7 Cara Tepat Memperkenalkan Kewajiban Anak di Rumah pada Buah Hati

Salah satu kewajiban anak di rumah ialah membantu orangtuanya, dalam menyelesaikan pekerjaan rumah
Salah satu cara menanamkan rasa tanggung jawab pada Si Kecil ialah dengan memberikan kewajiban anak di rumah

Kewajiban anak di rumah adalah hal yang harus ditanamkan sejak dini, oleh orangtua. Dengan begitu, anak-anak bisa mengerti apa arti tanggung jawab mereka sebagai anak, yang bisa membantu orangtua, dikala kewalahan dengan segala situasi di rumah.

Menurut pakar pengasuhan anak, menanamkan kewajiban anak di rumah sejak dini, bisa membantu Sang Buah Hati, untuk merasa "dibutuhkan". Selain itu, anak-anak juga merasa berkontribusi terhadap hal-hal penting di keluarga. Ayah dan Bunda, mari kenali cara tepat memperkenalkan kewajiban anak di rumah!

Memperkenalkan kewajiban anak di rumah, bagaimana caranya?

Anak-anak dapat belajar banyak, dengan melaksanakan kewajibannya di rumah. Memiliki segelintir kewajiban yang harus dilakukan, bisa membuat anak-anak sadar, bahwa mereka juga bertanggung jawab terhadap diri sendiri, adik atau kakaknya, dan yang pasti, orangtuanya.

Rasa tanggung jawab ini sungguh penting. Sebab seiring bertambahnya usia, anak harus tumbuh mandiri di kemudian hari. Lantas, seperti apa cara memperkenalkan kewajiban anak di rumah?

1. Tidak ada yang sempurna

Anak dan ibu
Bersabarlah dengan anak Anda, saat mengajarinya

Sebagai orangtua, tentunya Anda bermimpi untuk memiliki anak yang bisa melakukan banyak hal, dalam waktu yang singkat. Nyatanya, tidak ada yang sempurna. Kewajiban anak di rumah, memang perlu ditanamkan sejak dini. Namun, Anda harus memperkenalkannya secara perlahan, dengan tetap menyenangkan.

Jika Anda menginginkan kesempurnaan di dalam memperkenalkan kewajiban anak di rumah, hal ini hanya akan memunculkan rasa ketidaksabaran. Akibatnya, proses pengenalan kewajiban anak-anak Anda di rumah, bisa runyam.

2. Jangan menunda

Biasanya, orangtua akan merasa bahwa anak belum “cukup umur” untuk melaksanakan kewajiban anak di rumah. Percayalah, anak-anak tidak “selemah” yang Anda kira. Misalnya, membersihkan meja makan, setelah makan malam. Hal ini memang sepele, tapi dampaknya terhadap anak, akan sangat besar.

Berikut ini adalah rekomendasi daftar kewajiban anak di rumah, yang bisa dilakukan, sesuai dengan usianya:

2-3 tahun

  • Merapikan mainan yang berserakan di lantai
  • Memungut sisa-sisa makanan yang terjatuh
  • Menyikat gigi, mencuci tangan, dan menyisir rambut
  • Menyimpan buku di raknya

4 tahun

  • Mengikuti jadwal untuk memberi makan hewan peliharaan
  • Bisa membantu orangtua merapikan kasur
  • Mengoleskan mentega di roti
  • Mempersiapkan piring untuk makan malam keluarga
  • Memberitahu orangtua mengenai tempat yang akan dituju
  • Membantu orangtua belanja bulanan

5-6 tahun

  • Membuat sarapan sendiri (sandwich), kemudian membersihkan piring setelah makan
  • Menuangkan minum sendiri
  • Mampu merapikan kasur dan kamarnya sendiri
  • Memilih pakaian dan memakainya tanpa bantuan
  • Membersihkan kaca dan jendela
  • Mengangkat telepon

6-7 tahun

  • Menyapu lantai
  • Membersihkan meja
  • Mempersiapkan makan siangnya sendiri
  • Menjaga kebersihan kamar

8-9 tahun

  • Mempersiapkan makan malam
  • Membersihkan meja setelah makan
  • Menaruh baju-baju kotor pribadinya, di tempat cuci
  • Mempersiapkan sarapannya sendiri
  • Mengupas sayur-sayuran
  • Mengepel lantai
  • Bawa hewan peliharaan jalan-jalan

10 tahun

  • Melipat baju-baju yang sudah disetrika
  • Membersihkan jendela
  • Mencuci mobil
  • Memasak makanannya sendiri, dengan pantauan orangtua
  • Menyetrika baju
  • Menyuci pakaian
  • Membantu menjaga adik (dengan pantauan orang di rumah)
  • Membersihkan dapur
  • Mengganti sprei kasurnya

Tentu saja, rekomendasi daftar kewajiban anak di rumah ini, dapat Anda kombinasikan dengan kebutuhan di rumah. Anda bisa berkreasi dalam daftar kewajiban anak di rumah, agar Si Kecil tidak bosan dalam melakukan tugas-tugasnya.

Selain itu, jangan meninggalkan anak-anak, saat mereka melakukan kewajibannya. Sebab, semahir apapun mereka dalam melakukan kewajibannya di rumah, pantauan orangtua juga masih diperlukan, sebelum akhirnya anak-anak bisa mandiri.

3. Beri pujian

Anak dan ibunya
Berilah mereka pujian, agar terus termotivasi

Sebagai orangtua, jangan pelit dengan pujian. Berikanlah pujian kepada anak, walau kewajibannya di rumah, belum selesai. Misalnya, Anda bisa memberikan pujian, di saat anak-anak sedang dalam proses menyelesaikan kewajibannya di rumah.

Sambil memujinya, Anda bisa terus memotivasinya. Sebab, Anda disarankan untuk terus membangun momentum positif, yang bisa memunculkan rasa semangat pada Si Kecil. Anak pun akan menjadikan kewajibannya sebagai kebiasaan.

4. Konsisten dan tegas

Jangan terlalu “lembek” dalam memperkenalkan kewajiban anak di rumah. Namun juga jangan terlalu keras. Seimbangkanlah sifat lembek dan tegas Anda, agar Si Kecil bisa lebih bersemangat dalam melakukan tugasnya di rumah.

Orangtua disarankan untuk terus konsisten, dalam mengingatkan Si Kecil, terhadap kewajibannya di rumah. Jika tidak, anak akan mulai melupakan, dan bahkan meninggalkan kewajibannya di rumah.

5. Jadilah contoh yang baik

Pertama-tama, tunjukkan cara mengerjakan kewajiban anak di rumah. Setelah itu, bantulah Si Kecil melakukannya. Selanjutnya, biarkan anak Anda melakukan kewajibannya sendiri, sambil memantaunya.

Terakhir, jika Si Kecil telah mahir melakukan satu tugas kewajibannya, maka artinya, ia sudah siap melakukannya sendirian.

Jangan terlena dengan waktu; carilah tugas lain yang bisa dilakukan anak, dan tunjukkan lagi cara melakukannya. Hal ini dilakukan, agar si anak tidak merasa bosan dan “monoton”, di dalam melakukan kewajibannya di rumah.

6. Spesifik dalam memberi tugas

Janganlah Anda meminta anak, untuk “membersihkan kamar” saja. Namun, beri instruksi yang lebih spesifik, seperti memasukkan pakaian ke dalam lemari di kamarnya, merapikan buku dan menyimpannya rak, hingga mengembalikan mainannya ke dalam tempat penyimpanannya.

7. Jangan terpaku dengan tenggat waktu (deadline)

Anak bukanlah robot, yang bisa selalu menyelesaikan tugasnya, dengan tenggat waktu (deadline). Sebagai orangtua, Anda disarankan untuk tidak terlalu terpaku dengan deadline. Ada konsep yang dianggap lebih sesuai, dalam memperkenalkan kewajiban anak di rumah, yakni konsep “kapan dan kemudian”. Konsep ini menyerupai “sebab dan akibat”.

Misalnya, setelah membersihkan kamarnya (kapan), anak boleh menonton televisi atau bermain handphone (kemudian). Dengan begitu, anak bisa termotivasi, untuk melakukan kewajibannya di rumah.

Catatan dari SehatQ

Sebagai orangtua, memperkenalkan kewajiban anak di rumah sejak dini, menjadi hal penting. Jadilah orangtua yang suportif, di saat anak-anak sedang berusaha mempelajari cara melakukan kewajibannya di rumah.

Dampingi dan tunjukkan cara yang tepat, pada anak. Di kemudian hari, kewajiban anak di rumah ini, akan berguna bagi masa depannya.

Web MD. https://www.webmd.com/parenting/features/chores-for-children#1
Diakses pada 9 Januari 2020

Raising Children. https://raisingchildren.net.au/toddlers/family-life/chores/chores-for-children
Diakses pada 9 Januari 2020

Alyson Chafer. https://alysonschafer.com/home-responsibilities-by-age/
Diakses pada 9 Januari 2020

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed