Aktivitas tubuh saat tidur dapat berbeda tergantung dari tahapan tidur yang sedang dilalui
Saat tidur, bukan berarti kondisi tubuh kita tidak aktif.

Berbeda dengan anggapan terdahulu yang menyebutkan tubuh manusia berhenti aktif saat tidur, saat ini telah ditemukan fakta bahwa aktivitas tubuh saat tidur ternyata tetap berjalan. Sepanjang waktu tidur, tubuh serta otak melakukan kegiatan-kegiatan yang berguna untuk kesehatan Anda.

Lalu, apa aktivitas apa saja yang terjadi pada tubuh saat Anda tertidur? Sebelum mengetahui jawabannya, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu mengenai tahapan tidur karena aktivitas yang terjadi akan berkaitan dengan tahapan ini.

Tahapan Tidur yang Dilalui Tubuh

Saat tidur, Anda akan mengalami dua siklus tidur utama yaitu Rapid Eye Movement (REM) dan Non-Rapid Eye Movement (Non-REM). Tahapan tidur dimulai dari non-REM dan akan menghabiskan sebagian besar waktu tidur pada tahapan ini.

Pada non-REM, tahapan tidur dimulai dari tahap "N1" dan akan terus bergerak ke tahapan tidur "N3". Di tahap ini, otak Anda akan menjadi kurang peka terhadap dunia luar, dan Anda akan mulai sulit untuk dibangunkan. 

Setelah itu, Anda akan memasuki siklus tidur REM. Pada tahapan tidur inilah umumnya mimpi terjadi. Detak jantung, suhu tubuh, pernapasan, dan tekanan darah akan meningkat layaknya Anda sedang terbangun. Sistem saraf simpatik, yang berfungsi untuk memberikan tubuh respon otomatis seperti rasa ingin bertengkar atau bergerak, juga menjadi sangat aktif. 

Tahapan-tahapan tidur tersebut terjadi 3-5 kali semalam. Tahap 1, kelopak mata mulai berat sebagai tanda mengantuk. Tahapan ini hanya terjadi beberapa menit hingga setengah jam. Selanjutnya, Anda akan memasuki alam bawah sadar atau tertidur dengan keadaan masih setengah sadar. Terakhir adalah tahap tidur sepenuhnya dan nyenyak hingga pagi.

Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Tidur

Kondisi tubuh saat tidur akan menyesuaikan dengan tahapan tidur yang sedang dilalui. Meski tubuh sedang terlelap, fungsi yang dijalaninya tidak berhenti, hanya menyesuaikan. Berikut ini adalah perubahan aktivitas yang terjadi pada tubuh saat tidur:

1. Suhu Tubuh Saat Tidur

Saat tahapan tidur memasuki fase "N2", temperatur tubuh akan turun. Suhu tubuh paling rendah akan terjadi sekitar 2 jam sebelum Anda bangun. Memasuki siklus tidur REM, otak Anda bahkan akan mematikan sementara "termometer" alami yang terdapat di dalam tubuh.

Saat hal ini terjadi, suhu ruangan tempat Anda tertidur akan sangat memengaruhi Anda. Sehingga, Anda disarankan untuk tidur di ruangan dengan suhu yang sejuk.

2. Pernapasan

Saat tidur lelap, Anda akan bernafas lebih lambat dengan pola tarikan napas yang teratur. Kemudian, Anda memasuki tahap REM, sehingga pernapasan menjadi lebih cepat dan lebih bervariasi.

3. Denyut Jantung

Apa yang berikutnya terjadi saat tidur? Tubuh akan menurunkan denyut nadi dan tekanan darah. Inilah aktivitas penting yang akan memberi kesempatan bagi jantung dan pembuluh darah beristirahat serta memulihkan diri.

4. Aktivitas Otak

Otak adalah salah satu organ tubuh yang paling sibuk beraktivitas saat Anda tidur. Saat memejamkan mata dan mulai beralih ke siklus tidur, sel-sel otak Anda akan menyimpan semua informasi yang didapatkan selama beraktivitas di siang hari. Memori ini akan semakin melekat kuat dan teratur. Namun setelah Anda bermimpi, sel-sel otak akan mulai aktif bergerak secara acak.

5. Mimpi

Mimpi masih menjadi misteri bagi para peneliti sejak ribuan tahun lalu. Apa yang menyebabkan mimpi? Atau apakah mimpi memiliki makna dan tujuan tertentu? Belum ada jawaban yang pasti.

6. Pemulihan Tubuh

Selain itu, hal lain yang terjadi saat tidur adalah regenerasi sel dan perbaikan jaringan. Tubuh akan bekerja memperbaiki otot, organ, dan sel yang rusak. Hal ini turut didukung dengan adanya bahan kimia pembentuk sistem kekebalan tubuh yang mulai beredar di dalam darah.

7. Kondisi Tubuh dan Otak

Jika Anda kesulitan dalam memecahkan teka-teki atau puzzle, sebaiknya pergilah tidur. Mengapa? Tidur membuat Anda mengingat pelajaran atau menyelesaikan tugas dengan lebih baik.

Selain itu, tidur dapat membantu otak membersihkan informasi yang tidak Anda perlukan dan mengingat informasi penting yang benar-benar Anda butuhkan.

8. Keseimbangan Hormonal

Tubuh akan menghasilkan lebih banyak hormon saat tidur. Sebagai contoh, mengurangi hormon kortisol pemicu stres dan menambah hormon pertumbuhan.

Selain itu, kurang tidur juga mengacaukan kadar hormon leptin dan ghrelin yang mengontrol rasa lapar. Hal inilah yang memicu Anda untuk menyantap makanan di tengah malam dan membuat Anda semakin gemuk.

9. Otot akan Berhenti Bergerak Sementara

Seperti yang telah disebutkan ke atas, saat memasuki tahap REM, mimpi dapat muncul. Pada tahapan tidur inilah otot tubuh Anda akan berhenti bergerak sementara. Penyebab terjadinya fenomena ini dipercaya agar tubuh tidak mempratikkan gerakan-gerakan yang ada saat bermimpi.

Kondisi tubuh saat tidur benar-benar luar biasa, bukan? Mulai sekarang, atur jadwal tidur yang baik demi menjaga kesehatan Anda.

Selamat tidur!

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/ss/slideshow-sleep-body-effects
Diakses pada Februari 2019

Queensland Health. https://www.health.qld.gov.au/news-alerts/news/7-amazing-things-that-happen-to-your-body-while-you-sleep
Diakses pada 21 Maret 2019

Sleep Fundation. https://www.sleepfoundation.org/articles/what-happens-when-you-sleep
Diakses pada 21 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed