7 Tips Jitu Hadapi Teman yang Punya Gangguan Kepribadian Narsistik

Jangan biarkan orang dengan gangguan kepribadian narsistik mengontrol hidup Anda.
Salah satu cara hadapi orang dengan gangguan kepribadian narsistik ialah menerima mereka apa adanya.

Ketika Anda mendengar kata-kata "narsis", mungkin yang terlintas di benak ialah, seseorang yang suka selfie dan memuji hasil fotonya sendiri. Nyatanya, gangguan kepribadian narsistik lebih dari itu.

Kata narsistik seringkali dilontarkan kepada mereka yang egois dan kurang empati. Akan tetapi, perlu diingat bahwa gangguan kepribadian narsistik adalah kondisi kesehatan mental yang memerlukan diagnosis oleh ahli kejiwaan.

Jika Anda memiliki teman atau keluarga yang mengidap gangguan kepribadian narsistik, beberapa tips di bawah ini bisa Anda lakukan untuk "menghadapinya".

Tips hadapi teman yang punya gangguan kepribadian narsistik

Sebelum mencari tahu tips untuk menghadapi teman yang punya gangguan kepribadian narsistik, ada baiknya Anda mengetahui, gejala-gejala dasar dari gangguan mental tersebut, yaitu berupa perilaku:

  • Suka mementingkan diri sendiri
  • Membutuhkan pujian dan kekaguman terus-menerus
  • Mengeksploitasi orang lain tanpa ada rasa bersalah atau malu
  • Sering merendahkan, mengintimidasi, menggertak atau meremehkan orang lain

Setelah mengetahui gejala-gejala dasar dari gangguan kepribadian narsistik, Anda bisa ikuti beberapa tips ini untuk bisa menghadapi mereka yang mengidapnya.

1. Terima mereka apa adanya

Jangan ambil hati dan terima mereka apa adanya. Ini adalah tips jitu pertama untuk menghadapi teman yang menderita gangguan kepribadian narsistik, baik di lingkungan kampus, tempat kerja, maupun pergaulan sehari-hari lainnya.

Prioritas maupun keinginan Anda, mungkin tidak penting di mata mereka. Apabila Anda berselisih pendapat dengan mereka mengenai prioritas tersebut, jangan ambil hati dan sebaiknya berlapang dada.

2. Jangan terlalu memikirkan “mereka”

Ketika ada seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik di sekitar Anda, perhatian cenderung mengarah padanya.

Jika Anda menunggu orang dengan gangguan kepribadian narsistik untuk “rehat” dan tidak menunjukkan sifat narsistiknya, kesempatan semacam itu belum tentu datang.

Sebisa mungkin, jangan biarkan orang-orang dengan gangguan kepribadian narsistik sampai “menyusup” ke dalam pikiran Anda. Jagalah diri Anda dan “bentengi” pikiran, agar mereka tidak masuk ke sana.

3. Utarakan keluh kesah

Jika orang yang menderita gangguan kepribadian narsistik adalah teman kerja, atasan atau bahkan orang yang tidak dikenal, diam adalah langkah yang sangat jitu untuk bisa menghadapi mereka.

Namun, kalau orang-orang yang mengidap gangguan kepribadian narsistik adalah kekasih, keluarga atau sahabat dekat, utarakan keluh kesah Anda, agar mereka tahu kekesalan Anda.

Akan tetapi, Anda juga harus siap, jikalau mereka tidak mengerti atau bahkan mengabaikan keluh kesah Anda.

4. Tetapkan batasan yang jelas

Orang dengan gangguan kepribadian narsistik biasanya merasa bebas melakukan berbagai hal, seperti masuk ke ranah pribadi seseorang, dan lain-lain. Hal ini terkadang bisa merugikan Anda.

Ada baiknya, Anda menetapkan batasan yang jelas. Jika memiliki teman kerja yang mengidap gangguan mental narsistik ini, dan telah melampaui batas, harus ada konsekuensi yang mereka terima.

Misalnya, ada teman kantor pengidap gangguan kepribadian narsistik, yang suka memarkir mobil besarnya, sampai menutupi jalan keluar kendaraan Anda.

Anda harus mengutarakan kepadanya, jika kebiasaan buruk itu tidak diubah, mobil besarnya akan dipindahkan secara paksa.

5. Tegas dengan pendirian

Jika sudah tegas menetapkan batasan serta konsekuensi yang harus diterima oleh teman-teman pengidap gangguan kepribadian narsistik, kini saatnya Anda teguh dengan pendirian.

Orang dengan gangguan kepribadian narsistik cenderung akan melawan Anda, ketika batasan serta konsekuensi sudah diutarakan. Namun, ini adalah saatnya Anda menunjukkan keteguhan pendirian.

Sebab, jika bersikap “lembek”, orang dengan gangguan kepribadian narsistik akan meremehkan Anda pada lain waktu.

6. Perbanyak teman baru

Jika berada dalam lingkaran pertemanan “sempit” dan terdapat si pengidap gangguan kepribadian narsistik, ada baiknya Anda mencari lingkungan pertemanan baru yang dipenuhi dengan orang-orang baik dan berkumpul dengan keluarga.

Sebab, menghabiskan waktu dengan orang berkepribadian narsistik, bisa membuat Anda lupa rasanya memiliki “hubungan sehat”.

7. Sarankan untuk cari bantuan ke ahli kesehatan mental

Jika ada orang kantor atau teman sekolah yang mengidap gangguan kepribadian narsistik, sebaiknya Anda sarankan mereka untuk langsung mencari bantuan ke ahli kesehatan mental. Walau memang bukan tanggung jawab Anda untuk mengingatkan mereka, tapi sebagai teman, apa salahnya mengingatkan hal baik?

Apalagi kalau yang mengidapnya adalah orang-orang terdekat, seperti adik, kakak, sampai kekasih. Mengajak mereka untuk konsultasi ke dokter psikiater, sangatlah penting.

Catatan dari SehatQ

Bagi Anda yang sudah lelah menghadapi teman yang memiliki gangguan kepribadian narsistik, ada baiknya langsung jujur terkait keluh kesah Anda, atau langsung tinggalkan saja mereka, agar pikiran Anda tidak terkuras secara emosional.

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-deal-with-a-narcissist

Diakses pada 30 Oktober 2019

 

Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/mental-disorders/narcissistic-personality-disorder.htm

Diakses pada 30 Oktober 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed