Mata gatal dapat disebabkan oleh berbagai kondisi
Terlalu lama menatap layar komputer bisa membuat mata gatal

Hampir setiap orang, baik anak-anak maupun orang dewasa, pernah mengalami mata gatal. Ketika mengalami hal tersebut, banyak orang akan refleks dengan mengucek matanya. 

Tindakan ini bisa membuat mata terasa perih hingga mengalami iritasi. Mata gatal (pruritus okular) dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi tertentu.

Beragam penyebab mata gatal 

Mengetahui penyebab mata gatal dapat membantu Anda menemukan perawatan yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Beberapa penyebab mata gatal yang mungkin terjadi, di antaranya:

  • Menatap layar terlalu lama

Di tengah derasnya kemajuan teknologi seperti sekarang ini, manusia cenderung tidak bisa lepas dari gawainya. Menatap layar ponsel atau komputer dalam waktu yang lama dapat membuat mata menjadi tegang sehingga menyebabkan mata gatal dan lelah. Selain itu, membaca di tempat yang penerangannya buruk juga bisa memicu gatal pada mata.

  • Menggunakan lensa kontak

Memakai lensa kontak terlalu lama, tidak membersihkannya dengan baik, atau tidak menggantinya secara teratur, dapat mengiritasi mata sehingga membuatnya gatal dan merah. Bahkan pada kasus yang parah, mata juga bisa mengalami pembengkakan hingga hilang penglihatan.

  • Alergi 

Sebagian besar kasus mata gatal disebabkan oleh beberapa jenis alergi. Berbagai alergen, seperti serbuk sari, debu, dan bulu binatang, menyebabkan pelepasan senyawa histamin pada jaringan di sekitar mata sehingga menimbulkan reaksi alergi, termasuk gatal, kemerahan, dan pembengkakan mata. Alergi dapat terjadi di musim-musim tertentu ataupun sepanjang tahun.

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki alergi atau tidak, Anda dapat melakukan tes alergi. Dalam tes ini, sejumlah kecil alergen akan disuntikkan di bawah kulit Anda untuk melihat reaksi yang terjadi. Tes alergi aman dilakukan bagi sebagian besar anak-anak maupun orang dewasa. Namun, pastikan tes ini dilakukan oleh dokter spesialis alergi atau imunolog.

  • Iritasi udara

Sebagian orang sangat sensitif terhadap iritan udara, seperti halnya polusi (asap pembakaran, knalpot, cerobong pabrik) atau bahkan parfum tertentu. Paparan iritan dengan mata dapat menyebabkan mata terasa gatal, perih, berair ataupun merah. Bahkan pada kasus yang parah, bisa menyebabkan pandangan kabur atau hilang penglihatan.

  • Infeksi

Mata rentan terhadap infeksi virus, bakteri, atau jamur. Semua infeksi tersebut dapat menimbulkan mata gatal. Salah satu infeksi mata yang sering terjadi adalah konjungtivitis. Bukan hanya membuat mata gatal, konjungtivitis juga membuat bagian putih mata berubah menjadi merah muda. Penyakit mata ini sangatlah menular.

Infeksi mata lain yang mungkin terjadi, yaitu uveitis atau peradangan pada selaput pelangi mata (iris). Selain gatal, kondisi ini juga dapat menyebabkan nyeri mata dan sensitivitas yang ekstrem terhadap cahaya. 

  • Mata kering

Air mata dapat membuat mata Anda tetap lembap dan segar. Mata pun memproduksi cukup air mata agar mata tidak menjadi kering dan gatal. Namun, beberapa kondisi tertentu membuat produksi air mata cenderung berkurang hingga menyebabkan mata kering.

Berbagai kondisi tersebut, yakni penuaan, tersumbatnya saluran atau kelenjar air mata, diabetes, artritis rheumatoid, penggunaan obat-obatan tertentu (antidepresan, dekongestan, obat penurun tekanan darah), dan berada di ruangan berangin ataupun lingkungan yang kelembapannya rendah untuk waktu yang lama. Hal ini bukan hanya membuat mata kering, namun juga terasa sangat gatal.

  • Peradangan kelopak mata (blefaritis)

Blefaritis atau peradangan pada kelopak mata bisa menyebabkan mata gatal dan merah. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar minyak kecil di dasar bulu mata tersumbat. Selain gatal, mata juga dapat mengalami pembengkakan dan berair. Blefaritis biasanya tidak menyebabkan kehilangan penglihatan, tapi dapat menjadi masalah kronis yang memicu konjungtivitis dan komplikasi lain.

Cara mengatasi mata gatal

Ketika mengalami mata gatal, kita biasanya akan buru-buru menguceknya. Namun, hal ini justru akan membuat kondisinya semakin memburuk. Berikut hal yang sebaiknya Anda lakukan untuk mengatasi mata gatal:

  • Menggunakan obat tetes mata

Obat tetes mata dapat membantu menghilangkan mata gatal. Beberapa produk obat tetes ini dirancang untuk mengobati alergi dan kemerahan. Sementara produk lainnya bekerja layaknya air mata buatan (artificial tears) untuk melawan mata kering. Anda dapat menggunakan obat tetes mata bebas resep atau menurut resep dokter.

  • Memakai kompres dingin

Selain obat tetes mata, Anda juga dapat mencoba menggunakan kompres dingin untuk mengatasi mata gatal. Kompres tersebut dapat meredakan rasa gatal dan memberi efek menenangkan pada mata. Gunakan kain bersih, lalu rendam dengan air dingin. Selanjutnya, kompres mata yang gatal dan ulangi hingga mata terasa membaik.

  • Mengonsumsi obat antihistamin

Jika mata gatal disebabkan oleh alergi, dokter mungkin akan meresepkan obat antihistamin untuk meredakan gejala alergi yang terjadi. Pastikan Anda mengonsumsinya sesuai resep dokter.

  • Mengonsumsi antibiotik dan obat antiperadangan

Kedua obat ini dapat diresepkan oleh dokter jika mata gatal yang Anda alami disebabkan oleh konjungtivitis bakteri, uveitis, atau blefaritis. Konsumsi obat-obatan ini sesuai dengan petunjuk dari dokter.

  • Hindari pemicu alergi 

Anda dapat menggunakan kaca mata ketika keluar rumah agar terhindar dari  paparan debu dan pemicu alergi lainnya

  • Menjaga kebersihan diri

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap sehabis makan dan menyentuh benda-benda yang kotor atau berdebu, serta tidak mengucek mata apalagi dengan tangan yang kotor. Selain itu, menjaga kebersihan rumah juga dapat mencegah mata gatal akibat lingkungan yang kotor.

Bila mata gatal yang Anda alami tak juga menghilang, semakin buruk, atau disertai gejala lain yang mengganggu, segera periksakan diri Anda ke dokter. Penanganan sedini mungkin dapat membuat kemungkinan mata membaik lebih besar dan cepat.

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/itchy-eyes.htm
Diakses pada 10 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/eye-health/8-causes-of-itchy-eyes#blepharitis
Diakses pada 10 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-itchy-eyes#treatments
Diakses pada 10 Januari 2020

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed