Tidur aman untuk kesehatan dan pernapasan bayi
Kualitas tidur memiliki kaitan yang erat dan penting sifatnya bagi kesehatan bayi

Kualitas tidur memiliki kaitan yang erat dan penting bagi kesehatan bayi. Akan tetapi, bukan cuma jumlah waktu tidur atau pola tidur yag perlu dilihat, cara-cara tidur aman bayi juga penting untuk diperhatikan.

Banyak bahaya tidur bayi yang bisa saja muncul jika orangtua tidak waspada dan sigap dalam pencegahannya. Berikut 8 hal yang wajib diperhatikan untuk tidur aman bayi.

1. Bahaya SIDS

Semua bayi di bawah usia 1 tahun memiliki risiko SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome. Terutama untuk bayi di bawah usia 6 bulan, bahaya tidur bayi berupa kematian mendadak bisa terjadi saat mereka tidur.

Penyebab SIDS bukan karena infeksi, obat-obatan atau tertular, melainkan saluran pernapasan bayi yang terhalang ketika tidur. Secara umum, kasus SIDS rentan terjadi pada bayi dengan kondisi di bawah ini:

  • Kelahiran prematur.
  • Paparan terhadap obat-obatan terlarang semasa dalam kandungan.
  • Paparan terhadap asap rokok semasa dalam kandungan.
  • Infeksi.

2. Berbagi Kamar

The American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa anak di bawah usia 6 bulan harus tidur bersama orangtua, dan disarankan untuk tetap tidur bersama hingga menginjak 1 tahun usia bayi. Tetapi, bayi disarankan untuk ditidurkan di tempat berbeda, misalnya di tempat tidur khusus bayi, dan dilarang untuk ditidurkan di atas kasur, sofa, kursi, atau permukaan yang lembut.

Risiko SIDS akan berkurang hingga 50% untuk bayi yang tidur bersama dengan orangtua, dengan catatan orangtua harus menyediakan ruang tidur yang aman dan terjamin untuk si kecil. Hindari meletakkan bayi di tempat tidur yang sama dengan orangtua, terutama jika orangtua merokok, alkoholik, atau berada di bawah pengaruh obat-obatan (termasuk obat resep dokter).

3. Kampanye Tidur Aman Bayi

Badan Kesehatan Nasional Amerika Serikat sudah melakukan kampanye edukasi Safe to Sleep atau Tidur Aman Bayi. Di Indonesia sendiri, edukasi tidur aman bayi masih tergolong minim jadi orangtua disarankan untuk rajin mencari informasi seputar topik ini.

4. Lingkungan Tidur Yang Aman

Demi tidur aman bayi, letakkan anak di tempat tidur khusus tanpa pernak-pernik lain. Penggunaan bumper, selimut, bantal, boneka, atau produk lain tidak dianjurkan. Pastikan juga matras bayi padat dan seprei tidak kendur.

5. Posisi Tidur Aman Bayi

Jangan biarkan bayi tidur siang di sofa, ayunan, kursi goyang, dan tempat selain tempat tidur khususnya. Letakkan bayi dengan posisi wajah menghadap ke atas atau telentang.

6. Baju Tidur Bayi

Untuk baju tidur bayi, utamakan pakaian tidur yang bersifat one-piece atau menyatu. Ketebalan baju tidur bisa disesuaikan dengan suhu supaya menghindari penggunaan selimut yang berpotensi membahayakan.

7. ASI dan Dot

ASI bisa mencegah SIDS, namun pastikan ibu tidak menyusui dalam posisi yang riskan atau sampai ibu tertidur. Dengan ini, sang ibu takkan menghalangi pernapasan bayi secara tidak sengaja.

Dot juga bisa mencegah SIDS, namun jangan biarkan dot bergelantung di leher bayi sewaktu dia tidur. Jika dot terjatuh saat bayi tertidur, tidak perlu dimasukkan kembali ke mulutnya.

8. Sosialisasikan Tidur Aman Bayi

Demi keselamatan bayi, sosialisasikan kepada anggota keluarga atau penjaga bayi untuk mengikuti tata cara tidur aman bayi. Pastikan mereka tahu pentingnya tidur aman bayi dan turut berpartisipasi menjaga bayi sewaktu tidur.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-prep-17/slideshow-safe-sleep-for-baby
Diakses pada September 2018

American Academy of Pediatrics. https://www.aap.org/en-us/about-the-aap/aap-press-room/Pages/American-Academy-of-Pediatrics-Announces-New-Safe-Sleep-Recommendations-to-Protect-Against-SIDS.aspx
Diakses pada 20 Maret 2019.

US Department of Health and Human Services. https://safetosleep.nichd.nih.gov/safesleepbasics/risk/factors
Diakses pada 20 Maret 2019.

Artikel Terkait

Banner Telemed