Tak Hanya Menyedapkan Makanan, Ini 7 Manfaat Bawang Bombay untuk Tubuh

Risiko terserang penyakit jantung bisa diturunkan dengan manfaat bawang bombay.
Salah satu manfaat bawang bombay ialah menjaga kualitas tidur dan meningkatan suasana hati.

Walau setiap sayuran menawarkan manfaat kesehatan untuk tubuh, terdapat beberapa sayuran yang memiliki manfaat uniknya tersendiri, seperti bawang bombay.

Sejak zaman dahulu kala, manfaat bawang bombay sudah digunakan untuk mengobati sakit kepala, sariawan, hingga masalah jantung.

Beragam manfaat bawang Bombay untuk kesehatan

Ternyata, manfaat bawang bombay lebih dari itu. Berikut ini manfaat bawang bombay yang perlu Anda ketahui.

  • Dilengkapi segudang nutrisi

Rendah kalori, tapi dilengkapi banyak nutrisi. Itulah bawang bombay. Satu bawang bombay hanya memiliki 44 kalori, tapi mampu memberikan dosis vitamin, mineral dan serat yang cukup.

Sayur yang sering dijadikan penyedap pasta ini sangat kaya akan vitamin C, mikronutrien yang mampu mengatur kesehatan kekebalan tubuh, produksi kolagen, hingga penyerapan zat besi.

Vitamin C juga berperan sebagai antioksidan untuk mempertahankan sel dalam tubuh melawan kerusakan sel.
Selain vitamin C, kandungan vitamin B dalam bawang bombay bisa meningkatkan produksi sel darah merah dan fungsi saraf.

Bawang bombay juga mengandung banyak kalium, yang bisa memperbaiki keseimbangan cairan, transmisi saraf, fungsi ginjal sampai kontraksi otot.

  • Bisa menyehatkan jantung

Bawang bombay mengandung antioksidan dan senyawa yang bisa meredakan peradangan, menurunkan kadar trigliserida dan kadar kolesterol. Dengan kata lain, risiko terserang penyakit jantung bisa menurun.

Dalam sebuah studi, terdapat 70 orang dengan berat badan berlebih, mengonsumsi sekitar 162 mg estrak bawang per hari. Hasilnya, tekanan darah sistolik mereka turun hingga 3-6 mmHg, dibandingkan dengan efek penggunakan plasebo.

Studi lain yang melibatkan 54 wanita pengidap sindrom ovarium polikistik (PCOS), menemukan adanya penurunan kolesterol jahat (LDL), melalui konsumsi bawang merah sebanyak 40-50 gram (untuk orang dengan berat badan berlebih), serta 50-60 gram (untuk orang obesitas) per hari dalam waktu 8 minggu.

Jenis bawang lainnya yang bisa menurunkan risiko penyakit jantung selain bawang bombay adalah bawang merah. Bawang merah dikenal mengandung anthocyanin, yang terbukti mampu menurunkan risiko serangan jantung.

  • Sumber antioksidan

Antioksidan adalah senyawa penghambat oksidasi, suatu proses yang mengarah pada kerusakan sel dan mengakibatkan penyakit kanker, diabetes dan jantung muncul. Bawang bombay memiliki kandungan senyawa ini.

Faktanya, bawang bombay mengandung lebih dari 25 jenis antioksidan flavonoid yang berdampak baik bagi kesehatan tubuh.

  • Menurunkan risiko kanker

Sayuran allium, termasuk bawang bombay, seringkali dikaitkan dengan penurunan risiko kanker. Banyak studi yang mempelajari isu ini.

Senyawa organosulfur yang dikandung bawang bombay disebut mampu mencegah munculnya kanker lambung dan kolorektal.

Vitamin C di dalamnya juga mampu mencegah pembentukan radikal bebas dalam tubuh. Sehingga, risiko kanker bisa berkurang.

  • Meredakan depresi dan meningkatkan kualitas tidur

Folat, yang banyak ditemukan dalam bawang, disebut bisa meredakan depresi. Homosistein mencegah darah dan nutrisi lainnya mencapai otak dan folat mencegah bahan kimia ini menumpuk secara berlebihan.

Kadar homosistein yang tinggi mengganggu tubuh memproduksi hormon serotonin, dopamin sampai norepinefrin, yang tidak hanya mempengaruhi suasana hati, tapi juga kualitas tidur dan nafsu makan.

Kandungan folat pada bawang bombay dapat membuat homosistein tidak berlebihan yang dapat menjaga suasana hati dan kualitas tidur.

  • Bisa melawan bakteri

Bawang bombay bisa melawan bakteri jahat yang berpotensi memberikan dampak buruk bagi tubuh, seperti Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus hingga Bacillus cereus.

Quercetin sebagai hasil ekstraksi dari bawang bombay dikenal sangat kuat dalam melawan bakteri. Sebuah penelitian membuktikan, quercetin dari kulit bawang bombay kuning bisa menghambat pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori dan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

  • Menyehatkan sistem pencernaan

Bawang bombay merupakan sumber serat dan prebiotik. Keduanya dibutuhkan untuk kesehatan pencernaan Anda.

Prebiotik merupakan jenis serat yang tidak dapat dicerna, kemudian dipecah oleh bakteri usus baik. Setelah itu, bakteri usus baik menyerap prebiotik, sehingga menghasilkan asam lemak seperti asetat, propionat dan butirat.

Penelitian membuktikan, asam lemak tersebut bisa memperkuat kesehatan usus, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan pencernaan.

Jika ketujuh manfaat bawang bombay sudah dipahami, jangan lupa untuk mengonsumsinya dalam porsi yang wajar. Jika dimakan berlebihan, bisa saja ada dampak buruk yang merugikan tubuh.

[[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Sama seperti makanan sehat lainnya, jika bawang bombay dikonsumsi berlebihan, maka akan muncul risiko merugikan yang bisa Anda rasakan. Akan tetapi, jika dikonsumsi sewajarnya, hampir tidak ada risiko yang bisa ditimbulkan.

Jangan pernah terpaku dengan satu tipe makanan saja. Sebab, masih banyak makanan sehat yang bisa Anda konsumsi, sambil mencoba-coba kuliner baru yang menyehatkan.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/onion-benefits

Diakses pada 15 Oktober 2019

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/276714.php

Diakses pada 15 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed