7 Pantangan Makanan untuk Penderita Kelenjar Getah Bening

MSG merupakan salah satu pantangan makanan kelenjar getah bening yang perlu dihindari untuk mencegah pembengkakan
MSG merupakan salah satu pantangan makanan kelenjar getah bening

Makanan memang bukan penyebab utama atas terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening. Namun, bukan berarti tidak ada pantangan makanan untuk menghindari terjadinya kondisi yang disebut juga sebagai limfadenopati ini.

Pembengkakan kelenjar getah bening sendiri kerap dianggap sebagai penyakit. Padahal, kondisi itu biasanya hanya merupakan sinyal akan adanya penyakit lain di area sekitar terjadinya pembengkakan tersebut.

Untuk menghindari pembengkakan kelenjar getah bening, Anda bukan hanya harus menjauhi pantangannya, namun juga mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan.

Pantangan makanan kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening tersebar nyaris di seluruh bagian tubuh, tapi area yang sering bengkak biasanya leher (area depan, belakang, maupun samping). Pembengkakan kelenjar getah bening di leher mengindikasikan adanya infeksi pada area tersebut, misalnya radang tenggorokan

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa disebabkan oleh kanker seperti limfoma. Jika pembengkakan kelenjar getah bening sudah terlanjur terjadi, Anda perlu menghindari atau mengurangi konsumsi beberapa jenis makanan tertentu.

Berikut beberapa pantangan makanan saat Anda menderita pembengkakan kelenjar getah bening. 

  • Protein hewani: terlalu banyak mengonsumsi protein yang berasal dari hewan dapat meningkatkan risiko kanker limfoma karena protein hewani mengandung banyak lemak jenuh. Jenis protein hewani yang dimaksud adalah segala jenis daging, telur, dan susu.

  • Makanan cepat saji: terlalu banyak makan fast food akan mengubah cara kerja sistem imun, yakni membuat mereka selalu berada dalam keadaan waspada sehingga berpotensi membuat kelenjar getah bening selalu bengkak.

  • Makanan yang mengandung MSG: penyedap rasa yang berlebihan dalam makanan dapat mengubah kinerja kelenjar timus dan limpa. Keduanya merupakan bagian dari pembentuk limfosit, yakni sel darah putih yang memerangi kuman yang masuk ke dalam tubuh.

  • Makanan olahan: selain makanan cepat saji, Anda juga harus membatasi makanan olahan, termasuk makanan kaleng dan makanan beku. Mereka bukan hanya miskin akan nutrisi, namun juga mengandung zat kimia berbahaya dan pengawet yang bisa mengakibatkan kelenjar getah bening bengkak karena dipaksa menetralisir zat-zat tersebut secara lebih keras.

  • Alkohol, kafein, dan nikotin: ketiga zat ini dapat menstimulasi kinerja sistem limpa secara berlebihan sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Makanan yang dibakar: proses masak makanan secara dibakar bersifat karsinogen atau berpotensi memicu kanker.

  • Anggur: selama menjalani perawatan limfoma, Anda tidak disarankan mengonsumsi anggur dan sebangsanya (misalnya delima, blackberry, dan lain-lain) karena dapat mengganggu penyerapan obat kanker oleh tubuh.

Beberapa orang menganggap konsumsi gula berlebih bisa memperparah pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh lifoma, tapi belum ada bukti medis atas klaim ini. Meski begitu, konsumsi gula berlebih tidak baik untuk kesehatan secara general karena bisa mengakibatkan obesitas.

Makanan yang disarankan untuk mencegah pembengkakan kelenjar getah bening

Meski makanan-makanan di atas termasuk pantangan kelenjar getah bening, Anda tidak harus menyetop konsumsi mereka. Protein hewani, misalnya, juga memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh selama tidak dimakan secara berlebihan.

Selain menghindari pantangan makanan kelenjar getah bening, Anda juga sebaiknya mengonsumsi makanan-makanan berikut sebagai langkah pencegahan terhadap pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Sayur dan buah segar: segala jenis sayur dan buah baik untuk Anda konsumsi, baik yang ditanam secara organik atau konvensional. Berdasarkan penelitian, terdapat beberapa jenis sayur dan buah yang mampu menangkal berkembangnya sel-sel kanker di limfosit, yaitu tomat, brokoli, squash, kembang kol, bawang bombay, selada, lobak, apel, pir, dan semua jenis jeruk.

  • Biji-bijian utuh: mengandung asam amino yang mempercepat regenerasi sel serta merupakan sumber lemak nabati yang baik bagi tubuh. Makanan yang termasuk kelompok ini adalah gandum utuh, nasi merah, jagung, dan quinoa.

  • Daging unggas dan ikan: daging unggas (ayam dan burung) dan ikan bisa menjadi alternatif protein hewani. Untuk unggas, pastikan mereka bebas dari suntikan obat perangsang pertumbuhan, serta sebaiknya jangan konsumsi kulitnya.

Jangan lupa tujuan makan adalah memperoleh nutrisi yang seimbang, dengan kata lain bahan makanan yang sehat ini pun sebaiknya dikonsumsi dalam porsi sewajarnya saja. Jika Anda memiliki alergi makanan tertentu atau menjalani diet khusus (misalnya vegetarian) konsultasikan bersama dokter Anda.

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/956340-treatment#d8
Diakses pada 5 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324105.php
Diakses pada 5 September 2019

E Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/swollen_lymph_glands/article_em.htm#what_causes_swollen_lymph_nodes
Diakses pada 5 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/news/20040309/diet-linked-to-non-hodgkins-lymphoma#1
Diakses pada 5 September 2019

Hyperbiotics. https://www.hyperbiotics.com/blogs/recent-articles/the-very-worst-foods-and-drinks-for-your-immune-system
Diakses pada 5 September 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/227771-how-to-do-a-lymph-cleansing-diet/
Diakses pada 5 September 2019

Grid. https://www.grid.id/read/04938666/sembuh-dari-kanker-getah-bening-aldi-taher-dilarang-mengonsumsi-makanan-hangus?page=all
Diakses pada 5 September 2019

Lymphoma Action. https://lymphoma-action.org.uk/about-lymphoma-living-and-beyond-lymphoma/diet-and-nutrition
Diakses pada 5 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed