8 Masalah Reproduksi Wanita yang Tidak Boleh Diremehkan

Bentuk masalah reproduksi wanita antara lain: disfungsi seksual wanita, endometriosis, kanker serviks, dan sebagainya
Masalah reproduksi wanita dapat menyerang wanita mana pun

Wanita juga berpotensi mengalami masalah reproduksi yang dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari infertilitas hingga dapat mengancam nyawa. Sebagian besar masalah reproduksi wanita umumnya dapat diatasi, namun ada beberapa masalah seperti HIV dan kanker serviks yang membutuhkan perhatian khusus. Kenali masalah-masalah reproduksi wanita berikut ini untuk mencegahnya di kemudian hari.

1. Disfungsi Seksual Wanita

Rasa sakit setelah berhubungan seks, kurangnya minat seks, atau seks yang tidak memuaskan hanyalah beberapa jenis kondisi yang disebut disfungsi seksual. Ini bisa menjadi penyebab infertilitas yang mengakibatkan sulit untuk hamil. Jika Anda tidak memiliki kesenangan untuk melakukan kegiatan seksual, maka segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencari penyebabnya.

2. Endometriosis

Kondisi ini terjadi saat jaringan yang biasanya melapisi bagian rahim Anda tumbuh di luar bagian yang seharusnya. Faktanya, wanita yang memiliki masalah dengan konsepsi 6-8 kali lebih berisiko mengalami endometriosis daripada wanita yang subur. Pembedahan atau fertilisasi bisa dilakukan untuk meningkatkan kemungkinan untuk tetap hamil.

3. Kanker Serviks

Kanker ini disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) yang merupakan ancaman serius bagi para wanita. Berdasarkan data WHO, pada tahun 2018 terdapat 520.000 kasus wanita terkena kanker serviks di seluruh dunia. Berkat tes Pap smears, kini kanker serviks dapat ditemukan dan dirawat sejak dini. Akan tetapi, tes tersebut seringkali menyebabkan infertilitas. 

4. HIV

Tidak hanya laki-laki, wanita juga dapat terserang virus HIV. Beberapa penderita mampu bertahan hidup dengan keberadaan virus tersebut. Namun, penderitanya tetap berisiko mengalami gangguan kesuburan.

5. PCOS

Banyak wanita tidak tahu bahwa mereka memiliki penyebab infertilitas yang umum seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) ini, sampai mereka mencoba hamil. PCOS terkait dengan ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi ovulasi dan dapat mengarah kepada:

  • Kista
  • Periode menstruasi yang tidak teratur
  • Tingkat hormon yang tinggi

Jika Anda memiliki PCOS, maka tanyakan kepada dokter mengenai program kehamilan dan kondisi kehamilan yang sehat.

6. Primary Ovarian Insufficiency (POI)

Wanita berusia di bawah 40 tahun yang memiliki penyakit ini biasanya mengalami gangguan pada ovarium, yang kemudian menyebabkan proses menstruasi terhenti. Wanita dengan POI biasanya mengalami:

  • Suasana hati yang tidak baik
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Seks yang terasa menyakitkan

7. Fibroid Rahim

Salah satu masalah reproduksi wanita yang dapat terjadi adalah masalah dalam rahim. Saat melakukan pemeriksaan panggul, dokter mungkin akan menemukan pertumbuhan tumor jinak di dalam rahim. Pertumbuhan ini biasanya tidak menimbulkan gejala, namun dapat tumbuh cukup besar sehingga dapat menyerupai kehamilan.

8. Intersititial Cystitis (IC)

Wanita dengan kondisi ini biasanya mengalami rasa sakit dan tekanan (terlebih saat buang air kecil) pada kandung kemih. IC tidak akan memengaruhi kemampuan Anda untuk hamil, tapi hal ini dapat membakar dorongan seksual Anda. Jika Anda ingin hamil tapi tidak bersemangat untuk melakukan seks, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

WebMD. https://www.webmd.com/women/ss/slideshow-women-reproductive-problems
Diakses pada November 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed