7 Cara Menghilangkan Milia dan Tips Pencegahannya

Tidak memencetnya adalah salah satu cara menghilangkan milia yang ampuh.
Salah satu cara menghilangkan milia adalah dengan menguapi wajah dengan air hangat.

Bagi sebagian orang, penampilan adalah segalanya. Di saat ada "benalu" yang mengganggu wajah seperti milia, tentu rasa tidak percaya diri bisa muncul. Sebenarnya, bagaimana cara menghilangkan milia yang efektif?

Milia adalah benjolan kecil berwarna putih atau kuning, yang menyerupai jerawat. Biasanya, milia ditemukan pada wajah bayi. Walau begitu, bukan berarti orang dewasa tidak bisa mengalaminya. Maka dari itu, mengetahui cara menghilangkan milia sangatlah penting.

Cara menghilangkan milia yang ampuh

Milia pada bayi
Kasus milia pada bayi

Milia seringkali “meneror” bagian wajah, terutama di bawah mata dan pipi. Benjolan milia berukuran sangat kecil (1-2 milimeter), tapi bisa muncul dalam jumlah banyak. Milia tumbuh akibat terperangkapnya serpihan kulit atau keratin di bawah kulit.

Sebenarnya, milia bisa hilang dengan sendirinya. Masalahnya, waktu yang dibutuhkan bisa sampai berbulan-bulan. Maka dari itu, beberapa cara menghilangkan milia di bawah ini dapat dicoba, meski belum ada cukup penelitian yang membuktikannya. Bagaimana cara menghilangkan milia yang dianggap efektif?

1. Membersihkan area yang terdampak milia setiap hari

Membersihkan wajah adalah kebiasaan yang harus dilakukan secara rutin. Selain mencegah timbulnya jerawat atau menempelnya kotoran, langkah ini juga penting untuk menghindari pertumbuhan milia.

Gunakanlah sabun berbahan ringan. Jenis sabun ini sangat baik untuk pemilik kulit sensitif dan bisa melembutkan kulit.

Usaplah sabun ini di bagian yang terdampak milia setiap hari, dan lihatlah hasilnya dari hari ke hari.

2. Jangan memencetnya

Percayalah, mencabut atau memencet milia hanya akan memperparah kondisi kulit. Sebab, mencabut paksa milia malah akan menimbulkan perdarahan dan meninggalkan luka.

Salah satu cara terbaik yang bisa Anda lakukan sebagai cara menghilangkan milia adalah, membersihkan area yang terdampak secara rutin.

3. Menguapi wajah

Setelah membersihkan wajah, menguapi pori-pori muka juga dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya iritasi “susulan”.

Caranya mudah. Jika kamar mandi dilengkapi pemanas air, Anda bisa melakukannya di sana. Duduk di dalam kamar mandi dan nyalakan air panas. Uap panas yang menyelimuti kamar mandi, akan menyentuh pori-pori wajah dengan lembut.

Tetap berada di kamar mandi selama 5-8 menit. Dengan demikian, pori-pori akan terbuka perlahan dan membuang serpihan kulit penyebab milia. Setelah itu, keringkan wajah hingga kering dan bilas dengan air hangat, untuk mencegah iritasi.

Namun jika tidak ada pemanas air di kamar mandi, Anda bisa memanaskan air dan menempatkannya dalam wadah seperti baskom. Lalu, dekatkan wajah pada baskom, untuk merasakan uap air pada kulit.

4. Menggunakan pembersih wajah

Pembersih muka yang bisa mengangkat sel kulit mati pun bisa digunakan untuk. Pilihlah pembersih muka yang mengandung asam salisilat, asam sitrat, atau asam glikolat.

Perlu diingat, menggunakan pembersih muka yang bisa mengangkat kulit mati, berisiko menyebabkan iritasi kulit jika dilakukan terlalu sering. Maka dari itu, oleskan pembersih muka ini sekali dalam seminggu saja.

5. Mengoleskan madu manuka

Madu manuka memiliki komponen “ajaib” yang tidak dimiliki madu biasa. Madu manuka dikenal sebagai makanan lezat antibakteri yang bisa meredakan peradangan. Maka dari itu, mengoleskan madu manuka pada kulit wajah pun dipercaya sebagai cara menghilangkan milia.

Campurkan 3-4 sendok makan madu manuka dengan satu sendok makan kayu manis, hangatkan di dalam microwave selama 30 detik. Oleskan campuran ke bagian wajah yang terdampak milia. Diamkan selama 10 menit kemudian bilas dan rasakan efek menenangkan dari masker madu manuka.

6. Menyemprotkan air mawar

Air mawar adalah air demineral (tanpa mineral) yang bisa mencegah peradangan. Semprotkan saja air mawar ke bagian wajah yang terdampak milia, sebanyak 2-3 kali dalam sehari. Namun berhati-hatilah saat menyemprotkannya. Sebab, air mawar bisa mengiritasi mata.

7. Menggunakan krim retinoid

Beberapa peneliti merekomendasikan krim retinoid untuk menghilangkan milia di wajah. Krim retinoid ini mengandung vitamin A yang sangat penting untuk kesehatan kulit.

Gunakan produk yang mengandung retinol, sebanyak satu kali dalam sehari. Oleskan pada bagian yang terdampak milia, saat wajah bersih dan kering.

Perlu diingat, penggunaan krim retinoid harus disertai dengan krim tabir surya. Sebab, krim retinoid membuat kulit Anda lebih rentan terhadap kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.

Tips mencegah milia agar kulit wajah senantiasa sehat

Tidak selamanya milia dapat dihindari. Misalnya pada kasus milia yang menyerang wajah bayi. Namun, beberapa hal di bawah ini bisa dicoba untuk mencegah milia:

  • Menghindari paparan sinar matahari yang terlalu berlebihan
  • Menghindari penggunaan krim berbahan dasar minyak
  • Membatasi pemakaian krim pengangkat sel kulit mati

Catatan dari SehatQ

Biasanya, milia bukanlah kondisi medis yang harus terlalu dikhawatirkan. Sebab, milia bisa hilang dengan sendirinya, dalam waktu beberapa bulan.

Namun, jika milia yang tidak hilang dalam waktu yang lama, berkonsultasilah dengan dokter untuk memperoleh perawatan lebih lanjut. Dokter akan melakukan diagnosis dan memberikan rekomendasi pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320953.php
Diakses pada 23 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/mild-soap#what-is-it
Diakses pada 23 Januari 2020

Artikel Terkait