Kecelakaan di Jalan Bisa Sebabkan Trauma Kapitis pada Kepala

Beberapa penyebab cedera otak, antara lain jatuh, kecelakaan motor atau mobil, olahraga, perkelahian,
Kecelakaan motor dan mobil bisa mengakibatkan PTSD pada korbannya.

Trauma kapitis, atau cedera kepala karena benda tumpul, bisa menyebabkan kerusakan mendadak pada otak. Kondisi ini juga dikenal sebagai cedera otak.

Kecelakaan motor maupun mobil, bisa membuat korbannya mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD), yang berujung pada trauma kapitis.

[[artikel-terkait]]

Jenis-jenis cedera otak sebagai bentuk PTSD

Cedera otak dapat bersifat ringan hingga yang berat, seperti cacat otak permanen. Pada cedera otak ringan, terapi yang dibutuhkan hanya istirahat dan penggunaan obat-obatan. Namun pada kondisi yang berat, perawatan intensif di rumah sakit hingga tindakan bedah diperlukan.

Apabila kerusakan atau cedera otak berasal dari efek trauma secara langsung, kondisi ini disebut sebagai cedera otak primer. Sementara itu, cedera otak merupakan efek trauma secara tidak langsung, yang menyebabkan pembengkakan di dalam jaringan otak, dan menekan otak terhadap tulang kepala.

Akibatnya, terjadi gangguan pada sirkulasi jaringan dan oksigen. Pada umumnya, cedera otak sekunder bersifat lebih berbahaya, dibandingkan cedera otak primer.

Penyebab umum cedera otak

Beberapa penyebab cedera otak antara lain jatuh, kecelakaan motor atau mobil, olahraga, perkelahian, maupun benturan kepala dengan benda yang keras. Pada anak-anak, jatuh dan benturan dengan benda keras, merupakan penyebab utama cedera otak.

Gejala cedera otak bersifat individual

Hal yang perlu diingat dari cedera otak akibat trauma kepala adalah, tidak semua penderitanya mengalami gejala sama. Sebab, lokasi terjadinya cedera otak antara satu orang dengan yang lainnya, belum tentu sama.

Berikut ini beberapa gejala yang merupakan akibat dari cedera otak.

  • Hilangnya kesadaran
  • Kebingungan dan disorientasi
  • Amnesia atau hilang ingatan
  • Mudah lelah
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan konsentrasi atau pemusatan perhatian
  • Gangguan tidur
  • Gangguan keseimbangan
  • Gangguan emosi
  • Pusing
  • Depresi
  • Kejang
  • Muntah

Beberapa gejala perlu diwaspadai, dan merupakan tanda bahaya, bahwa penderita trauma kepala yang mengalami cedera otak, memerlukan penanganan medis dengan segera.

Beberapa tanda bahaya tersebut antara lain adalah kehilangan kesadaran, meskipun dalam waktu yang singkat, kebingungan yang berkepanjangan, kejang, dan beberapa kali mengalami muntah.

Pada situasi tertentu, beberapa gejala cedera otak dapat terlewatkan seperti sulit berkonsentrasi, perubahan suasana hati (mood), lesu, menjadi agresif, dan perubahan pola tidur.

Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter, apabila Anda atau orang terdekat, telah mengalami trauma kepala.

Cedera kepala pada anak

Trauma kepala pada anak seringkali menghantui orangtua. Seiring dengan tumbuh kembangnya, anak akan belajar untuk mulai berjalan. Pada fase ini, risiko trauma kepala yang dapat mengakibatkan cedera otak pun meningkat.

Perlu diingat, anak kecil, terutama yang masih berusia kurang dari dua tahun, masih belum bisa menyampaikan gejala atau keluhan, layaknya orang dewasa.

Oleh karena itu, setelah melihat anak terjatuh, Anda harus segera mengunjungi rumah sakit terdekat, bila menemukan gejala-gejala seperti ini.

  • Perubahan kesadaran. Anak tidak beraktivitas seperti biasanya atau selayaknya anak dengan umur yang sama.
  • Muntah
  • Adanya luka sobek atau bengkak pada kulit kepala
  • Kejang

Selalu hubungi dan datangi dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan dan evaluasi mengenai trauma kepala Anda maupun orang-orang terdekat.

Mayfield Brain & Spine. https://mayfieldclinic.com/pe-tbi.htm
Diakses pada 17 Mei 2019

E Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/head_injury/article_em.htm#head_injury_traumatic_brain_injury_facts
Diakses pada 17 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed