7 Manfaat Ikan Salmon, Salah Satu Makanan Paling Bernutrisi di Dunia

Kanker menjadi salah satu penyakit mematikan yang berpotensi bisa diredakan oleh manfaat ikan salmon.
Salah satu manfaat ikan salmon ialah menurunkan risiko penyakit berbahaya, seperti kanker hingga demensia.

Ikan salmon merupakan salah satu jenis ikan yang mudah diolah untuk dikonsumsi. Di Indonesia, ikan salmon dapat ditemukan di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan. Bagi Anda yang suka memakannya, mari ketahui manfaat penting ikan salmon, untuk kesehatan.

Ikan salmon juga dikenal sebagai salah satu makanan paling bernutrisi di dunia. Maka dari itu, mengonsumsinya bisa memberikan banyak manfaat kesehatan bagi Anda, termasuk mengurangi risiko berbagai macam penyakit. Bagaimana penjelasannya?

Ikan salmon dan beragam manfaatnya

Salmon memiliki tekstur daging yang lembut dan lezat. Tidak heran, masyarakat dunia suka mengonsumsinya dalam berbagai macam olahan, termasuk sushi.

1. Sumber protein

Ikan salmon memiliki banyak protein berkualitas tinggi. Seperti lemak omega-3, yang merupakan protein penting dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Protein memiliki banyak manfaat bagi tubuh, seperti membantu tubuh untuk pulih dari cedera, melindungi kesehatan tulang, hingga menjaga massa otot selama proses penurunan berat badan dan proses penuaan.
Setiap 3.5 ons daging ikan salmon, mengandung 22-25 gram protein. Tentunya, jumlah protein itu sangat bagus untuk Anda.

2. Lemak omega-3

Ikan salmon adalah salah satu makanan terbaik, untuk memenuhi kebutuhan lemak omega-3 Anda. Setiap 100 gram daging ikan salmon ternak, memiliki lemak omega-3 rantai panjang sebanyak 2.3 gram. Sementara itu, salmon liar, mengandung sekitar 2,6 gram.

Tubuh Anda tidak bisa memproduksi lemak omega-3, sedangkan protein ini sangat dibutuhkan oleh tubuh. Maka dari itu, mengonsumsi ikan salmon adalah opsi yang tepat.

Sebuah studi pada 2012 menemukan bahwa mengonsumsi 0.45-4.5 gram lemak omega-3 bisa meningkatkan fungsi arteri di dalam tubuh.

Mengonsumsi dua porsi ikan salmon dalam waktu seminggu, bisa memenuhi kebutuhan lemak omega-3 Anda.

3. Kaya akan vitamin B

Dalam daging ikan salmon liar, terdapat banyak sekali kandungan vitamin B, mulai dari vitamin B1-B6, B9, hingga B12. Tahukah Anda pentingnya vitamin B bagi tubuh?

Vitamin B membantu tubuh untuk mengubah makanan yang Anda konsumsi, menjadi energi. Kemudian, vitamin B juga menjadi “pendukung” tubuh untuk memperbaiki sel DNA yang rusak.

Vitamin B terbukti menurunkan peradangan dalam tubuh, yang bisa saja mengacu pada penyakit jantung. Tidak heran, banyak studi yang menegaskan bahwa vitamin B bisa mengoptimalisasi sistem otak dan saraf.

4. Menurunkan risiko penyakit berbahaya

Karena kandungan lemaknya di dalam daging ikan salmon sangatlah banyak, omega-3 bisa menurunkan beberapa risiko penyakit berbahaya, seperti:

Tidak hanya itu, daging ikan salmon juga dipercaya meredakan gejala rheumatoid arthritis, yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh tidak baik, nyeri atau pembengkakan pada persendian tangan atau kaki yang disebabkan oleh autoimun.

5. Sumber potasium yang baik

Salmon mengandung potasium tinggi. Dalam daging ikan salmon liar, terdapat 18% potasium (kebutuhan per hari) pada setiap 3.5 ons dagingnya. Pada ikan salmon ternak, hanya ada 11%.

Faktanya, salmon memiliki lebih banyak kandungan potasium, dibandingkan pisang. Dengan kata lain, ikan salmon bisa membantu Anda untuk mengontrol tekanan darah. Risiko terserang stroke pun juga menurun.

6. Mengandung selenium

Selenium bisa membantu melindungi tulang. Selain itu, selenium juga mampu menurunkan kadar antibodi tiroid dalam tubuh penderita penyakit tiroid autoimun. Risiko kanker pun akan menurun.

Sekitar 3,5 ons dari ikan salmon, mengandung 59-57% (kebutuhan per hari) selenium. Nyatanya, mengonsumsi salmon dan ikan-ikan lain yang tinggi kadar selenium, bisa meningkatkan kadar selenium dalam darah. Bagi Anda yang merasa kekurangan selenium, mengonsumsi ikan salmon adalah pilihan tepat.

7. Menurunkan risiko penyakit jantung

Di saat lemak omega-6 dan omega-3 di dalam aliran darah tidak stabil, kemungkinan terserang penyakit jantung pun meningkat. Studi menunjukkan, mengonsumsi makanan mengandung lemak omega-3 dari ikan salmon, bisa menurunkan kadar lemak omega-6 dalam tubuh Anda.

Dalam studi berdurasi empat minggu, responden pria dan wanita dengan tubuh yang sehat, diminta mengonsumsi dua porsi ikan salmon setiap minggunya. Hasilnya, kenaikan kadar lemak omega-3 mencapai 8-9%, sekaligus menurunkan kadar lemak omega-6.

Para ahli menyarankan orang dewasa mengonsumsi makanan laut sebanyak 8 ons setiap minggunya, terutama ikan-ikan yang mengandung lemak omega-3, seperti ikan salmon. Sementara itu, anak-anak sebaiknya mengonsumsi makanan laut sebanyak 2-4 ons setiap minggunya, sejak usia 2 tahun.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi ikan salmon. Sebab, risiko kandungan merkuri dalam ikan apapun, tetap harus diwaspadai.

Perlu diingat, dosis tinggi dari lemak omega-3, juga memiliki risiko, terutama dalam bentuk suplemen. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan antikoagulan serta lemak omega-3 dosis tinggi, perdarahan bisa terjadi. Maka dari itu, sebelum mengonsumsi ikan salmon, ada baiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter, mengenai dosis paling tepat, untuk tubuh Anda.

Web MD. https://www.webmd.com/food-recipes/benefits-salmon#1

Diakses pada 4 Desember 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/11-benefits-of-salmon#section5

Diakses pada 4 Desember 2019

Artikel Terkait