7 Pemeriksaan Kehamilan Trimester 2 yang Penting Dilakukan Ibu Hamil


Sebaiknya ibu hamil memeriksakan kandungannya pada trimester kedua untuk mencegah gangguan kesehatan bayi. Tes ultrasound hingga tes glukosa dapat dilakukan oleh ibu hamil pada trimester kedua.

0,0
03 May 2019|Maria Yuniar
Ditinjau olehdr. Reni Utari
USG adalah salah satu pemeriksaan kehamilan trimester 2pemeriksaan kehamilan trimester 2 bukan hanya USG melainkan ada banyak jenis lainnya
Pemeriksaan kehamilan trimester 2 sangat penting untuk ibu hamil. Pasalnya, pada saat memasuki masa kehamilan trimester kedua ini banyak sekali risiko kehamilan yang mungkin terjadi pada ibu hamil maupun janin.Mulai dari pendarahan, kelahiran prematur, sampai down syndrome. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ibu hamil disarankan untuk menjalani tes kehamilan pada saat trimester 2 seperti berikut ini.[[artikel-terkait]]

Berbagai pemeriksaan kehamilan trimester 2 yang perlu dilakukan

Cek kehamilan adalah salah satu kegiatan yang tidak boleh dilewatkan oleh ibu hamil. Pasalnya, berbagai pemeriksaan kehamilan tersebut dapat mendeteksi kemungkinan adanya gangguan pada janin.Umumnya, pemeriksaan kehamilan di setiap semester memang tidak jauh berbeda, namun ada beberapa tes kehamilan yang baru mulai dilakukan di trimester tertentu.Nah, berikut adalah rangkaian pemeriksaan kehamilan trimester 2 yang tidak boleh dilewatkan:Baca juga: Pemeriksaan tinggi fundus uteri, gambaran perkembangan janin dalam kandungan

1. Tes kehamilan berupa MSAFP

Ketika memasuki trimester kedua, dokter akan menawarkan genetic screening test. Salah satu tes tersebut adalah Maternal Serum Alpha-Fetoprotein (MSAFP), untuk mengukur tingkat alpha-fetoprotein, sebagai protein yang dihasilkan janin. Melalui pemeriksaan ini, ibu hamil bisa mengetahui potensi down syndrome dan mendeteksi keadaan organ fetus.Di samping MSAFP, biasanya dokter menyarankan substansi lain untuk diperiksa pada trimester ini. Substansi tersebut meliputi kadar hCG, hormon estriol, dan inhibin-A. Saat inhibin-A ditambahkan, inilah yang disebut quad screening.

2. Non-invasive prenatal testing (NIPT)

NIPT sangat penting untuk mengetahui kesehatan janin yang sedang bertumbuh dan berkembang. Tes dengan sampel darah ini dipercaya mampu mendeteksi potensi down syndrome dan jumlah kromosom janin.Normalnya, manusia sehat memiliki 23 pasang kromosom. Urutan kromosom terakhir digunakan untuk mengenali jenis kelamin calon bayi. NIPT juga memastikan kelengkapan salinan kromosom.

3. Tes ultrasound

Memasuki minggu ke-20, ibu hamil biasanya ditawari untuk menjalani tes ultrasound (USG). Pemeriksaan kehamilan trimester 2 ini bertujuan untuk mengetahui risiko cacat lahir pada fetus.Gambar janin yang sedang bergerak di rahim bisa dilihat dari segala sisi, dengan pemeriksaan USG. Bahkan, seluruh bagian tubuhnya ditampilkan secara jelas melalui alat ini.Alat diletakkan di atas perut ibu hamil, dengan ujung yang mengeluarkan gelombang suara. Kemudian, gelombang suara memicu gema untuk ditangkap oleh alat, dan diperlihatkan pada layar.Baca juga: Perkembangan ibu dan janin di usia kehamilan 20 minggu

4. Uji glukosa

Salasah satu pemeriksaan kehamilan trimester 2 lainnya adalah Glucose Challenge Test (GCT) atau uji glukosa dilakukan saat usia kehamilan berusia 24-28 minggu. Dengan menjalani GCT, risiko diabetes gestasional pada ibu hamil bisa dideteksi lebih awal.Dalam pemeriksaan ini, ibu hamil diminta untuk mengonsumsi cairan glukosa, yang harus dihabiskan selama lima menit. Selang dua jam, ibu hamil akan menjalani pengambilan darah, untuk diperiksa di laboratorium. 

5. Tes amniosentesis

Jika dokter menemukan risiko gangguan kehamilan pada multiple screening, maka ibu hamil dianjurkan menjalani amniocentesis test. Umumnya, tes ini disarankan pada usia kehamilan 15-18 minggu, untuk wanita berumur 35 tahun ke atas.Pemeriksaan ini membutuhkan sampel cairan ketuban, yang diperoleh melalui jarum yang dimasukkan ke perut ibu. Selanjutnya, cairan ketuban tersebut akan dibawa ke laboratorium. Kerusakan pada cairan ketuban, menandakan adanya masalah kesehatan serius pada janin.

6. Fetal doppler ultrasound test

Doppler Ultrasounds merupakan alat yang bekerja menggunakan gelombang suara. Alat ini berfungsi mendeteksi aliran darah melalui pembuluh. Dengan bantuan USG Doppler, ibu hamil bisa mengetahui kondisi siklus darah ke plasenta.Doppler Ultrasounds versi mini, yang disebut Fetal Doppler, juga mampu mendeteksi detak jantung janin lebih dini. Dengan lapisan gel sebagai media, batangan Doppler digerakkan untuk dikirim sebagai gelombang suara.Baca juga: Mengenal Apa Itu Pemeriksaan Fetomaternal, Apakah Baik untuk Semua Ibu Hamil?

7. Antenatal care

Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan satu kali pemeriksaan melalui antenatal care (ANC), pada kehamilan trimester kedua. Tes ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental ibu hamil, agar dapat menjalani persalinan, melalui masa nifas, memberikan ASI, dan memulihkan kesehatan organ reproduksi.Adapun pemeriksaan ANC dilakukan untuk:
  • Memantau tumbuh kembang janin, perkembagan kehamilan untuk memastikan ibu dan janin tetap sehat
  • Mengantisipasi komplikasi kehamilan
  • Mempersiapkan persalinan sekaligus menekan kemungkinan adanya trauma atas rahim
Ibu hamil bisa mendapatkan tes ANC di puskesmas, klinik, maupun rumah sakit. Selain dokter kandungan dan dokter umum, bidan serta perawat juga dapat melakukan pemeriksaan tersebut.Selain rutin melakukan pemeriksaan kehamilan trimester 2, untuk menjaga agar Anda dan janin tidak mengalami penurunan kesehatan, jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi dan tetap jaga kebugaran tubuh dengan olahraga di pagi hari secara teratur.Jika Anda ingin berkonsultasi pada dokter seputar tes kehamilan trimester kedua, Anda bisa chat dokter di sini.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
trimesterkehamilantes kehamilantrimester kedua kehamilan
WebMD. https://www.webmd.com/baby/guide/second-trimester-tests#1
November 2018
Kementerian Kesehatan RI. http://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-pemeriksaan-kehamilan-anc-di-fasilitas-kesehatan
Diakses pada 27 Februari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait