7 Makanan Penambah Hormon Testosteron yang Penting Bagi Pria

Jahe menjadi salah satu makanan penambah hormon testosteron pada pria.
Salah satu makanan penambah hormon testosteron adalah buah delima.

Bagi pria, hormon testosteron sangatlah penting. Tidak hanya meningkatkan gairah seks atau libido saja, tapi juga mendukung kesehatan otot dan tulang, produksi sperma, hingga pertumbuhan rambut. Bagi Anda yang memiliki kadar hormon testosteron rendah, mengetahui makanan penambah hormon testosteron sangatlah penting.

Makanan penambah hormon testosteron

Seiring bertambahnya usia, kadar hormon testosteron pada pria akan menurun sekitar 1% setiap tahunnya. Namun, hal ini juga bisa terjadi pada pria berusia muda. Biasanya, hal ini disebabkan oleh beberapa metode pengobatan (kemoterapi untuk menangani kanker hingga terapi radiasi), obesitas, HIV/AIDS, sampai cedera kepala.

Jika hal-hal di atas terjadi, beberapa makanan penambah hormon testosteron di bawah ini, bisa Anda konsumsi:

1. Jahe

Selama berabad-abad, jahe telah digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Bahkan, jahe juga menjadi makanan penambah hormon testosteron.

Pada sebuah penelitian, jahe terbukti mampu meningkatkan kadar hormon testosteron hingga 17,7% pada 75 pria yang memiliki masalah kesuburan. Dalam jangka waktu 3 bulan saja, jahe bisa meningkatkan jumlah hormon testosteron sebanyak itu.

Penelitian pada hewan uji membuktikan, jahe juga mampu meningkatkan kadar hormon testosteron dan antioksidan pada tikus pengidap diabetes, hanya dalam 30 hari.

2. Tuna

Tuna adalah ikan yang mengandung vitamin D tinggi. Karenanya, dengan mengonsumsi ikan tuna, kesehatan hormon testosteron pada pria, menjadi terjaga. Ikan yang kaya protein ini juga rendah kalori.

Entah ikan tuna yang sudah dikemas dalam kaleng atau yang segar, mengonsumsinya dapat meningkatkan kadar hormon testosteron pada tubuh. Satu porsi ikan tuna bisa memenuhi kebutuhan vitamin D harian Anda.

Jika Anda tidak menyukai ikan tuna, ikan seperti sarden atau salmon juga kaya akan vitamin D. Akan tetapi, jangan mengonsumsi ikan-ikanan ini berlebihan; dua atau tiga porsi seminggu saja, sudah lebih dari cukup. Sebab, makanan laut berpotensi mengandung merkuri yang berbahaya bagi tubuh manusia.

3. Tiram

Tiram mengandung lebih banyak zinc (seng) dibandingkan makanan lainnya. Kandungan zinc sangatlah penting bagi kesehatan sperma dan fungsi reproduksi pria.

Jika kekurangan zinc, maka tubuh berpotensi mengalami hipogodanisme (kondisi yang membuat tubuh pria tidak menghasilkan cukup testosteron). Bahkan, teradapat risiko impotensi, jika kekurangan zinc.
Makanan seperti daging, unggas, hingga kacang polong merupakan makanan lain yang mengandung zinc, dan bisa Anda konsumsi.

4. Susu rendah lemak

Susu rendah lemak yang kaya akan vitamin D, sangat dibutuhkan oleh pria, wanita, dan anak-anak. Sebab, susu rendah lemak ini mengandung protein dan kalsium, yang sangat penting bagi kesehatan tulang. Selain itu, kadar vitamin D yang terkandung di dalamnya, membuat susu rendah lemak menjadi makanan penambah hormon testosteron yang sangat baik untuk pria.

5. Buah delima

Buah delima adalah simbol kesuburan dan fungsi seksual yang sudah dikonsumsi sejak zaman dahulu. Kadar antioksidannya dapat meningkatkan kesehatan jantung dan pengontrol stres pada pikiran.

Pada 2012, sebuah studi membuktikan bahwa buah delima dapat meningkatkan kadar testosteron pada pria maupun wanita. Setidaknya, sekitar 60 partisipan yang sehat, mengonsumsi jus buah delima selama dua minggu. Para peneliti kemudian memeriksa kadar testosteron pada air liur mereka, sebanyak 3 kali dalam sehari.

Di akhir penelitian, buah delima terbukti bisa meningkatkan kadar testosteron sebanyak 24% pada pria maupun wanita. Tidak hanya menjadi makanan penambah hormon testosteron, buah delima juga bisa meningkatkan suasana hati dan tekanan darah.

6. Sayuran berdaun hijau

Jika aktif berolahraga, tapi kadar hormon testosteron dalam tubuh masih rendah, sebaiknya Anda memakan sayuran berdaun hijau. Sayuran seperti bayam, sangat kaya akan magnesium, yang bisa meningkatkan kadar testosteron di dalam tubuh.

Sebuah penelitian melibatkan dua grup responden, berisikan orang-orang yang aktif berolahraga, dan mereka yang tidak. Kedua kelompok tersebut sama-sama mengalami peningkatan kadar hormon testosteron, tapi jumlahnya lebih tinggi pada mereka yang aktif berolahraga.

Maka dari itu, selain mengonsumsi makanan penambah hormon testosteron, mari mulai lebih sering aktif dan berolahraga, agar kesehatan hormon testosteron tetap terjaga.

7. Minyak zaitun ekstra virgin

Bagi Anda yang suka memasak, kini saatnya beralih ke minyak zaitun ekstra virgin. Selain bisa mengurangi risiko terserang penyakit jantung dan kanker, minyak zaitun ekstra virgin mampu meningkatkan kadar testosteron pada pria.

Minyak ini kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan vitamin E, yang dikenal sebagai antioksidan. Minyak zaitun ekstra virgin terbukti bisa meningkatkan hormon pelutein, yang menstimulasikan sel-sel dalam testis untuk memproduksi testosteron.

Catatan dari SehatQ

Sebagai pria, Anda harus memperhatikan kesehatan hormon testosteron. Hal-hal seperti berkonsultasi dengan dokter dan memeriksakan kesehatan hormon testosteron Anda, dapat dilakukan. Selain itu, berkonsultasilah pada dokter mengenai makanan-makanan penambah hormon testosteron yang bisa Anda coba, untuk kesehatan hormon testosteron.

Healthline. https://www.healthline.com/health/low-testosterone/boosting-food
Diakses pada 17 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323759.php
Diakses pada 17 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed