Abses Otak, Ketika Infeksi Terjadi di Pusat Pengendali Tubuh

Dengan metode CT scan, maka diagnosis terhadap kasus abses otak bisa menjadi lebih mudah
Abses otak harus ditangani oleh dokter sesegara mungkin karena dapat mengancam nyawa

Otak sebagai pusat pengendali tubuh yang paling kompleks juga bisa mengalami infeksi. Salah satunya adalah abses otak, kondisi ketika ada bakteri, jamur, atau parasit yang menginfeki otak sehingga terjadi pembengkakan.

Sama seperti abses yang terjadi saat ada luka hingga mengeluarkan nanah, hal yang sama terjadi pada abses otak. Sel otak yang terinfeksi, sel darah putih, jamur, bakteri, virus, dan parasit semuanya terakumulasi dalam abses otak.

Penyebab abses otak

Ketika pembengkakan akibat abses otak semakin parah, jaringan otak lainnya bisa mengalami tekanan. Apalagi, tengkorak kepala tidak bisa membesar atau fleksibel. Konsekuensinya, jaringan otak halus bisa mengalami kerusakan.

Apa saja penyebab abses otak?

  • Infeksi
  • Cedera di kepala
  • Infeksi bakteri atau parasit
  • Orang dengan gangguan kekebalan tubuh
  • Meningitis, kelainan jantung bawaan, dan infeksi kronis lainnya pada anak

Tidak menutup kemungkinan otak mengalami infeksi, salah satu pemicunya karena darah mengalir ke seluruh tubuh, termasuk bisa membawa infeksi dari bagian tubuh lainnya. Terkadang, darah juga mengalir ke sistem saraf pusat hingga otak. Dalam 15-13% kasus, inilah yang menyebabkan abses otak.

Kondisi ini disebabkan bakteri Streptococcus. Umumnya, abses otak ini terjadi pada orang yang pernah menderita penyakit jantung sianotik (bawaan), pneumonia, peritonitis, infeksi jaringan jantung, hingga tindik lidah.

Selain itu, abses otak juga bisa terjadi ketika ada infeksi di area sekitar tengkorak seperti telinga atau hidung dan menyebar hingga sistem saraf pusat. Dari situ, infeksi bisa menyebar ke otak.

Trauma di bagian kepala juga bisa menyebabkan abses otak seperti gegar otak, komplikasi pascaoperasi, hingga kepala terkena benda asing seperti peluru.

Siapa yang rentan mengalami abses otak?

Selain beberapa kondisi yang dapat memicu abses otak di atas, ada beberapa orang yang memiliki faktor risiko lebih tinggi, termasuk anak-anak. Apa saja?

  • Anak dengan kelainan jantung bawaan
  • Penderita meningitis
  • Penderita infeksi gigi, wajah, kulit kepala, atau rahang
  • Penderita diabetes
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah
  • Orang yang konsumsi obat steroid dalam jangka panjang
  • Konsumsi obat immunosuppressant setelah transplantasi organ maupun digunakan dalam kemoterapi
  • Sinusitis kronis dan belum sembuh dalam jangka panjang
  • Penderita HIV dan AIDS

Sanitasi buruk dan akses medis juga berperan dalam meningkatkan faktor risiko seseorang mengalami abses otak. Tingkat risiko abses otak di negara berkembang 8% lebih banyak ketimbang di negara maju yang hanya 1%.

Selain itu, abses otak juga 2-3 kali lebih umum terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Anak-anak di bawah 6 bulan dan lansia juga punya risiko lebih tinggi.

Beda abses otak dengan radang otak

Meskipun sama-sama bisa mengganggu fungsi otak, namun abses otak dan radang otak adalah dua kondisi yang berbeda. Meski tak diketahui pasti, namun penyebab radang otak diduga karena sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Artinya, infeksi bisa datang dari dalam (radang otak primer) atau dari luar (radang otak sekunder). Pada kasus radang otak sekunder, ada virus yang menyebar hingga ke otak dan menyebabkan radang.

Penderitanya bisa merasakan kejang, halusinasi, lumpuh wajah, gangguan bicara, leher kaku, penglihatan terganggu, bahkan sering kehilangan kesadaran.

Sementara pada abses otak, kondisinya harus ditangani secepatnya karena bisa mengancam nyawa. Penderitanya bisa merasakan demam, gelisah, kejang, gangguan penglihatan, perubahan perilaku, dan juga kesulitan berkomunikasi.

Semakin jelas identifikasi penyebab terjadinya abses otak, akan semakin tepat pula langkah penanganan yang diambil. Salah satu petunjuk untuk mengetahui pemicu bisa dengan melihat lokasi terjadinya abses.

Sekarang dengan adanya metode CT scan, maka diagnosis terhadap kasus abses otak bisa menjadi lebih mudah. Itu sebabnya orang yang diduga mengalami gejala abses otak, sebaikya segera memeriksakan diri ke dokter.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/185619.php
Diakses 30 Januari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/brain-abscess/
Diakses 30 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-abscess
Diakses 30 Januari 2020

Artikel Terkait