Makanan yang berserat adalah makanan sehat untuk lansia
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan makanan sehat pun akan berubah

Seiring bertambahnya usia, para lansia membutuhkan makanan bergizi yang seimbang. Makanan sehat bagi lansia dapat membantu mencegah risiko dari beragam penyakit kronis dan meningkatkan energi untuk beraktivitas secara rutin.

Definisi makanan sehat akan berubah sesuai dengan usia. Pada lansia, metabolisme di tubuh akan melambat sehingga kalori yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit. Tubuh lansia juga memerlukan lebih banyak nutrisi tertentu dibandingkan dengan orang berusia muda. Sehingga, penting bagi para lansia untuk menyesuaikan pola makannya.

Ini Jenis Makanan Sehat untuk Lansia

Semakin tua usia seseorang, kebutuhan gizinya pun akan turut berubah. Karena itu, perlu dilakukan penyesuaian pola makan agar lansia terhindar dari berbagai masalah gizi yang mengintai. Berikut rekomendasi makanan sehat untuk lansia agar gizi dapat seimbang.

1. Makanan Rendah Gula

Perubahan diet sehat bagi lansia sudah seharusnya disesuaikan dengan kondisi medis mereka. Jika lansia didiagnosis diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi, mereka sebaiknya mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi dengan rendah kalori, rendah lemak, dan rendah gula. Dokter juga menyarankan untuk makan makanan sehat yang rendah garam.

2. Vitamin untuk Lansia

Nutrisi, seperti vitamin K, vitamin C, atau vitamin A, dapat diperoleh dari berbagai jenis sayuran berdaun hijau. Contohnya, bayam, kale, sawi, dan sebagainya. Vitamin K dapat membantu menjaga sistem metabolisme tubuh para lansia.

Selain itu, makanan sehat yang mengandung vitamin B12, seperti ikan, daging, telur dan susu, juga baik untuk dikonsumsi lansia. Vitamin B12 penting dalam proses pembentukan sel darah merah dan DNA serta menjaga fungsi saraf agar tetap baik.

3. Makanan Berserat

Bagi lansia, masalah pencernaan, seperti konstipasi, dapat mengganggu aktivitas. Untuk menghindari konstipasi, perbanyak makanan berserat dalam pola makan setiap hari. Makanan berserat juga dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit jantung

Serat larut sangat penting untuk menghindari kolesterol tinggi. Sumber serat dapat diperoleh dari kacang-kacangan, biji-bijian, oat, gandum utuh, buah-buahan, dan sayur-sayuran. 

4. Mudah Disiapkan oleh Lansia

Bagi para lansia yang terkadang sudah tidak bisa terlalu lama berdiri untuk menyiapkan makanan atau memasak, tak ada salahnya memilih jenis makanan sehat yang bergizi dan mudah disiapkan.

Beberapa contohnya meliputi sayuran kalengan yang rendah garam, buah kalengan rendah gula, ayam panggang yang sudah dimasak sebelumnya, sup kalengan rendah garam, salad instan, oatmeal instan, dan sebagainya.

Patut diingat agar selalu memeriksa label pada kemasan makanan. Pertimbangkan untuk memilih produk makanan yang hanya memberikan sedikit kadar gula, garam, dan lemak tambahan. Selain itu, pilih jenis makanan yang diperkaya banyak serat, vitamin, dan mineral.

5. Pertimbangkan Suplemen

Karena ada beberapa pantangan dalam memilih menu makanan sehat bagi lansia, lumrah jika lansia bisa kekurangan sejumlah nutrisi penting. Konsultasikan dengan dokter apakah lansia perlu mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral. 

6. Penuhi Kebutuhan Cairan

Orang yang sudah lanjut usia biasanya kurang memperhatikan jumlah asupan cairan tubuh setiap hari. Anggota keluarga atau perawat dapat mengingatkan mereka untuk minum minimal 8 gelas air setiap hari.

Pastikan orang tua minum air yang cukup secara teratur agar melancarkan fungsi organ tubuh, melancarkan saluran pembuangan, dan mempertahankan kelembapan kulit. Agar tidak jenuh, air bisa diganti dengan variasi teh, sup, jus, kuah, buah-buahan, dan sayuran yang tinggi kadar airnya.

Pola Makan yang Baik untuk Lansia

Pola makan yang baik dijalani oleh lansia adalah makan dengan porsi kecil, namun sering. Lansia dianjurkan untuk makan besar sebanyak 3 kali sehari disertai dengan selingan sebanyak 2 kali sehari. 

Selain itu, agar mudah untuk dikonsumsi, sayuran yang diberikan disarankan untuk dipotong kecil-kecil, dan dimasak hingga empuk. Untuk konsumsi daging, daging yang dicincang akan lebih mudah dikonsumsi.

Tidak hanya itu, nafsu makan lansia juga akan meningkat apabila ditemani oleh orang-orang terdekat pada waktu makan. Karena sensitivitas lansia terhadap rasa dapat berkurang, penggunaan bumbu-bumbu, seperti bawang merah dan putih, jahe, kunyit, lada dan lain-lain, dapat membantu meningkatkan cita rasa makanan agar lebih lezat, namun tetap sehat.

Dengan mengonsumsi makanan sehat serta ditambah olahraga secara teratur, lansia dapat senantiasa menjaga kebugarannya. Jangan lupa juga untuk rutin berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter agar segala gangguan kesehatan yang mungkin terjadi dapat dideteksi sejak dini.

Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-eating-for-seniors
Diakses pada Oktober 2018

Kementrian Kesehatan RI. http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/09/Brosur-Makanan-Sehat-untuk-Lanjut-Usia.pdf
Diakses pada 5 Maret 2019

WebMD. https://www.webmd.com/healthy-aging/features/missing-nutrients#1
Diakses pada 5 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed