8 Cara Mudah Perawatan Vagina, Organ Wanita yang “Mandiri”

Tak perlu membersihkan vagina menggunakan sabun pembersih karena sebenarnya organ intim wanita ini dapat membersihkan dirinya sendiri
Rawat kesehatan vagina dengan menjaga keseimbangan kadar pH

Miss V atau vagina adalah organ reproduksi wanita yang perawatannya cukup mudah. Tapi kadang, orang terjebak dengan iming-iming produk perawatan vagina yang belum tentu benar-benar dibutuhkan.

Sebelum membahas seputar vagina, kenali dulu bahwa vagina adalah organ reproduksi berbentuk saluran penghubung ke rahim. Bukan miskonsepsi yang selama ini dipahami: vagina adalah bagian terluar organ reproduksi wanita.

Justru bagian terluar tersebut adalah vulva yang terdiri dari labia (bibir vagina), klitoris, dan tudung klitoris. Artinya, ketika berbicara tentang perawatan vagina, maka yang perlu diperhatikan bukan hanya bagian “terluar” saja, tapi juga bagian dalam organ reproduksi wanita.

Vagina bisa “membersihkan diri sendiri”

Lupakan dulu sederet sabun pembersih vagina yang mengklaim dapat menjaga Miss V tetap wangi, kesat, dan banyak iming-iming lainnya. Vagina tidak perlu dibasuh. Justru cara kerja vagina adalah membersihkan diri sendiri.

Kunci dari kebersihan vagina ada pada kadar keseimbangan pH di dalamnya. Jika Anda pernah mengalami sekresi atau keluarnya cairan dari vagina, itu termasuk mekanisme yang dilakukan vagina untuk menjaga pH tetap berada di kadar seimbang.

Secara alamiah, vagina menjadi rumah bagi banyak bakteri baik. Ketika kadar pH vagina berada di level ideal yaitu sedikit asam, maka bakteri jahat akan sulit menginfeksi vagina.

Justru ketika Anda menggunakan sabun, spray, atau gel tertentu, itu dapat mengganggu keseimbangan pH dan bakteri baik dalam vagina. Konsekuensinya adalah infeksi jamur hingga bakteri yang memicu iritasi.

Jadi, langkah terbaik untuk perawatan vagina adalah dengan membiarkannya membersihkan diri secara alami.

Perawatan vagina, mencegah dari penyakit

Ada beberapa langkah perawatan vagina yang bisa Anda lakukan selain memastikan kadar pH-nya tetap seimbang. Cara ini perlu dilakukan untuk memastikan vagina terhindari dari infeksi penyakit tertentu.

Beberapa langkah untuk perawatan vagina sekaligus perlindungannya adalah:

Gunakan kondom saat bercinta untuk mencegah tertular infeksi menular seksual

1. Tanggung jawab seksual

Anda perlu bertanggung jawab secara seksual dengan melakukan hubungan intim hanya dengan satu pasangan atau menggunakan kontrasepsi seperti kondom. Hal ini dapat menjaga Anda tertular infeksi menular seksual.

2. Vaksin

Ada jenis vaksin yang melindungi Anda dari virus HPV pemicu kanker serviks dan hepatitis B

3. Pap smear

Secara berkala, wanita perlu melakukan pap smear untuk memantau kesehatan leher rahim atau serviks. Tes pap smear dapat dilakukan setiap 3 tahun sejak menginjak usia 21 tahun. Bagi wanita di atas 30 tahun, pap smear bisa dilakukan 3 tahun sekali; atau bisa dilakukan 5 tahun sekali jika dilakukan bersamaan dengan tes HPV.

Senam kegel akan melatih otot dasar panggul dalam mengendalikan keluarnya urine

4. Senam kegel

Tak hanya membuat pengalaman seksual menjadi lebih berkesan, senam kegel juga salah satu cara perawatan vagina. Senam kegel membantu melatih otot dasar panggul agar kendali atas urine juga lebih terjaga.

5. Tinggalkan alkohol dan rokok

Gaya hidup tidak sehat seperti minum alkohol dan merokok sebaiknya ditinggalkan karena substansi kimia di dalamnya dapat membawa pengaruh buruk bagi vagina dan organ reproduksi wanita secara umum.

6. Hidup bersih

Kunci lainnya untuk perawatan vagina adalah menjalani kebiasaan hidup bersih. Setiap kali membasuh vagina dan vulva, pastikan selalu menggunakan air mengalir yang bersih dan tidak perlu menambahkan sabun kewanitaan yang bahan kimianya tidak diketahui.

Ganti celana dalam secara berkala demi menjaga kebersihan vagina

7. Ganti celana dalam

Mengganti celana dalam secara berkala juga bagian dari perawatan vagina. Gunakan celana dalam berbahan katun sehingga kulit tetap bisa bernapas. Setiap kali celana dalam terasa lembap, langsung ganti dengan celana dalam baru yang kering. Area lembab hanya akan mengundang datangnya bakteri jahat.

8. Cuka untuk air mandi

Menambahkan cuka apel dalam air rendaman mandi Anda bisa menjadi cara untuk mengurangi bakteri yang buruk. Meski demikian, lakukan cara ini hanya sesekali jika memang ada infeksi bakteri saja. Mandi dengan air panas juga sebaiknya jangan terlalu sering dilakukan karena dapat mengubah kadar pH alami vagina.

Selama Anda konsisten melakukan perawatan vagina seperti yang disebutkan di atas, maka akan mempersempit kemungkinan bakteri atau jamur berkembang biak. Ingat pula bahwa aroma alami vagina memang bukan wangi, namun bukan berarti perlu menambahkan pewangi tambahan dengan substansi kimiawi.

Vagina memang bisa membersihkan diri sendiri, namun tentu perlu tanggung jawab dan komitmen dari pemiliknya. Selain menerapkan cara-cara perawatan vagina di atas, jangan sepelekan pula apabila muncul gejala-gejala gangguan pada vagina atau vulva Anda.

Bustle. https://www.bustle.com/p/8-home-remedies-for-vaginal-itch-rebalancing-your-ph-3223507
Diakses 8 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/how-to-get-rid-of-vaginal-odor#your-doctor
Diakses 8 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-clean-your-vagina#dealing-with-odor
Diakses 8 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/vagina/art-20046562
Diakses 8 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed