Berat badan ideal bayi yang baru lahir berkisar di antara 2.500 gram sampai 4.000 gram
Terdapat banyak faktor yang memengaruhi berat badan lahir bayi

Berat badan bayi saat baru lahir merupakan salah satu “identitas” yang akan selalu melekat pada anak. Berat badan lahir menjadi parameter yang penting dalam mengevaluasi tumbuh dan kembang seorang anak. Pengukuran umumnya dilakukan segera setelah bayi lahir.

Berat badan ideal bayi yang baru lahir berkisar di antara 2.500 gram sampai 4.000 gram. Jika berat badan lahir bayi lebih rendah dari 2.500 gram, bayi dapat dikatakan memilki berat badan lahir rendah. Sedangkan jika berat badan lahir lebih dari 4.000 gram, dikatakan berat lahirnya besar.

Setelah lahir, bayi akan kehilangan berat badannya akibat kehilangan ekstra cairan. Umumnya berat badan akan berkurang sekitar 7-10% dalam satu minggu pertama. Kemudian berat badan akan naik perlahan hingga kembali ke berat badan saat lahir di minggu kedua.

Berat badan bayi saat lahir tidak dapat memprediksi berat badan bayi ketika beranjak dewasa, apakah mereka akan kurus ataupun gemuk. Berat badan bayi saat lahir digunakan oleh tenaga kesehatan dalam mengambil langkah evaluasi bayi dalam beberapa hari pertama kelahiran.

[[artikel-terkait]]

Faktor yang memengaruhi berat badan bayi baru lahir

Beberapa faktor baik internal maupun eksternal turut memengaruhi berat badan bayi yang baru lahir, di antaranya:

1. Usia kehamilan saat persalinan

Jika terjadi persalinan prematur, bayi kemungkinan besar lahir dengan berat badan yang rendah. Sedangkan risiko makrosomia (kepala bayi yang besar) meningkat setelah usia kehamilan mencapai 37 minggu.

2. Tinggi badan ibu

Tinggi badan adalah cerminan potensi ukuran tubuh manusia. Potensi tinggi tubuh seseorang diturunkan secara genetik sehingga dengan mengukur tinggi badan ibu, berat badan lahir bayi dapat diperkirakan. Semakin tinggi seorang ibu, semakin besar kemungkinannya untuk melahirkan bayi dengan berat yang lebih besar. Sebaliknya, semakin pendek seorang ibu, semakin besar kemungkinannya untuk melahirkan bayi dengan berat badan yang lebih kecil.

3. Berat badan ibu

Berat badan ibu berhubungan langsung dengan berat badan bayi. Ibu hamil dengan berat badan berlebih, lebih mungkin melahirkan bayi dengan berat badan yang lebih besar.

4. Penambahan berat badan ketika hamil

Semakin banyak penambahan berat badan saat hamil, semakin besar bayi yang dikandung. Pertambahan berat ibu saat hamil berhubungan dengan jumlah kalori yang dimakan. Berlebihnya kalori berarti semakin banyak kalori yang tersedia untuk pertumbuhan jaringan bayi.

5. Jenis kelamin bayi

Bayi perempuan cenderung lebih kecil daripada bayi laki-laki apabila disamakan usia kehamilannya. Bayi laki-laki rata-rata lebih berat sekitar 135 gram saat kehamilan matang (cukup bulan untuk lahir).

6. Merokok

Ibu yang merokok saat hamil bisa menyebabkan bayinya untuk lahir dengan berat badan yang lebih rendah, yaitu sekitar 12-18 gram lebih rendah untuk setiap batang rokok per hari. Jika seorang ibu merokok 1 bungkus rokok per hari, berat badan bayi berkurang sekitar 240-360 gram.

7. Diabetes Melitus

Ibu yang mengalami diabetes melitus dalam kehamilan, dengan gula darah tidak terkontrol, melahirkan bayi dengan berat badan berlebih (30% risiko). Dengan semakin tingginya kadar glukosa dalam darah, jumlah glukosa yang masuk ke dalam peredaran bayi pun lebih banyak sehingga lebih banyak glukosa yang dapat digunakan untuk pertumbuhan.

8. Bayi Kembar

Bayi kembar biasanya lahir dengan berat badan yang lebih kecil. Hal ini disebabkan karena bayi kembar harus berbagi ruang rahim yang terbatas untuk tumbuh, serta kemungkinan lahir prematur yang lebih besar.

Artikel Terkait

Banner Telemed