6 Tanda Si Kecil Siap Sekolah, Bukan Usia Anak Masuk PAUD

Usia anak masuk PAUD tak bisa jadi acuan untuk memaksakan anak mulai sekolah.
Usia anak masuk PAUD bukan patokan kesiapan Si Kecil bersekolah.

Usia anak masuk PAUD alias pendidikan anak di usia dini di setiap negara berbeda-beda. Beberapa negara di Eropa, seperti Inggris dan Skotlandia mewajibkan anak masuk PAUD di usia 5 tahun, sedangkan Swedia pada usia 7 tahun. Sementara itu, usia anak masuk PAUD di Indonesia berkisar 1-8 tahun.

Perbedaan tersebut muncul akibat adanya anggapan mengenai kesiapan otak anak yang paling baik untuk menerima pelajaran. Lantas, berapakah usia anak masuk PAUD yang tepat?

Usia anak masuk PAUD bukan patokan kesiapan masuk sekolah

Sejumlah pakar pendidikan mengungkapkan, lebih baik anak tidak masuk PAUD di usia yang terlalu dini. Hal ini disebabkan oleh beragamnya tingkat kesiapan setiap anak untuk mulai bersekolah.

Sejatinya, kesiapan anak masuk PAUD tidak dapat diukur berdasarkan usia. Karena latar belakang budaya, gender, kepribadian, ekonomi serta struktur keluarga sangat berpengaruh pada kesiapan masing-masing anak untuk menerima pelajaran di sekolah.

Suatu penelitian bahkan mengungkapkan anak laki-laki lebih sulit untuk beradaptasi di sekolah ketimbang anak perempuan. Lantas apa indikator yang tepat untuk mengetahui kesiapan anak masuk PAUD?

Indikator yang tepat bukan usia anak masuk PAUD

Kendati beberapa penelitian di Eropa mengungkapkan, anak yang terlambat masuk PAUD sekitar usia 6 tahun dapat mengikuti pelajaran di sekolah lebih baik ketimbang anak yang terlalu dini masuk PAUD di usia 3-5 tahun. Jadi, indikator yang tepat untuk mengukur kesiapan anak bukanlah berdasarkan usia.

Penting bagi orangtua untuk menyimak seberapa jauh kesiapan anak berhadapan dengan lingkungan luar, alih-alih hanya mempertimbangkan rasa percaya diri Si Kecil untuk masuk PAUD. Apa saja indikatornya?

1. Bisa berbicara dengan jelas

Salah satu indikator kesiapan anak masuk sekolah yang dapat menjadi pertimbangan orangtua yaitu kemampuannya untuk berkomunikasi seperti berbicara dengan jelas.

Saat Si Kecil mulai sanggup mengutarakan keinginannya dengan berbicara secara jelas, Anda dapat mempersiapkan anak untuk memasuki pendidikan di luar keluarga.

Berbicara dengan jelas merupakan syarat utama agar Si Kecil dapat berinteraksi, sehingga tidak kebingungan ketika mengikuti pelajaran di PAUD.

2. Mengatasi masalah

Memang, kemampuan Si Kecil dalam mengatasi masalah akan terus berkembang seiring pertumbuhan usianya. Kendati demikian, Anda juga dapat mempertimbangkan kemampuan Si Kecil dalam mengatasi masalah sederhana, sebelum ia masuk PAUD.

Cukup perhatikan respons Si Kecil saat ia berbuat salah atau ingin memperbaiki sesuatu yang keliru, termasuk mencuci tangan yang kotor maupun mengelap tumpahan air. Hal-hal sederhana seperti itu dapat jadi pertimbangan Anda melihat kesiapan anak masuk PAUD.

3. Mau berbagi

Salah satu kunci utama anak siap menghadapi lingkungan di luar keluarga inti seperti PAUD yaitu kesadaran Si Kecil untuk berbagi. Tidak egois, akan membuat Si Kecil lebih mudah beradaptasi dengan teman-temannya yang lain.

4. Mau bermain bersama

Keinginan anak bermain bersama temannya, bisa menandakan ia siap masuk sekolah.

Indikator anak masuk PAUD lainnya yaitu Si Kecil tidak takut untuk bermain bersama. Tidak sedikit anak yang masih ketakutan saat bertemu orang lain, sehingga kerap menimbulkan respons dengan menangis.

Penting untuk memperkenalkan anak pada lingkungan luar selain keluarga inti, sehingga ia mengetahui akan selalu ada orang baru yang hadir dalam kehidupannya. Ketika Si Kecil mau berbagi dan bermain bersama teman lainnya, hal ini dapat mengindikasikan kesiapannya untuk mengikuti pelajaran di PAUD.

5. Menjaga barang pribadi

Ketika anak memiliki tanggung jawab untuk menjaga barang pribadi miliknya, hal tersebut juga dapat mengindikasikan kesiapannya dalam menghadapi lingkungan luar seperti PAUD.

6. Kemampuan motorik sudah terasah

Hal lain yang tak kalah penting dapat dijadikan indikator untuk melihat kesiapan anak masuk PAUD adalah kemampuan motorik Si Kecil.

Perhatikan kemampuan anak dalam memegang pensil, menulis nama, menggambar bentuk sederhana, memakai baju sendiri, menggunakan gunting hingga mengikat tali sepatu sendiri. Jika Si Kecil sanggup melakukannya secara mandiri, hal ini dapat mengindikasikan kesiapannya masuk PAUD.

Sebenarnya, apa itu PAUD?

Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PAUD atau pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun.

Pendidikan tersebut dilakukan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Secara sederhana, PAUD merupakan pendidikan dasar yang dapat diperoleh anak sejak lahir, hingga sebelum ia dapat mengikuti program wajib belajar minimal di usia 6 tahun.

Program pendidikan anak usia dini tersebut pun ada beragam bentuknya. Mulai dari jalur pendidikan formal seperti Taman Bermain (TK) atau informal seperti Taman Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB) hingga pendidikan bagi orangtua. 

Catatan dari SehatQ:

Apabila merasa tidak yakin dengan kesiapan Si Kecil untuk masuk PAUD, Anda bisa berkonsultasi dengan psikolog anak maupun psikolog pendidikan.

Kementerian Riset dan Teknologi RI.
https://kelembagaan.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2016/08/UU_no_20_th_2003.pdf
Diakses pada 21 Maret 2020

Greg Brooks.
https://www.helenarkell.org.uk/documents/files/What-works-for-children-and-young-people-with-literacy-difficulties-5th-edition.pdf
Diakses pada 21 Maret 2020

Healthy Children.
https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/preschool/Pages/Is-Your-Child-Ready-for-School.aspx
Diakses pada 21 Maret 2020

Artikel Terkait