7 Cara Memperbanyak Air Ketuban untuk Perkembangan Janin yang Lebih Sehat

Minum air lebih banyak bisa jadi cara memperbanyak air ketuban yang ampuh. Sudahkah Anda mencobanya?
Volume air ketuban bukanlah hal yang bisa disepelekan, sebab bisa menimbulkan bayi prematur atau infeksi rahim.

Air ketuban adalah cairan yang "menyelimuti" janin di dalam rahim. Perannya sangat vital dalam perkembangan bayi dalam kandungan. Jika bumil kekurangan air ketuban di dalam rahimnya, maka dapat menyebabkan kelahiran bayi prematur maupun berisiko timbulnya infeksi pada rahim.

Cara memperbanyak air ketuban

Volume cairan ketuban yang rendah dikenal dengan sebutan oligohidramnion. Beberapa kondisi medis seperti tingginya tekanan darah dan kelainan genetik bisa menyebabkannya.

Jika usia kandungan Anda sudah mencapai 36-37 minggu, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan persalinan. Kalau usia kehamilannya masih di bawah 36 minggu, dokter akan merekomendasikan beberapa cara memperbanyak air ketuban, seperti di bawah ini.

1. Minum air lebih banyak

Ibu hamil minum air
Minum air jadi salah satu cara memperbanyak air ketuban

Meminum lebih banyak air bisa membawa perubahan besar terhadap volume air ketuban. Sebuah penelitian membuktikan, tetap terhidrasi selama kehamilan bisa menjadi cara memperbanyak air ketuban, saat usia kehamilan mencapai 37-41 minggu.

2. Amnionfusi

Memasukkan larutan garam (saline) ke dalam kantung ketuban melalui serviks juga bisa menjadi cara memperbanyak air ketuban yang direkomendasikan dokter.

Mungkin cara yang satu ini terdengar tidak nyaman di telinga bumil. Namun jika dokter menganggap ini perlu, maka prosedur amnionfusi harus dilakukan.

Amnionfusi akan meningkatkan volume air ketuban untuk sementara waktu. Penelitian dari UNC School of Medicine di Amerika Serikat pun menganggap amnionfusi sebagai cara memperbanyak air ketuban yang efektif.

3. Amniosentesis

Saat melahirkan, air ketuban akan membantu bayi untuk keluar dari perut sang ibu lebih mudah. Namun bagaimana jika air ketuban di dalam rahim sangat sedikit, sebelum sang ibu melahirkan?

Biasanya prosedur amniosentesis dilakukan dengan memasukkan cairan ke dalam kantung ketuban, menggunakan jarum suntik kecil yang ditusuk ke perut.

Amniosentesis dipercaya bisa menjaga mobilitas dan detak jantung bayi saat menjalani proses keluar dari perut ibunya.

4. Infus cairan

Jika dehidrasi akibat mual dan muntah menyebabkan rendahnya volume air ketuban, dokter bisa merekomendasikan infus, untuk menambah cairan di dalam tubuh bumil.

5. Mengatasi penyebab rendahnya volume air ketuban

Cara memperbanyak air ketuban yang satu ini mengharuskan dokter menyelidiki penyebab rendahnya volume air ketuban. Maka dari itu, bumil harus mengetahui kondisi medis yang bisa sebabkan rendahnya volume air ketuban. Jika kondisi medis itu sudah diatasi, maka volume air ketuban berpotensi naik.

6. Beristirahat

Beristirahat dengan berbaring di kasur atau sofa bisa meningkatkan aliran darah ke plasenta, sehingga volume air ketuban bisa terjaga. Dokter akan menyarankan Anda untuk beristirahat secara teratur atau bedrest, terutama untuk usia kehamilan trimester 2 atau awal trimester 3.

7. Menjalani pola makan sehat

Penelitian pada hewan membuktikan, mengonsumsi makanan berlemak tinggi memengaruhi volume air ketuban di dalam perut ibu. Maka dari itu, menyantap makanan yang sehat untuk bumil, seperti sayur dan buah segar yang mengandung banyak air, bisa menjadi salah satu cara memperbanyak air ketuban.

Buah dan sayuran yang mengandung banyak air, juga bisa membuat tubuh Anda tetap terhidrasi. Sebut saja mentimun, selada, bayam, semangka, hingga stroberi.

Walau begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan, terutama riset pada manusia.

Volume air ketuban yang normal

Ibu hamil
Sebenarnya, berapa volume air ketuban yang normal?

Tidak ada cara untuk mengukur volume air ketuban, selain menjalani pemeriksaan menggunakan ultrasound (USG) oleh dokter.

Biasanya, sebelum usia kehamilan mencapai 24 minggu, dokter akan mengukur volume air ketuban menggunakan USG. Metode ini diberi nama maximum vertical pocket.

Akan tetapi setelah usia kehamilan menginjak 24 minggu ke atas, metode yang digunakan berbeda, yakni amniotic fluid index (AFI). AFI akan dilakukan dengan melihat empat bagian rahim.

Jadi, volume normal AFI adalah 5-25 centimeter (cm). Jika nilainya kurang, maka volume air ketuban Anda dianggap rendah.

Penyebab rendahnya volume air ketuban

Ada berbagai penyebab rendahnya volume air ketuban rendah. Beberapa di antaranya adalah penyakit maupun sebagai penanda persalinan yang semakin dekat. Apa saja penyebab rendahnya volume air ketuban itu?

  • Ketuban pecah dini

Ketuban pecah menjadi salah satu kondisi yang menyebabkan volume air ketuban rendah. Jika kondisi ini terjadi jauh sebelum persalinan, segera minta pertolongan medis.

  • Kondisi cacat lahir

Janin dengan masalah fisik, terutama pada ginjal, hanya akan memproduksi sedikit urine. Akibatnya, volume air ketuban bisa rendah.

  • Kondisi medis ibu

Kondisi medis yang diidap bumil bisa memengaruhi volume air ketuban. Beberapa penyakit yang menyebabkan rendahnya volume air ketuban meliputi diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, hingga dehidrasi. Pengobatan untuk tekanan darah tinggi juga berisiko mengurangi volume air ketuban.

Selain itu, jika usia kehamilan sudah lebih dari 36 minggu, volume air ketuban memang akan menurun dengan sendirinya. Ini menjadi salah satu tanda bahwa persalinan sudah semakin dekat.

Catatan dari SehatQ

Sebelum melakukan berbagai cara memperbanyak air ketuban di atas, ketahui dulu volume air ketuban di dalam rahim Anda. Sebab, cara-cara ini hanya boleh dilakukan jika volume air ketuban memang rendah.

Kalau volume air ketuban Anda masih normal, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mencobanya. Sebab, kelebihan air ketuban malah bisa menimbulkan gangguan kesehatan lain, yang disebut polihidramnion.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-to-increase-amniotic-fluid
Diakses pada 29 Januari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/low-amniotic-fluid/faq-20057964
Diakses pada 29 Januari 2020

Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/how-to-increase-and-decrease-amniotic-fluid-during-pregnancy-naturally/
Diakses pada 29 Januari 2020

Artikel Terkait