Terdapat segudang manfaat teh melati untuk kesehatan
Salah satu manfaat teh melati dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan

Teh adalah minuman yang digemari banyak orang di seluruh dunia. Beda negara, beda pula jenis teh yang sering dikonsumsi. Terdapat beragam jenis teh di dunia, mulai dari teh oolong, teh hijau, teh hitam hingga teh melati. Khusus untuk teh melati, teh ini tak hanya harum, namun juga memiliki rasa yang nikmat. 

Selain nikmat, ada pula manfaat teh melati untuk kesehatan. Anda tidak perlu repot untuk menikmati teh jenis ini karena produk teh melati dapat dengan mudah Anda temukan di supermarket terdekat.

Manfaat teh melati, apa saja?

Teh melati adalah teh beraroma bunga dari tanaman melati. Teh ini sebenarnya hanyalah teh biasa yang ditambahkan bunga melati agar tercipta aroma dan rasa yang unik. Dalam pembuatannya, bunga melati akan dicampur atau ditempatkan di samping daun teh hijau atau teh hitam agar aromanya meresap. 

Teh melati kaya akan antioksidan polifenol. Antioksidan yang terkandung dalam teh ini dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Oleh sebab itu, teh ini sering dikaitkan dengan banyak manfaat baik bagi tubuh. Beberapa manfaat teh melati untuk kesehatan, antara lain:

  • Membantu menurunkan berat badan

Sebuah studi tahun 2012 mengungkapkan bahwa sifat antioksidan dalam teh melati dapat membantu meningkatkan metabolisme sehingga membuat tubuh menyerap nutrisi lebih cepat dan membakar kalori lebih banyak. 

Meningkatnya proses metabolisme jelas akan membantu menurunkan berat badan, namun perlu diimbangi hal-hal lain agar lebih maksimal, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan berolahraga.

  • Melindungi kekebalan tubuh

Teh melati dapat membantu melindungi kekebalan tubuh dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dimilikinya sehingga membantu Anda terhindar dari berbagai penyakit. 

Tak hanya diminum, menghirup teh melati secara teratur juga dipercaya mampu membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

  • Mencegah masalah kardiovaskular

Teh melati dianggap bisa mencegah masalah kardiovaskular. Sebuah studi mengungkap bahwa senyawa katekin yang ditemukan dalam teh melati merupakan faktor penghambat oksidasi kolesterol jahat yang dapat menyebabkan arteri meradang sehingga memicu terjadinya serangan jantung

  • Meredakan stres

Penelitian menunjukkan bahwa aroma melati sangat bermanfaat untuk meningkatkan suasana hati. Mencium aroma teh melati juga dapat meredakan stres dan membuat Anda rileks. Namun, hal ini mungkin tidak berlaku bagi orang yang tidak menyukai aroma melati.

  • Meningkatkan kesehatan pencernaan

Menurut sebuah penelitian, katekin yang terdapat dalam teh hijau memiliki efek positif pada sistem pencernaan. Sejumlah antioksidan yang terkandung dapat berinteraksi baik dengan enzim pencernaan sehingga meningkatkan kesehatan pencernaan dan fungsi usus.

  • Mengurangi nyeri sendi

Teh melati dianggap dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat nyeri sendi dan radang sendi. Tak hanya itu, sifat anti-inflamasi yang dimilikinya juga dapat mengurangi pembengkakan dan radang pada sendi.

  • Menjaga kesehatan mulut

Katekin yang terkandung dalam teh melati dapat membantu melindungi gigi dari kerusakan dengan membunuh bakteri pembunuh plak, seperti Streptococcus mutans. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa teh melati dapat memerangi bau mulut dengan mengurangi bakteri yang dapat menyebabkan bau. 

  • Menurunkan risiko diabetes tipe-2

Teh melati mengandung senyawa EGCG yang dapat membantu tubuh menggunakan insulin lebih efektif dan mengurangi kadar gula darah. Analisis dari 12 studi menunjukkan bahwa minum 3 cangkir teh melati setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko terkena diabetes tipe-2.

Risiko minum teh melati

Teh melati sangat mudah disajikan, Anda hanya perlu menyeduhnya saja dengan air hangat pada segelas cangkir. Secara umum, teh melati juga menyehatkan dan tidak menimbulkan efek samping tertentu.

Namun, kandungan kafein yang dimilikinya bisa menyebabkan masalah bagi sebagian orang. Beberapa efek samping yang dapat dirasakan karena mengonsumsi terlalu banyak kafein, yaitu cemas, gelisah, dan masalah pada pencernaan.

Ibu hamil juga harus membatasi asupan kafeinnya karena dapat meningkatkan risiko keguguran. Kandungan katekin yang tinggi dalam teh melati pun mampu mengurangi penyerapan zat besi sehingga berisiko mengalami anemia defisiensi besi. Akan tetapi, ini biasanya berlaku untuk anak-anak, ibu hamil, dan orang-orang yang sedang diet.

Pada sebagian orang, minum teh melati ketika perut kosong juga dapat menyebabkan perut sakit dan tidak nyaman. Jika saat minum teh melati timbul gejala tak biasa, seperti batuk, mual, muntah, gatal-gatal, ruam, pusing, dan lainnya, sebaiknya segera hentikan konsumsi teh tersebut dan periksakan diri Anda pada dokter.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/jasmine-tea-benefits#section10
Diakses pada 11 Desember 2019
Organic Facts. https://www.organicfacts.net/health-benefits/beverage/health-benefits-of-jasmine-tea.html
Diakses pada 11 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed