Anda dapat menurunkan berat badan sekaligus mengontrol gula darah, dengan menjalani diet vegan yang berbasis nabati ini.
Diet vegan yang berbasis nabati ini, dipercaya dapat membantu penurunan berat badan, serta mengontrol gula darah.

Seperti yang kita ketahui, diet vegan yang seimbang dapat memberikan banyak sekali manfaat kesehatan. Diet berbasis nabati ini telah lama dihubungkan dengan penurunan berat badan, kontrol yang lebih baik terhadap kandungan gula dalam darah, mengurangi risiko penyakit jantung, bahkan bisa menurunkan risiko kanker. Sayangnya, masih banyak kesalahan diet vegan yang terjadi.

Menjaga pola makan sambil berusaha memenuhi semua kebutuhan nutrisi tubuh bukanlah hal yang mudah. Lantas, apa saja kesalahan diet vegan yang banyak terjadi dan bagaimana cara menghindarinya?

1. Menganggap Semua Produk Diet Vegan Lebih Sehat

Banyak orang berpikir kalau semua produk vegan sudah pasti lebih sehat. Sayangnya, tidak semua produk yang dilabeli seperti itu punya kandungan gizi lebih baik. Misalnya saja susu almond yang populer. Meskipun mengandung kalori lebih rendah dan kaya akan mineral dan vitamin, susu almond tetap tidak lebih sehat dari susu sapi. Meski dilabeli vegan, beberapa produk memiliki kalori yang tinggi dan tidak mempunyai kandungan nutrisi lain yang seimbang.

2. Tidak Mengonsumsi Cukup Vitamin B12

Vitamin B12 sangat penting untuk pembentukan sel darah dan DNA. Kesalahan diet vegan yang sering dilakukan adalah kurang mengonsumsi vitamin B12. Hal ini umum terjadi, karena vitamin B12 banyak terkandung dari produk-produk hewani. Untuk vegetarian, sumber B12 bisa Anda dapatkan dari beberapa jenis alga.

3. Mengganti Daging dengan Keju

Ini juga merupakan kesalahan diet vegan yang sering dilakukan. Keju tidak bisa disejajarkan dengan daging karena kandungan nutrisinya masih sangat kurang. Dibanding hanya mengonsumsi keju, coba tambahkan sumber nabati lain ke dalam menu Anda.

Anda saat ini bisa mendapatkan setidaknya empat jenis keju vegan. Tak hanya bagi vegan, jenis keju berikut ini pun bisa dikonsumsi individu dengan intoleransi terhadap laktosa.

Parmesan Vegan:

Keju dalam tekstur bubuk ini dibuat dari bahan-bahan bebas gluten, telur, maupun gandum. Bubuknya terbuat dari kelapa. Anda bisa mengonsumsinya bersama dengan pasta, kentang tumbuk, maupun irisan tomat.

Ricotta Vegan:

Keju ricotta ini menggunakan tahu dan minyak sebagai bahan dasarnya. Anda bisa mengonsumsinya dengan roti panggang, pie, lasagna, hingga sebagai bahan kue.

Cheddar Vegan:

Keju cheddar vegan ini dibuat dari air, minyak kelapa, perisa, garam, serta beta karoten. Keju vegan jenis ini bisa menjadi alternatif keju yang biasa digunakan untuk burger, roti lapis, serta roti panggang.

Mozzarella Vegan:

Keju yang satu ini terbuat dari tepung tapioka dan ubi, minyak sayur, protein kacang, perisa alami, serta garam. Seperti mozzarella pada umumnya, keju mozzarella ini pun bisa digunakan untuk pizza, pasta, maupun lasagna. Mozzarella vegan ini bisa meleleh dan lentur.

4. Makan Terlalu Sedikit Kalori

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa vegetarian cenderung makan lebih sedikit kalori dibanding non vegetarian. Membatasi diri dari kalori saat Anda sedang menerapkan diet vegan bisa membawa beberapa dampak seperti kelelahan, kekurangan nutrisi dan metabolisme tubuh yang melambat.

5. Tidak Minum Cukup Air

Semua orang diharuskan meminum cukup air, terlebih para vegetarian yang mengonsumsi banyak serat. Jaga diri Anda untuk tetap terhidrasi demi menghindari kesalahan diet vegan ini yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan.

6. Melupakan Zat Besi

Zat besi banyak bersumber dari daging, jadi mungkin banyak vegetarian yang menderita anemia karena kekurangan zat besi. Pastikan untuk menyantap banyak lentil, kacang-kacangan, biji-bijian, gandum, dan sayuran hijau untuk memenuhi kebutuhan zat besi Anda.

7. Kurang Menyantap Makanan Segar

Produk vegan siap jadi memang sangat menggoda. Hindari makanan-makanan seperti ini dan ganti dengan sayuran, buah, serta gandum utuh sebagai gantinya.

8. Kurang Mengonsumsi Kalsium, Protein, dan Omega-3

Dapatkan kebutuhan kalsium harian Anda dengan menyantap sayuran kale, brokoli, buah ara, dan jeruk. Sumber protein bisa Anda peroleh dari lentil, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Untuk asam lemak omega-3, suplemen minyak alga bisa membantu Anda mengatasi berbagai masalah kekurangan omega-3 yang sering dialami pelaku diet vegetarian.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vegetarian-and-vegan-mistakes#section1
Diakses pada Januari 2019

Huffington Post. https://www.huffingtonpost.com.au/2016/10/18/we-taste-tested-8-vegan-cheeses-heres-what-we-think-of-them_a_21585540/
Diakses pada 25 Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed