logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

7 Alat Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Ketahui Tingkat Efektivitasnya

open-summary

Alat kontrasepsi untuk ibu menyusui harus mempertimbangkan efek terhadap produksi ASI. beberapa pilihan KB yang dapat Anda gunakan, salah satunya adalah pil mini dengan progestin.


close-summary

3 Mei 2019

| Maria Yuniar

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Alat kontrasepsi untuk ibu menyusui pil mini dikonsumsi selama 28 hari

Alat kontrasepsi untuk ibu menyusui berupa pil mini merupakan salah satu KB yang efektif

Table of Content

  • Menyusui sebagai pengganti alat kontrasepsi
  • Pilihan alat kontrasepsi untuk ibu menyusui
  • Hal yang perlu diperhatikan saat memilih alat kontrasepsi untuk ibu menyusui
  • Catatan dari SehatQ

Alat kontrasepsi untuk ibu menyusui yang aman adalah alat keluarga berencana (KB) tanpa hormon estrogen, sterilisasi permanen, kondom maupun diafragma, dan IUD (spiral).

Advertisement

Anda mungkin pernah mendengar pernyataan bahwa menyusui bisa berperan layaknya alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. 

Sebab, hanya ibu yang memberikan ASI eksklusif lah yang bisa mengurangi potensinya terhadap kehamilan selama masa menyusui.

Anda bisa menjalankan metode menyusui sebagai pilihan untuk KB. Namun, metode ini hanya efektif enam bulan setelah persalinan.

Bagaimana caranya agar Anda bisa menggunakan metode menyusui untuk menekan risiko kehamilan?

Menyusui sebagai pengganti alat kontrasepsi

Supaya metode menyusui sebagai KB efektif, Anda harus menyusui setidaknya setiap empat jam di siang hari, selama enam jam setiap malamnya, dan tidak mengonsumsi suplemen tambahan. Artinya, bayi tidak mendapatkan asupan apapun selain ASI.

Ibu menyusui mungkin belum menyadari tentang masa ovulasi setelah persalinan. Akhirnya, kembalinya masa menstruasi belum diantisipasi.

Padahal, selalu ada potensi kehamilan selama masa menyusui. Jika belum siap menjalani kehamilan berikutnya, Anda disarankan menjalani program KB.

Pilihan alat kontrasepsi untuk ibu menyusui

Beberapa alat kontrasepsi ternyata bisa mengganggu suplai ASI. Oleh karena itu, konsultasikan dengan bidan maupun dokter sebelum memilih alat kontrasepsi.

Berikut ini beberapa pilihan kontrasepsi yang bisa Anda pertimbangkan.

1. Intrauterine device (IUD)/KB spiral

no caption
IUD adalah alat kontrasepsi untuk ibu menyusui jangka panjang

IUD atau lebih dikenal dengan KB spiral adalah alat kontrasepsi untuk ibu menyusui jangka panjang.

Berbentuk kumparan kecil dengan panjang hingga 3 cm, IUD menggunakan bahan plastik berbentuk huruf T yang aman, dan tidak berbahaya bagi tubuh.

IUD menghambat dan mencegah sperma bertemu dengan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan.

Alat kontrasepsi untuk ibu menyusui ini dipercaya 99 persen efektif mencegah kehamilan, hingga sepuluh tahun. Selain itu, alat ini bisa dilepas sewaktu-waktu, ketika Anda berubah pikiran dan menginginkan kehamilan.

Baca Juga

  • 7 Cara Cepat Hamil agar Pasutri Segera Mendapat Momongan
  • Ciri-Ciri Tidak Cocok KB Suntik 3 Bulan yang Bisa Anda Kenali
  • Pentingnya Nutrisi untuk Ibu Menyusui, Ini Makanan yang Jadi Sumbernya

Oleh karena itu, IUD merupakan salah satu KB yang cocok untuk ibu menyusui. Namun, alat ini pun rentan infeksi karena merupakan objek asing yang dimasukkan ke dalam tubuh.

Pengguna kontrasepsi spiral pun bisa menimbulkan beberapa efek samping seperti keram perut, pendarahan, dan bercak-bercak.

Efek samping ini bisa terjadi selama 6 bulan pemasangan kontrasepsi. Oleh karena itu, Anda disarankan menjalani kontrol rutin jika menggunakan alat KB selama masa menyusui.

2. Pil KB progestin (pil mini)

no caption
Pil mini aman sebagai alat kontrasepsi untuk ibu menyusui karena tanpa estrogen

Pil KB tradisional terbuat dari kombinasi estrogen dan progestin. Bagi ibu menyusui, pil ini bisa membawa efek samping berupa penurunan suplai ASI serta durasi menyusui.

Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa memilih pil KB untuk ibu menyusui jenis progestin saja atau pil mini. Ini cukup efektif dan aman untuk ibu menyusui.

Pil mini sebagai KB untuk ibu menyusui ini bekerja dengan cara menebalkan lendir serviks sehingga sperma tidak mampu menembus saluran telur.

Satu pak pil KB progestin terdiri dari 28 pil. Anda harus mengonsumsinya pada waktu yang sama setiap hari.

Tujuannya, untuk menekan ovulasi pada siklus menstruasi selama menyusui. Jika Anda melewatkan satu jadwal sekalipun, kemungkinan kehamilan akan meningkat atau kembali subur dalam waktu 24 jam.

3. Kontrasepsi luar

no caption
Kondom cocok sebagai alat kontrasepsi untuk ibu menyusui karena melindungi dari penyakit menular seksual

Alat kontrasepsi untuk ibu menyusui berupa kontrasepsi luar relatif aman. Hal ini dikarenakan tidak mengandung hormon tertentu yang akan memengaruhi jumlah ASI. Oleh karena itu, alat kontrasepsi ini merupakan KB yang cocok untuk ibu menyusui.

Selain itu, kontrasepsi jenis ini juga bermanfaat untuk melindungi ibu dari penyakit menular seksual.

Kontrasepsi atau proteksi luar sebagai pilihan KB untuk ibu menyusui yang tidak akan mengganggu kinerja atau suplai ASI, antara lain:

  • Kondom, baik bagi wanita ataupun pria.
  • Spons atau diafragma.

Produk-produk di atas umumnya tersedia secara bebas di pasaran atau apotek. Gunakan sesuai petunjuk agar mampu mencegah kehamilan sebesar 60-98 persen.

4. KB implan (susuk)

no caption
KB implan merupakan alat kontrasepsi untuk ibu menyusui dengan efektifitas hingga 99 persen

Jenis KB untuk ibu menyusui ini berupa tabung plastik kecil berisi hormon progestin. Dengan tingkat efektivitas hingga 99 persen, tabung KB implan ini akan dimasukkan ke dalam kulit lengan atas dan bertahan selama tiga sampai empat tahun.

Kandungan hormon berfungsi untuk mencegah pelepasan sel telur, menebalkan lendir serviks, dan mencegah sperma mencapai sel telur. Implan bisa dipasang setelah melahirkan dan dilepaskan saat ibu ingin hamil kembali.

5. Suntik KB

no caption
Alat kontrasepsi untuk ibu menyusui suntik KB mengandung hormon progestin

Suntik KB untuk ibu menyusui atau depo provera adalah alat kontrasepsi untuk ibu menyusui yang dilakukan dengan cara menyuntikkan hormon progestin.

Suntikan ini bertahan hingga tiga bulan dan harus diulang agar tingkat efektivitasnya mencapai 97 persen. 

Metode kontrasepsi ini menimbulkan beberapa efek samping berupa sakit kepala, sakit perut, hingga kenaikan berat badan. Saat menjalani metode ini, Anda bisa kembali subur dalam waktu sepuluh bulan atau lebih.

6. KB kalender

no caption
Mengamati siklus menstruasi merupakan alat kontrasepsi untuk ibu menyusui alami

KB kalender merupakan metode kontrasepsi alami yang mengandalkan penghitungan siklus menstruasi ibu menyusui. Anda harus benar-benar memperhatikan siklus menstruasi, serta beberapa tanda yang dialami tubuh.

Misalnya, suhu ketika ovulasi berlangsung, lendir vagina, serta gejala ovulasi lainnya. Jika Anda tidak konsisten dalam penghitungan kalender, efektivitas metode ini sekitar 76 persen atau lebih rendah dibanding cara lainnya.

Selain itu, metode kontrasepsi alami ini kurang cocok bagi wanita dengan siklus haid yang tidak teratur.

7. Sterilisasi

no caption
Pengangkatan tuba falopi bisa dijadikan sebagai alat kontrasepsi untuk ibu menyusui

Sterilisasi merupakan metode KB permanen untuk mencegah kehamilan. Dalam metode ini, ibu menyusui harus menjalani operasi pengangkatan tuba falopi (tubektomi).

Oleh karena itu, ada beberapa efek samping dari obat anestesi berupa mual, muntah, dan pusing. Pilihan KB permanen ini dianjurkan bagi pasangan yang tidak menginginkan keturunan lagi.

Hal yang perlu diperhatikan saat memilih alat kontrasepsi untuk ibu menyusui

no caption
Jangan pilih alat kontrasepsii untuk ibu menyusui dengan estrogen agar produksi ASI terjaga

Ketika memilih alat kontrasepsi untuk ibu menyusui, sebaiknya tidak menggunakan hormon estrogen. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan pada jurnal Drugs and Lactation Database, estrogen mampu menekan produksi ASI.

Bahkan, alat kontrasepsi untuk ibu menyusui dengan estrogen mampu membuat ASI berhenti lebih cepat daripada menggunakan KB untuk menyusui tanpa hormon ataupun progestin saja.

Terlebih, pemberian alat kontrasepsi untuk ibu menyusui sebaiknya diberikan enam minggu setelah melahirkan.

Pasalnya, estrogen yang dikonsumsi dalam kurang dari tiga minggu pascamelahirkan mampu meningkatkan risiko penggumpalan darah. Akhirnya, gumpalan tersebut menyumbat pembuluh darah (tromboembolisme).

Catatan dari SehatQ

Alat kontrasepsi untuk ibu menyusui sebaiknya yang tidak mengandung hormon estrogen. Hal ini dikarenakan hormon estrogen mampu menghambat produksi ASI.

Selain itu, biasanya, dokter merekomendasikan ibu untuk tidak berhubungan seksual selama enam minggu setelah persalinan. Jadi, Anda mungkin belum membutuhkan alat kontrasepsi sebelum bayi berusia enam minggu.

Apabila ingin memulai menggunakan alat kontrasepsi untuk ibu menyusui, konsultasikan dengan dokter kandungan melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Jika Anda ingin mendapatkan keperluan ibu menyusui, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

menyusuikontrasepsikeluarga berencanapenggunaan kbibu menyusui

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved