8 Penyebab Betis Sakit dan Cara Mencegahnya

(0)
24 May 2020|Azelia Trifiana
Betis sakit sangat mengganggu aktivitasBetis sakit bisa terjadi tiba-tiba hingga membuat seseorang sulit untuk sekadar berdiri apalagi berjalan.
Betis sakit bisa terjadi tiba-tiba hingga membuat seseorang sulit untuk sekadar berdiri apalagi berjalan. Biasanya, sensasi yang muncul adalah rasa sakit tumpul, seperti diikat, atau seperti ditusuk-tusuk di betis bagian belakang. Pemicunya beragam, mulai dari kelelahan atau masalah lain di kaki.Jika betis sakit hanya muncul sesekali dan tidak terlalu mengganggu, maka cukup istirahatkan kaki dari aktivitas berlebih. Contohnya jika betis sakit terasa setelah berolahraga atau banyak berdiri. Namun jika betis sakit sudah mengganggu aktivitas, bisa jadi gejala masalah medis lain.

Gejala betis sakit

Sebelum mengetahui apa saja penyebab betis sakit, kenali beberapa gejalanya seperti:
  • Bengkak
  • Betis tampak pucat
  • Betis terasa dingin
  • Rasa kebas di betis dan kaki bahkan kadang nyeri
  • Penumpukan cairan
  • Warna kemerahan hingga rasa hangat di betis
Beberapa gejala di atas mengindikasikan ada masalah yang cukup serius. Jadi, jangan tunda memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab betis sakit

Beberapa hal yang dapat memicu betis sakit adalah:

1. Kram otot

Kram otot adalah kontraksi tiba-tiba dan menyakitkan yang bisa berlangsung sebentar hingga beberapa menit. Kram otot adalah hal yang umum terjadi, biasanya muncul ketika seseorang beraktivitas atau berolahraga lebih berat dari biasanya.Selain itu, kram otot juga bisa terjadi karena seseorang mengalami dehidrasi berat, cedera otot, atau defisiensi mineral. Untuk pemicu yang lebih serius, kram otot bisa terjadi karena gagal ginjal, hipotiroidisme, alkoholisme, dan diabetes.

2. Otot kelelahan

Betis sakit juga bisa terjadi ketika otot gastroknemius dan soleus yang ada di betis mengalami kelelahan. Contohnya ketika seseorang mencoba aktivitas fisik baru yang melibatkan kaki seperti berlari, berenang, bersepeda, atau angkat beban.Ciri-ciri otot kelelahan adalah rasa sakit yang membatasi gerak dan terjadi secara tiba-tiba. Umumnya, otot kelelahan bisa diatasi sendiri di rumah dengan kompres es batu atau konsumsi obat anti-peradangan.

3. Achilles tendonitis

Tendon Achilles terletak di pergelangan kaki, merupakan area bertemunya kedua otot yang membentuk betis. Ketika terjadi Achilles tendonitis, akan muncul peradangan, nyeri, pembengkakan, dan keterbatasan bergerak di bagian betis. Untuk mengatasinya di rumah, metode R.I.C.E (rest, ice, compress, elevate) dapat membantu.

4. Sciatica

Kondisi ini terjadi karena ada masalah pada saraf sciatica yang mengendalikan otot di belakang lutut dan betis. Ketika mengalami hal ini, akan muncul rasa nyeri, kebas, dan kesemutan. Pada kasus yang lebih parah, perlu dilakukan operasi untuk mengatasi sciatica.

5. Memar

Memar terjadi karena trauma seperti cedera, pukulan, atau luka terbuka. Ketika terjadi trauma, maka pembuluh darah kapiler bisa pecah sehingga ada warna kebiruan di kulit. Kondisi ini bisa mereda dengan sendirinya. Meski demikian, bisa disertai dengan keluhan betis sakit.

6. Diabetic peripheral neuropathy

Diabetic peripheral neuropathy atau DPN terjadi karena kerusakan saraf yang berdampak pada kaki, betis, dan juga tangan. Ini adalah komplikasi yang umum terjadi pada penderita diabetes karena paparan gula darah tinggi, faktor genetik, dan peradangan saraf.Biasanya, DPN disertai dengan kram otot, berkurangnya keseimbangan, mati rasa, dan penurunan kemampuan merasakan perubahan temperatur.

7. Deep vein thrombosis

Deep vein thrombosis atau DVT terjadi karena penggumpalan di pembuluh darah vena dalam. Ini bisa terjadi di tangan, kaki, termasuk betis. Pemicunya bisa karena duduk terlalu lama, komplikasi pengobatan, dan kebiasaan merokok.Pembuluh darah vena penderitanya biasanya terlihat dengan jelas. Selain itu, disertai dengan pembengkakan, ruam, hingga sensasi hangat di betis.

8. Compartment syndrome

Compartment syndrome adalah kondisi serius yang terjadi ketika ada tekanan terakumulasi di dalam kompartemen otot. Ini biasanya terjadi setelah seseorang mengalami cedera seperti patah tulang. Kondisi ini disebut serius karena rasa sakit tak kunjung hilang meski sudah beristirahat atau mengonsumsi obat dan harus segera ditangani oleh dokter.

Cara mencegah betis sakit

Penting untuk tahu cara mencegah betis sakit terutama jika akan beraktivitas fisik yang cukup berat. Di antaranya adalah:
  • Peregangan otot

Sebelum dan sesudah berolahraga atau beraktivitas fisik, pastikan selalu melakukan pemanasan dan peregangan otot. Peregangan otot membantu menguatkan betis sehingga mencegah terjadinya cedera.
  • Asupan cairan cukup

Pastikan asupan cairan tercukupi setiap harinya untuk mencegah betis sakit. Terlebih, dehidrasi bisa menyebabkan kram otot di berbagai bagian tubuh.
  • Olahraga sesuai kemampuan

Saat akan berolahraga, selalu sesuaikan dengan kemampuan diri sehingga tidak membuat otot merasa kaget. Mulai dengan olahraga ringan dan perlahan bertambah intensitasnya.

Apabila betis sakit tidak kunjung mereda meski telah beristirahat atau dikompres, segera periksakan diri ke dokter. Utamanya, jika benar-benar mengganggu aktivitas dan perlu penanganan medis darurat.
kakihidup sehatkaki keram
Healthline. https://www.healthline.com/health/calf-pain
Diakses 10 Mei 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/causes-of-calf-pain-and-treatment-options-2549387
Diakses 10 Mei 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321446
Diakses 10 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait