Abortus Insipiens, Ibu Hamil Wajib Tahu Ciri hingga Penyebabnya


Abortus insipiens adalah keguguran yang tak bisa terhindari akibat serviks sudah melebar. Komplikasi kehamilan ini ditandai dengan pecahnya selaput ketuban dan pendarahan lebih dari tujuh hari.

(0)
Abortus insipiens adalah keguguran yang tak bisa terhindariAbortus insipiens adalah keguguran akibat serviks sudah terbuka
Abortus insipiens adalah keguguran yang tak bisa terhindari. Komplikasi kehamilan ini ditandai dengan jalan lahir yang terbuka dan janin keluar bersama pendarahan.Biasanya, keguguran ini muncul tanpa peringatan atau ciri-ciri keguguran tertentu. 

Ciri-ciri abortus insipiens

Menurut penelitian yang diterbitkan Universitas Muhammadiyah Semarang, ciri-ciri keguguran yang kerap disebut sebagai inevitable abortion adalah:
  • Adanya penipisan serviks
  • Leher rahim melebar lebih dari 3 cm
  • Selaput ketuban pecah
  • Pendarahan lebih dari tujuh hari
  • Keram terus menerus meski telah diberi pengobatan untuk mengurangi nyeri.
Bila dicek dengan USG, detak jantung janin masih bisa terdeteksi. Namun, karena leher rahim sudah mengalami pembukaan, keguguran bisa jadi tak terhindari.

Penyebab abortus insipiens

Mengutip buku berjudul Diagnostic Imaging for the Emergency Physician, keguguran jenis ini, biasa terjadi pada trimester pertama.Penyebab keguguran insipiens memang belum bisa ditentukan. Hanya saja, ada beberapa faktor yang mampu meningkatkan risiko ibu mengalami inevitable abortion, yaitu:

1. Masalah pada kromosom

Kelainan kromosom adalah penyebab yang kerap ditemukan pada kasus abortus insipiens
Kelainan kromosom adalah penyebab yang kerap ditemukan pada kasus abortus insipiens
Berdasarkan temuan terbitan National Center for Biotechnology Information, sebanyak 50% kasus abortus insipiens terjadi akibat adanya kromosom abnormal pada janin.Beberapa contoh komplikasi kehamilan yang diakibatkan kromosom abnormal adalah:
  • Kematian janin di dalam kandungan atau intrauterine fetal death (IUFD): embrio terbentuk, tetapi perkembangannya terhenti sebelum terjadi keguguran.
  • Kehamilan kosong atau kehamilan anembrionik: tidak adanya embrio yang muncul, tetapi kantung kehamilan sudah terbentuk.
  • Hamil anggur atau mola hidatidosa: Hamil anggur adalah kehamilan yang gagal karena janin bisa tumbuh dalam rahim. Janin dari kehamilan anggur dapat mengalami membuat dua kemungkinan kelainan kromosom, yaitu kromosom dari ibu hilang dan kromosom ayah ganda.

2. Kelainan anatomi pada rahim

Bentuk rahim yang abnormal meningkatkan risiko abortus insipiens
Bentuk rahim yang abnormal meningkatkan risiko abortus insipiens
Bentuk rahim yang abnormal merupakan faktor penyebab keguguran, termasuk abortus insipiens.Bahkan, hal ini juga bisa menyebabkan ibu mengalami keguguran yang berulang.Beberapa jenis bentuk rahim abnormal yang dapat meningkatkan risiko keguguran adalah:
  • Septum uterus, adanya jaringan fibrosa yang membelah uterus sehingga rahim terpisah.
  • Bicornuate uterus, umumnya rahim berbentuk cekung di bagian atas, tetapi ini berbentuk hati.
  • Unicornuate uterus, rahim berbentuk tanduk sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dari ukuran lazimnya.
  • Uterus didelphys atau ganda, wanita memiliki 2 rahim, bahkan 2 leher rahim dan juga 2 vagina.
  • Rahim berbentuk T, ini adalah kelainan bawaan lahir yang meningkatkan risiko keguguran berulang.
  • Insufisiensi serviks, serviks yang melebar terlalu cepat setelah saat hamil dan menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran.
  • Mioma uteri atau fibroid rahim, adanya daging tumbuh dalam rahim.

3. Gaya hidup yang tidak sehat

Ibu hamil merokok mampu menyebabkan keguguran yang tak bisa dihindari
Ibu hamil merokok mampu menyebabkan keguguran yang tak bisa dihindari
Beberapa gaya hidup tidak sehat yang mampu mengganggu perkembangan janin di antaranya adalah:

4. Terpapar kontaminasi zat berbahaya

Paparan arsenik membuat ibu berisiko keguguran
Paparan arsenik membuat ibu berisiko keguguran
Beberapa hal yang mampu menyebabkan abortus insipiens adalah adanya paparan zat beracun. Terpaan ini biasanya didapatkan dari:
  • Kontaminasi timbal dari pipa air atau cat rumah.
  • Merkuri dari bohlam atau termometer
  • Pengencer cat atau penghilang noda
  • Pestisida
  • Arsenik di dekat lokasi limbah atau air.

5. Penyakit kronis tertentu

Bila tidak ditangani, diabetes sebabkan abortus insipiens
Bila tidak ditangani, diabetes sebabkan abortus insipiens
Beberapa penyakit yang dapat meningkatkan risiko keguguran adalah:Ibu dengan penyakit antifosfolipid juga meningkatkan risiko abortus insipiens.Menurut riset dari Cochrane Library, ibu dengan antifosfolipid menyebabkan adanya gumpalan darah (trombosis) pada pembuluh darah.Saat hamil, trombosis pada darah di plasenta menyebabkan janin tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen yang dibawa darah melalui plasenta. Hal ini mampu menyebabkan kematian janin.

6. Infeksi

Abortus insipiens juga berisiko terjadi pada ibu yang mengalami toksoplasmosis
Abortus insipiens juga berisiko terjadi pada ibu yang mengalami toksoplasmosis
Infeksi mampu menyebabkan peradangan pada serviks hingga melemahkan kekebalan tubuh ibu hamil di awal kehamilan. Hal ini dapat membuat ibu lebih rentan mengalami inevitable abortion.Beberapa penyakit akibat infeksi yang mampu menyebabkan abortus insipiens adalah:
  • Toksoplasmosis
  • Chlamydia
  • Gonore
  • Herpes
  • Trichomoniasis.

Penanganan abortus insipiens

Saat usia kehamilan mencapai 16-23 minggu, dokter akan menganjurkan minum misoprostol untuk mengatasi abortus insipiens
Saat usia kehamilan mencapai 16-23 minggu, dokter akan menganjurkan minum misoprostol untuk mengatasi abortus insipiens
Penanganan abortus insipiens yang paling pertama harus dilakukan adalah menunggu keluarnya jaringan sisa janin secara spontan.Setelahnya, dokter juga akan melakukan kuretase untuk membersihkan sisa-sisa jaringan pada usia kehamilan di bawah 12 minggu.Jika keguguran terjadi pada usia kehamilan 12-23 minggu, dokter akan melakukan prosedur dilatasi dan evakuasi. Prosedur ini dilakukan dengan memperlebar serviks agar sisa jaringan bisa keluar lebih mudah.Bila kehamilan mencapai 16-23 minggu, dokter juga akan memberikan obat induksi medis, misalnya dengan obat misoprostol.

Cara mencegah abortus insipiens

Vaksinasi saat hamil memperkecil risiko infeksi yang sebabkan abortus insipiens
Vaksinasi saat hamil memperkecil risiko infeksi yang sebabkan abortus insipiens
Serupa dengan penyebabnya, tidak ada cara pasti yang mampu mencegah abortus insipiens. Namun, Anda bisa mengurangi risiko terjadinya keguguran dengan cara:
  • Tidak merokok, menyalahgunakan obat-obatan, dan konsumsi alkohol selama hamil.
  • Konsumsi makanan bergizi, setidaknya 5 porsi buah dan sayur dalam sehari.
  • Menjaga berat badan
  • Menjauhi risiko penyebab infeksi
  • Menyembuhkan penyakit kronis
  • Vaksinasi selama hamil
  • Seks dengan aman
  • Selalu kontrol kandungan di dokter kandungan atau bidan.

Catatan dari SehatQ

Abortus insipiens adalah keguguran yang tidak bisa terhindari akibat rahim yang sudah mengalami pembukaan.Memang, ada beberapa faktor yang tidak bisa dihindari sehingga Anda rentan mengalami keguguran ini.Namun, Anda bisa mengurangi risiko inevitable abortion ini dengan selalu menerapkan pola hidup yang sehat.Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait ciri-ciri keguguran atau komplikasi kehamilan lainnya Anda bisa hubungi dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilanhamilkehamilankeguguranmasalah kehamilanibu hamilabortus
Pregnancy Birth & Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/types-of-miscarriage Diakses pada 29 Maret 2021Diagnostic Imaging for the Emergency Physician. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/inevitable-abortion Diakses pada 29 Maret 2021Universitas Muhammadiyah Semarang. http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/158/jtptunimus-gdl-lululmaghn-7881-3-babii.pdf Diakses pada 29 Maret 2021National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560521 Diakses pada 29 Maret 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/miscarriage Diakses pada 29 Maret 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/molar-pregnancy/symptoms-causes/syc-20375175 Diakses pada 29 Maret 2021Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/abnormal-uterus-and-miscarriage-risk-2371694 Diakses pada 29 Maret 2021Web MD. https://www.webmd.com/baby/4-common-causes-miscarriage Diakses pada 29 Maret 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/miscarriage Diakses pada 29 Maret 2021Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/pregnancy-loss-4157399 Diakses pada 29 Maret 2021Cochrane Library. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6768987/ Diakses pada 29 Maret 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervicitis/symptoms-causes/syc-20370814Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/infection-and-pregnancy-loss-2371439 Diakses pada 29 Maret 2021NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/pregnancy/what-are-the-risks-of-toxoplasmosis-during-pregnancy/ Diakses pada 29 Maret 2021MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/gynecology-and-obstetrics/abnormalities-of-pregnancy/spontaneous-abortion Diakses pada 29 Maret 2021NHS. https://www.nhs.uk/conditions/miscarriage/prevention/ Diakses pada 29 Maret 2021Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/reduce-risk-pregnancy-loss-2371453 Diakses pada 29 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait