6 Gejala Infertilitas pada Pria yang Harus Anda Waspadai

Cara mengatasi inferlitas pada pria dapat dilakukan dengan mengurangi intensitas seks, mengonsumsi vitamin tambahan, dan melakukan tindakan lain, seperti inseminasi buatan
Infertilitas pada pria juga bisa terjadi

Tidak bisa dipungkiri, kehadiran buah hati dalam keluarga dapat melengkapi suasana hangat dan harmonis rumah tangga. Sayangnya, tidak semua pasangan bisa dengan mudah mendapatkan anugerah ini karena satu dan lain hal.

Bahkan, wanita atau istri kerap kali disalahkan dan dianggap tidak subur. Padahal, infertilitas tidak hanya terjadi pada wanita, tetapi juga dapat terjadi pada pria.

Pasalnya, dalam proses pembuahan, dibutuhkan satu sel telur dari ovarium dan satu sperma yang keduanya harus berada dalam kondisi bagus. Itulah sebabnya, permasalahan infertilitas juga dapat disebabkan oleh para pria/suami.

Masalah yang biasa dihadapi pada infertilitas pria adalah kualitas dan kuantitas dari sperma. Hal ini penting sebab kualitas dan kuantitas sperma akan memperbesar kemungkinan terjadinya pembuahan yang efektif.

Akan tetapi, apabila pria hanya memiliki jumlah sperma sedikit dan/atau kualitas sperma yang kurang baik, kemungkinan terjadinya kehamilan akan lebih sulit.

Gejala Infertilitas pada Pria

Berikut ini adalah beberapa gejala umum yang menunjukkan adanya kemungkinan infertilitas pada pria, di antaranya:

  1. Adanya permasalahan pada fungsi seksual. Misalnya, susah untuk mencapai fase ejakulasi saat berhubungan badan, kuantitas atau volume dari cairan sperma sedikit, rendahnya hasrat untuk berhubungan seksual, hingga sulit mempertahankan ereksi.

  2. Adanya gejala-gejala tidak normal pada penis atau testis. Hal ini dapat berupa rasa nyeri, bengkak, atau munculnya benjolan di area sekitar testis.

  3. Infeksi pada organ-organ saluran pernapasan yang terus berulang. Kondisi ini juga ditandai dengan berkurangnya kemampuan dalam mencium bau.

  4. Ukuran testis yang terlalu kecil. Testis merupakan organ yang memproduksi sperma. Inilah sebabnya, kesehatan testis sangat penting untuk memastikan kondisi kesuburan pria. Testis kecil dapat mengindikasikan potensi masalah yang harus dieksplorasi oleh pihak medis.

  5. Kuantitas sperma yang sedikit sangat berpengaruh pada kesuburan seorang pria. Pasalnya, mempunyai jumlah sperma yang lebih sedikit dibandingkan jumlah sperma normal akan menurunkan potensi dan kemungkinan sperma yang mampu meraih sel telur dan menghasilkan pembuahan.

Cara Mengatasi Infertilitas pada Pria

Jika Anda memiliki masalah kesuburan, Anda dapat berupaya untuk memiliki keturunan dengan memperbaiki kuantitas dan kualitas sperma agar dapat membuahi sel telur. Hal penting yang harus diperhatikan dalam cara mengatasi infertilitas pada pria adalah mengubah perilaku dan kebiasaan yang berdampak langsung pada kondisi kesehatan reproduksinya.

  1. Apabila volume/kuantitas sperma Anda kurang atau di bawah normal, Anda dapat mengurangi intensitas dan frekuensi dalam berhubungan seksual. Cara ini dapat memberikan waktu pada tubuh untuk membentuk sperma dengan kuantitas dan kualitas yang baik.

  2. Konsumsi vitamin tambahan, seperti suplemen asam folat dan zinc, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma hingga 74% pada pria yang mengalami infertilitas.

  3. Anda juga dapat menghasilkan keturunan dengan melakukan beberapa tindakan lain, seperti seperti inseminasi buatan hingga bayi tabung.

Ingat, masalah kesuburan ini dapat terjadi pada siapa saja. Itulah sebabnya Anda harus mengetahui dan menyadari betapa pentingnya kualitas dan kuantitas sperma. Dengan begitu Anda dapat menghindari hal-hal yang berisiko mengakibatkan masalah infertilitas.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/signs-of-infertility

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/male-infertility/symptoms-causes/syc-20374773

Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed