Selesaikan Masalah Abrasi Gigi Anda dengan Penanganan Ini

Kebiasaan menyikat gigi yang buruk merupakan contoh penyebab abrasi gigi
Abrasi gigi dapat ditangani dengan penambalan gigi.

Abrasi gigi merupakan salah satu dari empat mekanisme yang menyebabkan kerusakan jaringan keras gigi. Abrasi gigi adalah proses yang tidak dapat diubah. Kondisi ini terjadi akibat proses mekanik yang tidak normal pada permukaan gigi. Abrasi gigi umumnya dapat melibatkan benda asing atau zat yang secara berulang melakukan kontak dengan gigi.

Kebiasaan buruk seperti menggigit pensil, membuka tutup botol dengan gigi, atau mengunyah daun sirih, dapat menyebabkan terjadinya abrasi gigi. Selain itu, abrasi gigi juga dapat disebabkan oleh teknik menyikat gigi yang salah, penggunaan pasta gigi yang bersifat abrasif, serta penggunaan tusuk gigi dan penggunaan dental floss yang tidak benarPenyakit bruxism atau gigi menggemeretak turut memiliki andil besar dalam terjadinya abrasi gigi.

Bagian permukaan gigi yang mengalami abrasi dapat berbeda-beda, bergantung pada objek yang melakukan kontak dengan gigi. Permukaan gigi akan memiliki tepi yang tajam dan tidak teratur. Abrasi juga dapat berbentuk seperti huruf V pada bagian leher gigi. Hal ini diakibatkan kebiasaan menyikat gigi yang terlalu kuat.

Jika mengalami abrasi gigi, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menentukan apakah abrasi yang Anda alami membutuhkan penanganan lebih lanjut atau cukup dilakukan pemantauan. Jika abrasi gigi disertai dengan kondisi gigi lainnya, seperti nyeri, infeksi, atau trauma, maka penanganan abrasi gigi akan dilakukan setelah memperbaiki masalah gigi tersebut.

Penanganan Abrasi Gigi

Penanganan abrasi dilakukan dengan memperbaiki permukaan gigi yang rusak. Dua cara yang dilakukan adalah pembuatan mahkota gigi atau penambalan. Hal ini disesuaikan dengan bagian permukaan gig yang mengalami abrasi.

1. Pembuatan Mahkota Gigi (Crown)

Pembuatan mahkota gigi atau crown gigi memerlukan dua tahapan. Pada tahap pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan rontgen gigi untuk memeriksa kondisi akar gigi dan tulang sekitar gigi yang akan diberikan mahkota.

Dokter akan memberikan obat anestesi, membuat kerangka gigi, kemudian memasang mahkota gigi sementara. Mahkota gigi sementara ini bertujuan melindungi gigi selama proses pembuatan mahkota gigi permanen. Tahapan kedua dilakukan pada pertemuan selanjutnya. Dokter akan mengganti mahkota gigi sementara dengan mahkota gigi permanen.

2. Penambalan Gigi

Penambalan gigi dilakukan pada abrasi gigi yang terletak di leher gigi. Proses penambalan ini umumnya dilakukan dengan materi resin, yaitu materi penambal gigi yang memiliki warna serupa dengan warna gigi.

Pencegahan Abrasi Gigi

Abrasi gigi dapat dicegah dengan mengidentifikasi kebiasaan buruk yang menyebabkan kondisi ini. Selain itu, menjaga kebersihan mulut juga berperan penting untuk menghindari abrasi gigi.

1. Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Coba ingat kebiasaan buruk yang sering Anda lakukan yang dapat menyebabkan abrasi gigi. Dengan menghentikan kebiasaan tersebut, perburukan abrasi gigi yang Anda alami dapat dicegah. Contohnya, menghilangkan kebiasaan menggigit benda asing atau mengunyah daun sirih.

Jika kebiasaan buruk yang Anda lakukan berkaitan dengan posisi stres atau cemas, cobalah untuk melakukan terapi relaksasi atau cognitive behavioural therapy (CBT).

2. Menjaga Kebersihan Mulut

Sikat gigi dengan cara yang tepat termasuk salah satu cara mencegah abrasi gigi. Sikatlah gigi sebanyak dua kali dalam sehari, sebaiknya setelah makan dan sebelum tidur. Sesuaikan sikat gigi dan pasta gigi yang digunakan dengan kondisi gigi Anda.

Pilih sikat gigi berbulu halus dan rutin untuk mengganti sikat gigi setiap 3 sampai 4 bulan. Sikat gigi yang sudah rusak tidak akan efektif dalam membersihkan gigi. Perhatikan pasta gigi yang Anda gunakan. Carilah pasta gigi yang aman. Jika Anda memiliki gigi sensitif, gunakanlah pasta gigi khusus bagi gigi sensitif.

Teknik menyikat gigi yang baik dan benar memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya abrasi gigi. Teknik menyikat gigi yang benar meliputi:

  • Posisikan sikat gigi dalam sudut 45 derajat terhadap gusi
  • Secara perlahan, gerakkan sikat gigi ke depan dan belakang
  • Pastikan seluruh permukaan gigi telah tersikat, mulai dari permukaan luar, dalam, dan permukaan yang digunakan untuk mengunyah.
  • Jangan lupa untuk menyikat lidah Anda
  • Pada sela gigi yang sulit dibersihkan, Anda dapat menggunakan sikat khusus untuk sela gigi atau dental floss.

ADA. https://www.ada.org/en/member-center/member-benefits/practice-resources/dental-practice-parameters/dental-abrasion
Diakses pada Mei 2019

Sperber GH. Dental Wear: Attrition, Erosion, and Abrasion—A Palaeo-Odontological Approach. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5806976/
Diakses pada Mei 2019

Mouth Healthy. https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/b/brushing-your-teeth
Diakses pada Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/dental-crowns
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed