Penyebab Penis Bengkak yang Wajib Diwaspadai Pria


Penis yang bengkak bisa disebabkan oleh berbagai macam kondisi, seperti alergi, balanitis, infeksi saluran kemih, atau yang paling buruk, kanker penis.

(0)
17 Feb 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Dalam kasus yang jarang terjadi, penis bengkak bisa saja disebabkan oleh kanker penis.Penis bengkak dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya reaksi alergi atau iritasi.
Saat penis bengkak, kulit alat vital pria akan memerah dan teriritasi. Jika disentuh, area yang terdampak bisa terasa gatal dan nyeri. Mengenali penyebab penis membengkak bisa membantu Anda dalam mencegahnya di kemudian hari.

Penyebab penis bengkak

Penis bengkak biasanya disertai oleh berbagai gejala lain, seperti bau tak sedap atau benjolan yang muncul di kulit penis. Lantas, apa saja kondisi yang menjadi penyebab 'Mr. P' bengkak? Simak informasinya berikut ini.

1. Balanitis

Penyebab yang pertama adalah balanitis. Balanitis terjadi saat kepala penis mengalami peradangan akibat infeksi. Sekitar 3-11% pria di dunia pernah mengalami balanitis dalam hidupnya. Penyakit ini biasanya terjadi pada pria yang belum disunat dan tidak menjaga kebersihan penisnya dengan baikGejala balanitis meliputi:
  • Kulit penis merah dan menebal
  • Gatal
  • Bau tak sedap
  • Sakit saat buang air kecil
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di pangkal paha
Balanitis adalah penyakit penis yang umumnya tidak berbahaya, dan bisa disembuhkan dengan obat krim steroid, untuk meredakan pembengkakan yang terjadi.

2. Reaksi alergi atau iritasi

Penyebab penis membengkak selanjutnya adalah reaksi alergi atau iritasi, yang disebabkan oleh dermatitis kontak. Biasanya, reaksi alergi atau iritasi ini muncul saat penis bersentuhan dengan:
  • Kondom lateks
  • Propilen glikol dalam pelumas
  • Spermisida (metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan)
  • Bahan kimia pada sabun atau losion
  • Klorin
Jika Anda memiliki alergi terhadap beberapa benda di atas, segera hentikan penggunaannya untuk menghindari reaksi alergi seperti pembengkakan penis.

3. Uretritis

Penis
Jika buang air kecil terasa nyeri, bisa jadi itu uretritis
Penis yang membengkak juga dapat disebabkan oleh uretritis. Uretritis adalah peradangan pada uretra, tabung yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Uretritis disebabkan oleh bakteri Gonococcus, Chlamydia trachomatis, dan bakteri yang ada di dalam atau sekitar tinja.Selain bisa menyebabkan pembengkakan pada penis, uretritis bisa membuat buang air kecil menjadi menyakitkan, menimbulkan sensasi terbakar, hingga meningkatkan keinginan untuk buang air kecil.

4. Priapismus

Priapismus juga dapat menyebabkan penis bengkak. Priapisme adalah kondisi yang menyebabkan penis ereksi selama berjam-jam, tanpa rangsangan seksual. Dalam beberapa kasus, priapisme juga bisa terjadi setelah adanya stimulasi seksual. Priapisme adalah penyakit serius yang harus segera ditangani oleh dokter di rumah sakit.

5. Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie adalah kondisi yang terjadi akibat penumpukan plak di bawah kulit penis. Penyakit ini menyebabkan penis melengkung, menekuk, atau membengkak secara tidak normal.Peradangan dan pembengkakan pada penis merupakan gejala awal penyakit Peyronie. Seiring berjalannya waktu, pembengkakan itu bisa menjadi bekas luka yang kasar atau keras (jaringan parut).Penyebab penyakit Peyronie masih belum jelas, tapi kondisi yang biasanya dirasakan oleh lansia ini dipercaya terjadi karena cedera penis, penyakit autoimun, hingga gangguan jaringan ikat.

6. Posthitis

Ketika kulup penis membengkak, kondisi ini disebut sebagai posthitis. Penyakit ini muncul saat kulup penis mengalami peradangan akibat jamur.Biasanya, posthitis terjadi bersamaan dengan balanitis. Beberapa gejalanya meliputi rasa nyeri hingga kulit yang kemerahan.Saat balanitis dan posthitis terjadi bersamaan, kondisi ini disebut dengan balanoposthitis.

7. Parafimosis

Parafimosis adalah penyakit yang hanya terjadi pada pria yang belum disunat. Parafimosis membuat kulup penis menempel di belakang kepala penis, sehingga membuat penis terasa “sesak”.Selain bengkak, parafimosis juga bisa membuat penis nyeri, tidak nyaman, kulit kemerahan, hingga sulit buang air kecil.

8. Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual (PMS) seperti klamidia dan gonore juga salah satunya ditandai oleh gejala penis membengkak. Kondisi ini terjadi karena adanya infeksi bakteri maupun virus akibat perilaku seks yang tidak aman seperti sering berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom saat bercinta.

9. Kanker penis

Dalam kasus yang jarang terjadi, pembengkakan penis juga bisa disebabkan oleh kanker penis. Umumnya, gejala awal dari penyakit pada penis ini adalah perubahan tekstur kulit. Akan tetapi beberapa gejala lain seperti kulit penis menebal, kemerahan, hingga munculnya cairan berbau tak sedap di dalam kulup penis, juga bisa terjadi.Kanker penis adalah kasus langka, hanya 1 dari 100.000 pria yang terdiagnosis kanker penis di Eropa dan Amerika Utara, menurut American Cancer Society.

Mengobati penis bengkak secara alami

Penis
Pengobatan penis bengkak tergantung dari penyebabnya
Jika penyebab bengkak pada penis bukan karena masalah kesehatan serius, Anda dapat mengobati secara alami di rumah. Beberapa pengobatan penis membengkak yang dapat dilakukan di rumah, antara lain:
  • Berendam di dalam air hangat
  • Menekan dan memijat penis dengan lembut
  • Mengompreskan handuk atau kain dingin pada penis
Menghindari penggunaan sabun dengan pewangi, losion, atau klorin juga bisa menjadi cara mengobati bengkak pada penis.

Obat-obatan untuk penis bengkak

Tidak semua penanganan pembengkakan pada penis dapat dilakukan secara alami di rumah. Pasalnya, beberapa penyebab penis Anda membengkak mungkin perlu ditangani oleh dokter dengan obat-obatan.Obat untuk pembengkakan penis biasanya tergantung dari penyebabnya. Beberapa obat penis bengkak yang biasanya direkomendasikan oleh dokter meliputi:
  • Krim antijamur (biasanya untuk mengobati pembengkakan penis akibat posthitis)
  • Krim steroid (digunakan saat penis mengalami balanitis)
  • Obat antijamur oral
  • Antibiotik oral (jika bengkak disebabkan oleh infeksi bakteri)
  • Anitibiotik intravena (melalui infus)
Sementara itu, untuk mengobati kulit kulup yang bengkak, terdapat beberapa tindakan medis yang bisa dijalani, seperti:
  • Operasi melebarkan kulup penis
  • Sunat
Obat pereda nyeri juga mungkin saja diberikan untuk mengobati penis yang membengkak untuk menghilangkan rasa sakit.

Cara mencegah penis bengkak yang harus diingat

Penis yang bengkak disebabkan oleh adanya gangguan medis. Itu sebabnya, Anda disarankan untuk selalu menjaga kesehatan organ reproduksi ini agar terhindar dari gangguan-gangguan tersebut. Ada banyak cara mencegah penis bengkak yang bisa Anda coba, salah satunya adalah rajin membersihkan penis (termasuk bagian kulupnya) dengan air hangat.Selain itu, cobalah untuk menggunakan alat pelindung atau kondom saat berhubungan seks. Hal ini dilakukan guna mencegah penyakit menular seksual yang mampu membuat penis membengkak. 

Catatan dari SehatQ

Jika pembengkakan pada penis tidak kunjung mengempis, atau rasa nyerinya tak hilang, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan.Tergantung dari penyebabnya, dokter akan memilih pengobatan terbaik untuk menyembuhkan pembengkakan penis yang Anda alami.Jangan pernah meremehkan penis bengkak, karena bisa saja itu merupakan suatu indikasi kondisi tertentu. Konsultasikan setiap keluhan yang Anda rasakan pada penis dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk memastikan penyebabnya.Anda juga bisa bertanya langsung dengan dokter melalui fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play.
kulup peniskesehatan priakelamin laki-lakimasalah reproduksireproduksi pria
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/penile-cancer/about/what-is-penile-cancer.html Diakses pada 19 Februari 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/swollen-penis
Diakses pada 17 Februari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/184715
Diakses pada 17 Februari 2020
Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/urethritis-symptoms-causes-treatments#1
Diakses pada 17 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait