Penyebab Sering Menguap yang Tidak Boleh Diremehkan, Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius

(0)
15 Jan 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Beberapa kondisi medis seperti epilepsi juga menjadi penyebab sering menguapSalah satu penyebab sering menguap adalah kelelahan.
Penyebab sering menguap, sering menguap dan pusing, hingga sering menguap dan sesak napas bisa jadi gejala suatu penyakit serius. Meski kerap dianggap sebagai tanda kelelahan yang umum, namun beberapa penyakit kronis justru memiliki gejala dan tanda-tanda yang sama. Berikut ulasan lengkapnya.Menguap adalah respons tubuh terhadap kelelahan, rasa kantuk, hingga stres. Faktanya, sering menguap bisa menandakan suatu gangguan kesehatan. Sayangnya, sebagian orang masih suka menyepelekan penyebab sering menguap.Sebenarnya, sering menguap bukanlah kondisi medis yang seharusnya diselepekan. Agar tidak dipandang sebelah mata lagi, mari kenali beberapa penyebab mengapa Anda sering menguap seperti berikut ini.

Penyebab sering menguap yang penting diketahui

Sejatinya, menguap adalah tindakan secara tak sengaja, yang dilakukan tubuh, jika merasa kelelahan. Dalam proses menguap, mulut akan terbuka, dan menarik napas dalam-dalam, sehingga paru-paru terisi dengan udara.Jika Anda menguap lebih dari sekali dalam kurun waktu 1 menit, itu tandanya, Anda sudah mengalami keseringan menguap. Jika hal ini terjadi, Anda harus mulai waspada, karena ada kondisi medis yang bisa menyebabkannya. Apa saja penyebab sering menguap itu?

1. Masalah tidur

Salah satu alasan paling umum, mengapa Anda bisa sering menguap, adalah kelelahan dan mengalami masalah tidur. Jika kurang tidur, maka Anda akan sering menguap.Beberapa gejala di bawah ini, berpotensi menjadi penanda, bahwa Anda mengidap masalah tidur:
  • Sulit berkonsentrasi
  • Refleks dan respons yang lambat
  • Lebih mudah marah
  • Tidak semangat maupun termotivasi
  • Nyeri otot
Jika Anda memiliki masalah tidur, konsultasikanlah dengan dokter, untuk mencari solusi, dan mendapatkan tidur yang berkualitas.

2. Gangguan kecemasan

Jangan berpikir bahwa sering menguap, hanya disebabkan oleh rasa letih dan kurang tidur saja. Gangguan kecemasan juga bisa menjadi penyebab sering menguap. Sebab, gangguan kesehatan mental ini, bisa berdampak pada jantung, sistem pernapasan, dan tenaga.Jika seseorang sedang merasa cemas, akan ada potensi untuk lebih sering menguap. Jika rasa cemas semakin tinggi, maka menguap pun akan lebih sering.

3. Pengobatan

Beberapa pengobatan, bisa menyebabkan rasa letih dan kantuk, melanda. Kedua efek samping ini, bisa menjadi penyebab sering menguap.Beberapa pengobatan di bawah ini, bisa menjadi penyebab sering menguap, yang Anda rasakan:
  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs)
  • Antihistamin
  • Beberapa obat penghilang rasa sakit (pain killer)
Jika Anda berencana untuk menghentikan beberapa pengobatan di atas, demi menghindari sering menguap, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Sebab, sebaiknya Anda tidak menghentikan pengobatan, tanpa pengawasan dokter.

4. Depresi

Selain gangguan kecemasan, depresi menjadi masalah kesehatan mental lainnya, yang menjadi penyebab sering menguap. Depresi disebut bisa menyebabkan seseorang sering menguap, karena obat antidepresan, atau rasa letih yang disebabkan oleh depresi itu sendiri.Jika Anda mengalami depresi dan sering menguap, berkonsultasilah dengan dokter, untuk mencari alternatif obat-obatan antidepresan, yang tidak menyebabkan efek samping sering menguap. Selain itu, dokter akan mencari tahu penyebab lain sering menguap yang Anda alami.

5. Masalah jantung

Penyebab sering menguap lainnya, juga bisa dikaitkan dengan saraf vagus, yang membentang dari bagian bawah otak, ke jantung dan perut.Dalam beberapa kasus, penyebab sering menguap berpotensi disebabkan adanya pendarahan di sekitar jantung, atau bahkan serangan jantung.Oleh karena ini, kenali gejala masalah jantung, yang bisa menjadi penyebab sering menguap, seperti di bawah ini:
  • Sakit di dada
  • Sesak napas
  • Rasa sakit pada tubuh bagian atas
  • Mual
  • Pusing
Jika hal-hal ini terjadi, jangan buang waktu dan segera kunjungi dokter, untuk berkonsultasi dan mencari solusi.

6. Epilepsi

Penderita epilepsi juga bisa merasakan sering menguap. Biasanya, sering menguap akan terjadi sebelum atau saat kejang berlangsung. Para pengidap epilepsi, juga bisa sering menguap, karena kelelahan yang disebabkan oleh epilepsi itu sendiri.

7. Gagal hati

Dalam tahap tertinggi gagal hati, penderitanya bisa sering menguap. Beberapa peneliti percaya, hal ini disebabkan rasa letih, yang diakibatkan oleh gagal hati. Di bawah ini adalah gejala gagal ginjal, yang perlu Anda ketahui:
  • Kehilangan nafsu makan
  • Diare
  • Kebingungan
  • Merasa sangat mengantuk di siang hari
  • Edema (pembengkakan) di tangan, kaki
  • Kelebihan cairan di dalam perut
Gagal hati adalah kondisi medis yang sangat serius. Maka dari itu, rutin berkonsultasi ke dokter, adalah hal yang jangan sampai dilewatkan.

8. Stroke

Pasien stroke maupun orang yang punya riwayat stroke, berpotensi sering menguap. Dokter percaya bahwa menguap dapat meregulasi dan menurunkan suhu tubuh setelah adanya cedera pada otak.Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa menguap melibatkan bagian batang otak (pangkal otak yang terhubung ke sumsum tulang belakang).Sering menguap bisa terjadi sebelum atau sesudah Anda mengalami stroke.

9. Multiple sclerosis

Multiple sclerosis adalah penyakit yang bisa menyebabkan sering menguap. Sebab, penyakit ini dapat menyebabkan rasa lelah, sehingga penderitanya bisa menguap berlebihan.

10. Menderita Asma

Salah satu gejala dari penyakit asma adalah sering menguap dan sesak napas hingga menarik napas dalam-dalam. Kebiasaan sering menghela napas, menguap atau menarik napas dalam-dalam tidak selalu karena Anda kelelahan, namun juga tejadi karena gejala asma. Ini terjadi ketika menguap bertujuan untuk mendapatkan lebih banyak oksigen masuk ke tubuh dan lebih banyak karbon dioksida dikeluarkan. Ini merupakan usaha keras yang secara tidak sadar dilakukan oleh penderita asma untuk memperbaiki kesimbangan yang disebabkan oleh saluran udara yang menyempit. Oleh karena itu, jika Anda sering menguap dan sesak napas, waspadai gejala tersebut karena mungkin Anda menderita penyakit asma.

11. Respon untuk mendinginkan otak

Sebuah penelitian mengatakan, seorang yang menguap pada dasarnya merupakan respon untuk mendinginkan otak. Ketika menguap, Anda melakukan peregangan rahang yang dapat meningkatkan aliran darah pada leher, wajah, hingga kepala. Ketika mengambil napas dalam-dalam saat menguap, gerakan ini membantu mengeluarkan hawa panas pada otak. 

Diagnosis penyebab sering menguap

Untuk mendiagnosis penyebab sering menguap, dokter akan menanyakan tentang pola tidur Anda. Dokter akan mencari tahu tentang durasi tidur yang Anda dapatkan. Informasi ini bisa membantu dokter, untuk mendiagnosis penyebab sering menguap.Jika penyebab sering menguap tidak diakibatkan oleh masalah tidur, dokter akan menjalankan beberapa tes diagnosis, untuk mencari penyebab sering menguap lainnya. Salah satunya pemeriksaan menggunakan elektroensefalogram (EEG), untuk mengukur aktivitas listrik di otak. Dengan alat ini, dokter bisa memeriksa kemungkinan adanya epilepsi atau kondisi lain yang memengaruhi otak.Dokter juga bisa menggunakan mesin pemindai MRI, untuk mendiagnosis saraf tulang belakang dan otak, seperti tumor dan multiple sclerosis. Pemindaian MRI juga bermanfaat untuk mengevaluasi fungsi dan mendeteksi masalah jantung.

Pengobatan kondisi sering menguap

Mengobati situasi sering menguap, harus didasari oleh kondisi medis yang menyebabkannya. Jika pengobatan yang membuat Anda sering menguap, dokter akan merekomendasikan untuk menurunkan dosisnya. Perlu diingat, jangan pernah menghentikan pengobatan, tanpa sepengetahuan dokter.Jika masalah tidur yang menjadi penyebab sering menguap, dokter akan merekomendasikan pengobatan atau teknik, agar tidur bisa lebih berkualitas, seperti:
  • Menggunakan alat bantu pernapasan
  • Berolahraga untuk menghilangkan stres
  • Mengikuti jadwal tidur yang teratur
Jika menguap berlebihan, diakibatkan oleh penyakit serius (tumor atau epilepsi), maka dokter akan segera menanganinya.
masalah tidurdepresikelelahanhidup sehat
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324401.php
Diakses pada 15 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/yawning-excessive
Diakses pada 15 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait