteoma adalah tulang kecil yang tumbuh dan membentuk benjolan di kulit. Osteoma bertumbuh dengan lambat dan tidak menimbulkan gejala apapun.

Umumnya, Anda bisa membiarkan osteoma begitu saja, tetapi jika osetoma mengganggu dan menyebabkan gejala lainnya, maka osteoma dapat dihilangkan dengan proses bedah.

  • Kista

Kista adalah kantongan berisi cairan yang menumpuk jauh di dalam kulit dan membengkak hingga menjadi benjolan.

Benjolan di dahi akibat kista tidak boleh dipecahkan dan sebaiknya dikompres dengan kain yang telah dibasahkan dengan air hangat. Anda juga bisa mengunjungi dokter kulit untuk diberikan krim yang dapat mempercepat penyembuhan luka akibat kista.

  • Infeksi sinus

Pada kasus yang jarang terjadi, infeksi sinus mampu memicu pembengkakan pada daerah dekat dahi dan mata. Akan tetapi, umumnya infeksi sinus hanya memicu rasa sakit di daerah sinus.

  • Bentuk tulang yang abnormal

Apabila Anda sempat mengalami cedera pada tengkorak atau keretakan pada tulang wajah, benjolan di dahi dapat diakibatkan oleh patahan tulang yang sembuh dan menyatu. Anda bisa menjalani operasi untuk memperbaiki bentuk tulang dan memastikan tulang menyatu dengan sempurna.

Kapan benjolan di dahi perlu dibawa ke dokter?

Benjolan di dahi yang tidak diketahui penyebab pastinya tentunya dapat membuat Anda khawatir, Anda dapat mengunjungi dokter apabila benjolan di jidat mengganggu atau memunculkan gejala-gejala lainnya.

Pada dasarnya, benjolan di dahi yang disebabkan oleh cedera ringan tidak memerlukan penanganan medis tertentu. Namun, cedera yang parah memerlukan penanganan tertentu.

Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter apabila benjolan di dahi yang disebabkan oleh cedera memunculkan gejala-gejala lain yang tidak kunjung hilang selama satu sampai dua hari. Anda juga perlu mengunjungi dokter jika mengalami:

  • Kehilangan kesadaran
  • Muntah-muntah
  • Kebingungan
  • Perubahan suasana hati, seperti lekas marah
  • Kehilangan keseimbangan
  • Gangguan pada memori
  • Sakit kepala yang muncul secara terus-menerus atau makin parah
  • Berperilaku tidak sewajarnya
  • Mual
  • Ukuran salah satu pupil mata berbeda
  • Salah satu mata tidak bergerak dengan benar

Pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari benjolan di dahi dan untuk mengetahui seberapa parah kondisi yang dialami oleh penderita

Healthline. https://www.healthline.com/health/bump-on-forehead
Diakses pada 20 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/intracranial-hematoma/expert-answers/head-injury/faq-20058442
Diakses pada 20 Desember 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed