7 Penyebab Kuku Sakit, Bisa Dilihat dari Lokasinya


Kuku manusia bisa memberikan sinyal bagaimana kondisi tubuh seseorang. Begitu pula sebaliknya. Ketika kesehatan seseorang bermasalah, pertumbuhan kukunya bisa terganggu. Akibatnya, bisa terjadi kuku sakit baik di jari tangan maupun kaki.

0,0
26 Aug 2021|Azelia Trifiana
Kondisi kuku sakit dapat mengganggu aktivitasKondisi kuku sakit dapat mengganggu aktivitas
Begitu pentingnya fungsi kuku manusia, bahkan bisa memberikan sinyal bagaimana kondisi tubuh seseorang. Begitu pula sebaliknya. Ketika kesehatan seseorang bermasalah, pertumbuhan kukunya bisa terganggu. Akibatnya, bisa terjadi kuku sakit baik di jari tangan maupun kaki.Ada beragam faktor yang menjadi penyebab kuku sakit. Kabar baiknya, nyeri di kuku tidak terkait dengan kondisi kesehatan serius. Biasanya, penyebabnya adalah kondisi sementara seperti iritasi dan injuri.

Penyebab kuku sakit

Idealnya, kuku yang sehat tampak cerah dan sedikit berwarna pink. Tidak akan ada rasa tak nyaman yang menyertai. Namun, ada beberapa hal yang membuat hal yang ideal ini tidak terjadi. Bahkan, bisa disertai dengan rasa sakit.Beberapa penyebab kuku sakit adalah:

1. Infeksi kuku (paronychia)

Salah satu penyebab paling umum terjadinya sakit kuku adalah infeksi. Bukan hanya terasa nyeri, infeksi kuku ini juga akan menyebabkan jari tampak merah dan bengkak. Utamanya, di area sekitar kutikula.Di saat yang sama, infeksi kuku juga bisa menyebabkan kuku menjadi lebih tebal. Bahkan, bisa saja ada nanah keluar dari sekitar kuku.Lebih spesifik lagi, infeksi terjadi ketika ada bakteri masuk di luka sekitar kuku. Mengingat infeksi ini bisa menjadi serius, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan medis.

2. Infeksi jamur

Ketika jamur masuk ke luka terbuka di atas, bawah, atau samping kuku, maka bisa terjadi infeksi. Pada sebagian besar kasus, infeksi jamur ini disebabkan oleh jamur yang sama dengan penyebab penyakit athlete’s foot. Namun, tak menutup kemungkinan jenis jamur menjadi biang keroknya.Bukan hanya menimbulkan kuku kaki sakit, jamur ini juga menyebabkan gejala lain seperti:
  • Kuku jadi lebih tebal
  • Kuku rapuh
  • Kuku terpecah
  • Kuku terlepas dari kulit atau bantalannya
Apabila dibiarkan tanpa penanganan, infeksi kuku akibat jamur ini bisa menyebar ke kuku dan kulit sekitarnya. Pada kasus yang lebih langka, bisa terjadi kerusakan permanen pada bantalan kuku.

3. Ingrown nail

Kuku sakit bisa juga terjadi karena ada sisinya yang menusuk ke dalam kulit. Pemicunya adalah ketika kuku tidak dipotong dengan tepat. Cedera pada area kuku juga bisa menjadi penyebabnya.Tak kalah penting, kuku kaki sakit akibat ingrown nail juga rentan terjadi pada orang yang memakai sepatu terlalu sempit. Dari seluruh kuku, adalah jempol kaki yang paling sering mengalaminya, disebut juga dengan cantengan.Tanda-tanda terjadinya cantengan adalah kuku menjadi bengkak, terasa sakit, terlihat kemerahan, dan rentan menjadi infeksi apabila tidak tertangani dengan baik.

4. Hangnail

Hangnail adalah bagian kulit yang membuat pinggir kuku sobek. Penyebabnya beragam, mulai dari kebiasaan menggigit kuku, kulit kering, alergi sabun, serta temperatur dingin. Terkadang, hangnail juga bisa sampai berdarah. Penting untuk tidak mencabutnya karena meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

5. Cedera fisik

Meskipun kuku terbuat dari keratin yang membuatnya kuat, cedera tetap mungki terjadi. Contohnya ketika terjepit pintu atau tertimpa sesuatu yang berat. Cedera ini akan terasa sangat sakit karena ada banyak saraf yang terletak di balik dan di sekitar kuku.Terkadang, cedera fisik ini juga menimbulkan memar atau lebam. Tak menutup kemungkinan juga, kuku bisa terlepas sebelum tumbuh kembali.

6. Menggigit kuku

Kebiasaan menggigit kuku dapat menimbulkan rasa sakit, bahkan kutikula sampai berdarah. Tak hanya itu, menggigit kuku dan kulit sekitarnya juga meningkatkan risiko terjadinya infeksi karena ada luka terbuka. Untuk menghindarinya, segera cari cara untuk menghentikan kebiasaan buruk ini.

7. Memakai kuteks

Ada orang yang merasakan sakit ketika menggunakan atau menghapus kuteks. Sebab, di dalamnya terdapat zat kimia yang membuat kuku menjadi kering. Rasa sakit ini umumnya berlangsung singkat akibat iritasi.Oleh sebab itu, ada baiknya memastikan kuteks hanya mengenai area kuku saja, jangan sampai ke balik kuku atau kutikula. Pilih juga jenis kuteks yang natural serta secara berkala pakai pelembap agar rasa tidak nyaman berkurang.Lokasi munculnya kuku sakit juga dapat menentukan apa yang menjadi pemicunya. Jadi, bukan hanya pada kuku namun juga area bantalan dan kutikula di sekitarnya.Terkadang, infeksi dan cedera pada kuku juga bisa terjadi setelah perawatan manicure dan pedicure. Jadi, ada baiknya membawa peralatan sendiri untuk menghindari paparan bakteri atau jamur dari alat yang digunakan bersama orang lain.

Catatan dari SehatQ

Pada sebagian besar kasus, kondisi kuku sakit tidaklah serius dan bisa sembuh dengan penanganan sendiri di rumah. Namun ketika sudah terjadi infeksi, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter.Selalu jaga kebersihan kuku dan hindari kebiasaan seperti menggigitinya demi menjaga kesehatan kuku.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar fungsi kuku dan cara menjaganya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitkukujamur kuku
Healthline. https://www.healthline.com/health/why-do-my-nails-hurt#1
Diakses pada 15 Agustus 2021
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/nails-fingernail-and-toenail-problems
Diakses pada 15 Agustus 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/nail-problems/
Diakses pada 15 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait