7 Hal Yang Harus Diketahui Pria tentang HIV

02 Mei 2019 | Oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Hindari penularan HIV dengan menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual
Gejala HIV yang muncul serupa dengan gejala penyakit umum seperti flu

HIV merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena menyerang sistem kekebalan tubuh. HIV membunuh jenis sel kekebalan yang disebut sel T CD4. Setelah itu, virus ini akan membuat tubuh orang yang terinfeksi menjadi rentan terkena infeksi dan kanker.

Jika tidak segera ditangani, HIV dapat berkembang menjadi AIDS. Itulah sebabnya Anda harus memiliki pemahaman yang kuat, karena siapapun berisiko terinfeksi HIV.  Berikut ini adalah tujuh hal yang tidak Anda ketahui tentang HIV dan risiko penularannya.

1. HIV Tidak Mengenal Ras atau Jenis Kelamin

Virus HIV dapat menyerang siapapun tanpa memandang ras ataupun jenis kelamin. Laki-laki heteroseksual, homoseksual, hingga biseksual dapat berisiko terkena HIV. Itulah sebabnya Anda harus selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

2. Gejala HIV Kadang Sulit Dikenali

Kebanyakan orang yang terinfeksi HIV kerap tidak merasakan gejala berarti. Dua hingga empat minggu setelah terinfeksi, gejala HIV yang muncul tidak jauh berbeda dengan gejala flu, seperti demam, panas dalam, atau gatal-gatal. Gejala ini akan bertahan selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Bahkan, ada pula yang tidak merasakan gejala apapun. Orang dapat hidup dengan HIV selama bertahun-tahun atau hingga puluhan tahun tanpa mengetahui bahwa mereka telah terinfeksi.

3. Jika Anda Berisiko Tinggi, Lakukan Hal Ini

Jika Anda berisiko tinggi terkena HIV (misalnya, jika Anda sering berganti pasangan), Anda dapat menggunakan profilaksis pra pajanan (PrEP), yang dapat secara dramatis mengurangi risiko penularan HIV.

PrEP pada dasarnya menghentikan penyebaran HIV ke seluruh tubuh Anda. Apabila reproduksi dari virus HIV dihentikan, sel imun di tubuh akan lebih lama bertahan sehingga dapat melindungi tubuh dari berbagai infeksi. Jika diminum secara teratur, risiko penularan HIV melalui hubungan seks akan berkurang lebih dari 90%. 

4. Seseorang dengan IMS Berisiko Tinggi Tertular HIV

Pria dengan Infeksi Menular Seksual seperti gonorrhea, chlamydia, syphilis, HPV, atau herpes dapat membuat risiko infeksi HIV menjadi lebih tinggi. Pasalnya, kerusakan pada mukosa atau kulit dapat membuatnya lebih rentan bagi virus untuk masuk. Bahkan jika Anda tidak memiliki luka yang terlihat, IMS dapat meningkatkan peradangan serta meningkatkan jumlah sel yang dapat diserang virus HIV.

5. Seks Oral dapat Menjadi Sumber Penularan HIV

Seks anal dan vaginal adalah dua cara utama penularan HIV. Akan tetapi, virus ini juga dapat ditularkan melalui seks oral apalagi jika ada luka terbuka pada area mulut. Dalam aktivitas seksual ini dapat terjadi pertukaran cairan tubuh. Selain dari seks anal, vaginal, dan oral, HIV juga dapat tertular dengan penggunaan jarum suntik bersamaan, seperti saat menggunakan jarum tato.

6. Perawatan Tepat Dapat Mengurangi Risiko Penularan HIV

Meskipun begitu, orang dengan HIV (ODHA) bukanlah orang-orang yang harus dihindari. Hubungan sosial biasa seperti berpelukan atau berjabat tangan tidak akan menularkan virus.

Apalagi sudah ditemukan metode perawatan ODHA dengan obat yang dikenal sebagai ARV. Dalam hal ini, ARV berperan dalam membantu mengurangi viral load (pada dasarnya, jumlah virus HIV dalam cairan tubuh Anda) menjadi nol.

7. Banyak Orang dengan HIV Tidak Tahu Status Mereka

Karena infeksi HIV tidak menunjukkan gejala, banyak orang yang sebenarnya terinfeksi tidak menyadari bahwa dirinya terkena HIV karena memang tidak pernah melakukan pengujian. Data dari CDC menunjukkan bahwa 15% orang yang hidup dengan HIV tidak tahu mereka telah terinfeksi.

Itulah beberapa hal penting yang perlu Anda sadari seputar HIV di kalangan pria. Pastikan untuk selalu menjaga diri dari hubungan seksual berisiko dan hindari penggunaan jarum suntik secara bersama-sama untuk menghindari terjangkitnya virus HIV.

Referensi

Men's Health. https://www.menshealth.com/health/a19682554/6-things-you-never-knew-about-your-hiv-risk/
Diakses pada 28 November 2018

World Health Organization. https://www.who.int/features/factfiles/hiv/facts/en/
Diakses pada 28 November 2018

AIDS Info. https://aidsinfo.nih.gov/understanding-hiv-aids/fact-sheets/19/45/hiv-aids--the-basics
Diakses pada 28 November 2018

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top