Asam folat, zat besi, dan kalsium merupakan nutrisi yang perlu dipenuhi oleh ibu hamil
Kandungan nutrisi makanan harus diperhatikan untuk Ibu hamil

Mengonsumsi cukup nutrisi selama kehamilan membantu mengurangi risiko kondisi kronis tertentu pada bayi. Penelitian lain menunjukkan bahwa pola hidup ibu hamil dapat memengaruhi risiko bayi menderita obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Itulah beberapa alasan pentingnya mengonsumsi nutrisi yang baik selama masa kehamilan dan macam-macam nutrisi untuk ibu hamil yang wajib dikonsumsi. Apa sajakah nutrisi penting tersebut?

1. Asam Folat

Konsumsi asam folat yang cukup akan meningkatkan kemungkinan bayi lahir sehat. Khususnya selama bulan pertama kehamilan, di mana asam folat dapat mengurangi risiko cacat tabung saraf, termasuk spina bifida.

Pastikan untuk mengonsumsi setidaknya 400 mcg asam folat harian atau menggantinya dengan suplemen vitamin dan mineral prenatal sesuai anjuran dokter. Selain itu, Anda juga dapat memperoleh asupan asam folat dari beberapa makanan, termasuk sereal, roti, nasi, dan pasta.

2. Multivitamin

Suplemen multivitamin juga membantu memenuhi kebutuhan asupan asam folat harian. Selain itu, penelitian menemukan bahwa mengonsumsi multivitamin atau vitamin prenatal secara teratur di awal kehamilan akan mengurangi risiko preeklampsia hingga 45%.

Preeklampsia dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan protein dalam urin yang merupakan penyebab utama persalinan prematur dan kematian janin. Yang perlu menjadi catatan, suplemen kehamilan umumnya mengandung zat besi dosis tinggi yang dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan konstipasi.

3. Kalori

Ibu hamil membutuhkan asupan kalori ekstra yang kaya nutrisi untuk mengoptimalkan pertumbuhan bayi. Idealnya, tambahan 300 kalori per hari cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Sebagai catatan, jangan mengonsumsi terlalu banyak makanan untuk memenuhi kebutuhan kalori harian tersebut. Berikut ini adalah cara memenuhi 300 kalori tambahan setiap hari:

  • 16 ounce susu rendah lemak (1%).
  • 2 potong roti, 2 ounce ayam, ditambah 1 sendok teh untuk mengurangi lemak pada mayones.
  • 8 ounce yogurt vanila tanpa lemak dicampur dengan 1/2 mangkuk buah dan 1 ounce sereal gandum utuh.

4. Protein

Protein merupakan bahan struktural dari setiap sel di tubuh bayi. Kurangnya konsumsi protein dapat menghambat pertumbuhan janin. Ibu hamil membutuhkan setidaknya 70 gram protein selama masa kehamilan.

5. Zat Besi

Zat besi penting dalam pembentukan hemoglobin yang merupakan protein pembawa oksigen pada sel darah merah. Kebutuhan zat besi dan hemoglobin akan meningkat (50% ekstra) terutama selama trimester kedua dan ketiga.

6. Kalsium

Nutrisi ibu hamil satu ini sangat penting bagi pengembangan janin. Jika Anda tidak mengonsumsi cukup kalsium, tubuh akan mengambilnya dari tulang. Hal ini dapat menyebabkan penurunan massa tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis.

7. Docosahexaenoic Acid (DHA)

DHA penting untuk perkembangan otak dan mata. Jenis asam lemak omega-3 ini dapat diperoleh dengan mengonsumsi ikan.

Meski demikian, hindari mengonsumsi daging ikan hiu, ikan pedang, raja makarel, dan tilefish karena berpotensi terkontaminasi methylmercury, logam berat yang sangat berbahaya bagi perkembangan sistem saraf bayi. Sebaliknya, sumber DHA yang aman dapat Anda peroleh dari salmon dan telur.

Itulah daftar nutrisi ibu hamil yang sangat disarankan untuk dikonsumsi selama masa kehamilan. Demi bayi yang sehat, kenapa tidak?

WebMD. https://www.webmd.com/baby/features/top-tips-pregnancy-nutrition#1

MDPI. https://www.mdpi.com/2072-6643/8/6/342/htm

Diakses pada September 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed