Penyebab bayi menangis dapat diakibatkan karena mereka lapar, lelah, kedinginan/kepanasan, dan sebagainya
Rasa lapar adalah penyebab bayi menangis yang paling umum

Menangis menjadi alat yang berguna untuk memberitahukan keinginan bayi. Memahami apa yang menjadi penyebab bayi menangis adalah kunci yang membuat orangtua tahu apa yang diinginkan oleh bayi mereka. Berikut adalah 7 alasan bayi menangis yang akan membantu Anda memahami makna di balik tangisan mereka.

1. Kelaparan

Penyebab bayi mengangis yang paling umum adalah karena lapar. Apabila bayi menangis setelah 3 hingga 4 jam setelah menyusu atau makan dan popoknya terlihat bersih, maka alasan tangisan tersebut kemungkinan besar adalah karena rasa lapar. 

Hal ini terutama terjadi pada bayi baru lahir. Semakin muda usia bayi, maka ia akan semakin sering lapar. Lambung bayi masih berukuran sangat kecil, sehingga tidak membutuhkan waktu lama bagi Si Kecil untuk merasa lapar. 

2. Merasa Tidak Nyaman atau Kesakitan

Seiring berjalannya waktu, orang tua akan dapat membedakan penyebab bayi menangis dari suara tangisannya. Saat bayi merasa kesakitan, suara tangisannya akan terdengar melengking dan bernada tinggi.

Sedangkan saat bayi merasa tidak nyaman, seperti popoknya sudah terlalu penuh, kepanasan, atau kedinginan, bayi umumnya akan menangis sambil melengkungkan punggungnya ke atas, seolah menjauhi sumber ketidaknyamanannya. Selain itu, adanya gas, kolik, dan refluks akan menyebabkan rasa tidak nyaman bagi bayi Anda dan menyebabkan bayi menangis secara berlebihan. 

3. Kelelahan

Saat bayi merasa lelah, mereka akan lebih suka menangis dan rewel ketimbang tertidur. Tangisan akibat kelelahan, biasanya sangat keras dan terdengar begitu rewel.

Namun, ini akan menghilang seiring bayi tidur. Coba goyangkan badannya dan memberikan suara yang menenangkan saat Anda menempatkannya di atas kasur atau di dalam kotak tidur.

4. Popok Penuh

Salah satu yang membuat bayi menangis adalah karena ada sesuatu dalam popoknya yang perlu diganti. Selain lapar, hal ini bisa menjadi penyebab bayi menangis.

Anda dapat mengecek popok bayi saat ia menangis. Sebagian bayi akan langsung menangis, sementara sebagian lainnya akan menunggu beberapa saat sebelum akhirnya menangis.

5. Butuh Pelukan

Dalam beberapa minggu pertama setelah kelahirannya, bayi menginginkan banyak perhatian dari Anda. Jadi, nikmati pelukan dengan kontak kulit dan cobalah untuk lebih banyak berinteraksi dengan bayi Anda. Kedua hal tersebut akan membantu menenangkannya.

Setiap bayi dilahirkan dengan keunikan tersendiri. Ada bayi yang memang menginginkan kontak lebih dengan orangtuanya. Tangisan mereka dapat menandakan bahwa ia membutuhkan perhatian atau pelukan dari orangtuanya.

6. Suhu Sekitar Terlalu Panas/Dingin

Periksalah suhu tubuh bayi Anda. Saat bayi demam atau udara yang terlalu panas/dingin di sekitarnya dapat membuat mereka menangis. Bayi yang baru lahir juga akan lebih mudah menangis saat kedinginan karena mereka terbiasa dengan suhu hangat dalam rahim ibunya.

Itulah sebabnya bayi bisa menangis saat Anda mengganti popoknya. Bayi juga lebih senang saat memakai pakaian yang lebih dari satu lapis.

7. Terlalu Bersemangat

Bayi dapat menjadi tidak nyaman jika terlalu banyak dioper ke sana ke mari oleh orang-orang, sehingga bisa membuatnya menangis. Atau mungkin ia hanya butuh istirahat usai bermain. Kita semua pasti akan membutuhkan sedikit waktu untuk beristirahat. Maka coba biarkan bayi tenang dan beristirahat setelah bermain.

Anda perlu mengetahui berbagai penyebab bayi menangis agar dapat melakukan penanganan yang tepat. Jika tangisan tak kunjung berhenti dan Anda tidak dapat menemukan penyebab bayi menangis, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter.

Mother and Baby UK. https://www.motherandbaby.co.uk/baby-and-toddler/baby/why-is-my-baby-crying/which-cry-is-that-7-reasons-why-your-baby-might-be-crying
Diakses pada November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/soothing-your-crying-baby
Diakses pada 22 Maret 2019

Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a536698/seven-reasons-babies-cry-and-how-to-soothe-them
Diakses pada 22 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed