Pusing Menghadapinya? Ini 8 Alasan Anak Sering Menangis

Anak kecil sering menangis
Anak kecil memiliki banyak alasan yang membuatnya menangis

Ketika Si Kecil menangis terus menerus, Anda sebagai orang tua pasti pernah merasa stres dan pusing menghadapinya. Apa lagi ketika anak belum bisa berbicara, Anda tidak tahu apa yang menyebabkannya menangis. Jadi sebenarnya apa yang membuat anak sering menangis, bahkan untuk yang kelihatannya tanpa sebab sekalipun?

Apa saja alasan anak sering menangis?

Jika Anda sering dibuat bingung oleh Si Kecil , mengapa ia menangis, tenang Anda tidak sendirian. Ada banyak orang yang mengalami hal yang sama. Untungnya berdasarkan pengalaman banyak orang dan dokter, Anda dapat mengetahui beberapa penyebab anak menangis. Apa saja?

  • Lapar

Tidak hanya bayi, anak kecil menangis bisa karena merasa lapar. Anak yang sudah bisa berbicara dapat dengan mudah menyampaikan bahwa dirinya ingin makan. Namun, bagi anak yang belum dapat berbicara, menangis adalah salah satu cara untuk memberitahukan rasa laparnya.

Si Kecil akan lebih mungkin untuk menangis karena lapar bila sudah berlalu tiga sampai empat jam dari waktu terakhir ia makan atau sesaat setelah dirinya terbangun. Anda dapat mencoba memberikan anak cemilan untuk menghentikan tangisan karena lapar.

  • Mencari perhatian

Jangan salah, menangis merupakan salah satu cara anak berusaha untuk mendapatkan perhatian orangtua. Daripada memarahi anak dan membentaknya untuk berhenti menangis, Anda sebaiknya tidak mempedulikan tangisan tersebut.

Cobalah untuk tidak melakukan kontak mata ataupun bercakap dengan anak saat Si Kecil menggunakan tangisan sebagai cara untuk mencari atensi Anda. Hal tersebut dilakukan untuk membuatnya menyadari bahwa tangisan bukanlah cara yang efektif untuk menarik perhatian Anda.

Anda dapat mengurangi dan menghentikan perilaku ini dengan menunjukkan bahwa Anda dapat memberikan si Kecil atensi dan kasih sayang yang memadai tanpa anak perlu menangis. Anda bisa melakukannya dengan memberikan pujian dan meluangkan waktu dengannya.

Jangan lupa untuk selalu menanyakan ke anak dengan lembut apa yang ia inginkan, tatap matanya dan jelaskan bahwa menangis bukanlah cara yang tepat.

  • Sedang stres

Tidak hanya orang dewasa, anakpun bisa mengalami stres. Ketika berusia 2 tahun, anak mulai merasakan berbagai emosi. Orangtua bisa saja terlalu memadatkan jadwal anak dan malah membuat anak merasa tertekan. Anda dapat membagi jadwal anak agar anak bisa memiliki waktu untuk beristirahat dan bermain.

Selain karena jadwal yang padat, masalah dalam keluarga, seperti pertengkaran orangtua dapat menjadi stres yang menyebabkan anak kecil menangis.

  • Lelah

Salah satu alasan anak kecil menangis yang paling sering adalah karena kelelahan. Buah hati bisa saja merasa lelah karena kurang tidur ataupun mengerjakan hal-hal tertentu.

Menangis dapat menjadi salah satu tanda bahwa ia sedang lelah dan terkadang tangisan karena lelah diiringi dengan perilaku-perilaku irasional lainnya.

Jika anak merasa lelah, Anda bisa mengatur jadwal tidurnya agar lebih teratur atau memberikannya waktu untuk beristirahat, seperti mendengarkan musik, dan sebagainya.

  • Tidak ingin mengerjakan sesuatu

Saat orangtua meminta anak untuk melakukan sesuatu yang tidak disukainya, seperti merapikan mainan, dan sebagainya, maka Si Kecil bisa menangis sebagai bentuk ‘pemberontakan’ terhadap permintaan Anda.

Jangan menyerah terhadap penolakan anak, orangtua perlu menekankan kepada anak bahwa mereka memahami perasaan buah hati dan menyatakan bahwa bila anak tidak menyelesaikan apa yang disuruh, maka terdapat konsekuensi yang harus dialami.

Contohnya, bila anak tidak mengangkat mainannya, orangtua bisa menjelaskan bahwa anak tidak akan mendapatkan waktu bermain sore bila tidak merapikan mainannya sekarang.

Jangan jadikan konsekuensi tersebut sebagai suatu ancaman belaka, berikanlah konsekuensi tersebut kepada anak ketika Si Kecil tidak melakukan apa yang diminta.

  • Menginginkan sesuatu

Anak kecil yang belum mengerti cara menyampaikan keinginannya melalui kata-kata akan mengungkapkannya dalam tangisan. Si Kecil belum bisa menyadari perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, karenanya mereka akan mendesak keinginannya.

Serupa dengan cara mengatasi tangisan untuk menarik perhatian, Anda tidak boleh mengiyakan apa yang diinginkan anak agar buah hati tidak menggunakan tangisan untuk memanipulasi Anda.

Orangtua perlu menunjukkan empati kepada anak dengan menyatakan bahwa Anda memahami kekesalan anak tetapi apa yang diinginkan anak tidak bisa dilakukan sekarang.

Anda bisa mengajarkan anak beberapa cara untuk menghadapi emosinya dengan misalnya mengajak anak menggambar atau mewarnai, dan sebagainya.

  • Terlalu terstimulasi

Lingkungan baru atau yang terlampau padat dan ribut dapat memicu anak kecil menangis. Tangisan tersebut dikarenakan anak yang merasa kewalahan dengan sekitarnya.

Anda dapat membawa buah hati ke lokasi atau daerah lain yang lebih tenang dan memintanya untuk duduk selama beberapa menit sampai anak merasa lebih baik. Terkadang, Anda perlu membawa anak pulang bila Si Kecil masih belum bisa menenangkan dirinya.

Yang perlu dilakukan orang tua saat anak menangis adalah memeluknya dengan erat dan berbicara dengan intonasi yang lembut, dengan demikian anak akan merasa dianggap dan komunikasi akan terbuka.

Kunci dari hubungan yang baik adalah komunikasi dua arah, hal ini harus dipupuk sejak dini untuk tercapainya keluarga bahagia.

  • Mimpi buruk

Ketika tidur di malam hari, anak bisa tiba-tiba terbangun dan menangis karena mimpi buruk. Hal ini juga dapat memengaruhi kualitas tidur anak. Cobalah untuk menenangkan si Kecil saat dirinya mengalami hal tersebut. Berilah pengertian bahwa itu hanyalah bunga tidur, dan semua keadaan baik-baik saja.

Catatan dari SehatQ

Di atas adalah beberapa alasan anak kecil dapat menangis, apabila Anda sudah mencoba berbagai cara untuk menenangkan anak berdasarkan penyebab di atas tetapi masih belum bisa mengatasi tangisan anak, Anda dapat berkonsultasi dengan psikiater ataupun psikolog.

Raisingchildren.net.au. https://raisingchildren.net.au/newborns/behaviour/crying-colic/crying-0-8-years
Diakses pada 26 Desember 2019

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/reasons-your-child-may-be-crying-4157950
Diakses pada 26 Desember 2019

Artikel Terkait