Konflik kerap membuat kedua pihak terus bertentangan
Menggunakan kepala dingin merupakan salah satu cara mengatasi konflik dengan baik

Adu argumen dengan pasangan, bertengkar dengan saudara kandung, atau saling menjatuhkan dengan rekan sejawat merupakan contoh konflik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Konflik dapat terjadi dalam hubungan pertemanan, keluarga, pekerjaan, ataupun lingkungan. 

Jika dibiarkan berlarut-larut, konflik dapat meluas dan menyebabkan berbagai masalah yang membahayakan, seperti kekerasan hingga pelaporan pada pihak berwajib. Lantas, bagaimana cara mengatasi konflik dengan baik?

Cara mengatasi konflik

Setiap orang tentu pernah mengalami konflik, entah itu bersifat sementara ataupun berlangsung lama. Mengatasi konflik pun bukanlah perkara yang mudah karena keegoisan masing-masing pihak dan saling menganggap dirinya benar satu sama lain seringkali membuat konflik sulit dihentikan. Apalagi jika konflik terus berlanjut melalui adu mulut bahkan kekerasan

Manusia juga terkadang mengatasi konflik dengan mengutamakan kehendak orang lain di atas kehendak dirinya sendiri atau memprioritaskan kehendaknya sendiri daripada kehendak orang lain. Hal ini berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan dalam sebuah hubungan. Adapun cara mengatasi konflik yang sebaiknya dilakukan, yaitu:

  • Fokuskan untuk menyelesaikan konflik 

Fokuskan diri Anda untuk menyelesaikan konflik. Jangan terpaku pada kemenangan dalam beradu argumen atau siapa yang paling benar karena akan sulit diselesaikan. Fokuskan tujuan Anda dalam mengatasi konflik agar bisa diselesaikan secara damai.

  • Gunakan kepala dingin

Menggunakan kepala dingin ketika mengatasi konflik merupakan hal utama yang harus Anda lakukan. Hal ini dapat membantu Anda mengendalikan emosi sehingga memperburuk konflik yang tengah berlangsung.

Hal ini memang cukup sulit dilakukan, namun bersikap tetap tenang sangat penting untuk menemukan solusi dari persoalan yang tengah dialami. Mengambil napas dalam-dalam, berjalan-jalan sejenak, dan meregangkan otot dapat membantu Anda merasa tenang sehingga mampu berpikir jernih.

  • Melakukan diskusi

Dengan kepala dingin, Anda dapat mulai berdiskusi bersama orang yang terlibat langsung dalam konflik. Pilihlah tempat yang netral dan lokasi yang nyaman, agar Anda bisa merundingkan persoalan yang terjadi dengan baik. 

Dalam diskusi tersebut, Anda bersama orang yang berkonflik dapat memaparkan sudut pandang dan keinginan masing-masing. Namun, pastikan menggunakan kata-kata yang baik dalam bertutur kata. Jangan sampai ucapan Anda malah membuat konflik semakin meruncing. 

  • Perjelas masalah yang ada

Ketika mengalami konflik, Anda mungkin membawa masalah lain yang tak terkait dengan persoalan yang ada pada diskusi. Hal ini bisa membuat pihak yang berkonflik dengan Anda merasa diserang, dan tak akan menciptakan solusi untuk konflik ini. 

Oleh sebab itu, penting untuk memperjelas masalah yang perlu dibahas dan hanya boleh membahas masalah itu saja. Jika masalah lain juga perlu diatasi, maka Anda harus meluangkan waktu lain untuk membahasnya.

  • Jadi pendengar yang baik

Berilah kesempatan bagi pihak yang berkonflik dengan Anda untuk mengutarakan bagaimana dirinya melihat persoalan yang ada, bagaimana perasaannya tentang hal itu, dan bagaimana pendapatnya dalam menyelesaikan konflik ini. 

Ketika orang tersebut berbicara, jangan menyela dan tunggu giliran Anda. Mendengarkan dapat membuat Anda terhubung lebih dalam dengan emosi Anda sendiri maupun orang lain. 

  • Beristirahat sejenak

Jika ketika berdiskusi, Anda atau pihak lain bisa saja tersulut emosinya. Oleh karena itu, sebaiknya beristirahatlah sejenak. Meninggalkan diskusi selama beberapa waktu memungkinkan kedua pihak untuk memikirkan masalah dengan baik, dan berkumpul kembali setelah lebih tenang guna menyelesaikan konflik yang terjadi.

  • Saling memaafkan

Menyelesaikan konflik tak mungkin terjadi jika Anda dan pihak yang berkonflik tidak mau saling memaafkan. Lepaskanlah rasa kesal, dendam, dan amarah yang ada dalam diri Anda. Minta atau berilah maaf pada “lawan” Anda tersebut sehingga konflik bisa benar-benar tuntas.

  • Menentukan kesepakatan

Setelah sama-sama mengutarakan sudut pandang masing-masing, Anda bersama pihak yang berkonflik harus menentukan kesepakatan dalam mengatasi konflik. Tentukan kesepakatan yang adil dan tak merugikan salah satu pihak. 

Kesepakatan yang ditentukan mungkin berkaitan dengan apa yang harus dilakukan atau diberikan untuk menyudahi persoalan yang ada. Anda dapat berkompromi dalam menentukan hal ini. Jika tidak mencapai kesepakatan, mungkin diperlukan pihak ketiga untuk menengahi konflik ini. 

Tak semua orang memiliki cara yang sama dalam mengatasi konflik yang dimilikinya. Namun jika Anda tengah memiliki konflik, maka tak ada salahnya untuk mencoba berbagai cara di atas. Menyampaikan emosi, pikiran, dan kebutuhan satu sama lain secara jujur dan terbuka dapat membantu Anda menyelesaikan konflik dengan damai.

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/emotional-health/managing-conflict.aspx
Diakses pada 17 Februari 2020
Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/relationships-communication/conflict-resolution-skills.htm
Diakses pada 17 Februari 2020
Sane. https://www.sane.org/information-stories/the-sane-blog/wellbeing/how-to-manage-conflict
Diakses pada 17 Februari 2020

Artikel Terkait